Home » Whitelab Exfolliating Toner 6% AHA BHA: Ini Ingredientsnya!

Whitelab Exfolliating Toner 6% AHA BHA: Ini Ingredientsnya!

Whitelab Exfolliating Toner 6% AHA BHA: Ini Ingredientsnya!

Skincapedia.com – Whitelab Exfoliating Toner hadir sebagai solusi perawatan kulit yang menawarkan kombinasi bahan aktif untuk eksfoliasi mendalam namun tetap lembut. Dengan formulasi yang mengandung 6% AHA, 1% BHA, dan 0.01% PHA, produk ini diklaim mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan, meratakan warna kulit, serta mengatasi masalah pori-pori tersumbat dan jerawat.

Produk ini diformulasikan secara spesifik dengan kombinasi tiga jenis eksfolian utama: Alpha Hydroxy Acids (AHA) sebesar 6%, Beta Hydroxy Acid (BHA) sebesar 1%, dan Polyhydroxy Acid (PHA) sebesar 0.10%. Tingkat eksfoliasi yang ditawarkan dikategorikan sebagai medium, menjadikannya pilihan yang menarik bagi berbagai jenis kulit. Selain itu, Whitelab Exfoliating Toner juga diperkaya dengan Niacinamide 2% yang dikenal memiliki segudang manfaat untuk kesehatan kulit.

Whitelab Exfoliating Toner. Foto by alineho FD member

Klaim utama dari Whitelab Exfoliating Toner mencakup kemampuan untuk:

  • Mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit.
  • Membantu mencerahkan kulit sekaligus meratakan warna kulit yang tidak merata.
  • Mengurangi tampilan kemerahan dan iritasi yang seringkali timbul akibat jerawat.
  • Membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh kotoran dan minyak berlebih.
  • Meningkatkan tingkat hidrasi dan menjaga kelembapan kulit.

Caution: Penting untuk diingat bahwa Alpha Hydroxy Acid (AHA) dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan produk ini pada malam hari, tidak lebih dari sekali sehari. Penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pembatasan paparan sinar matahari langsung setelah menggunakan produk ini juga sangat direkomendasikan untuk melindungi kulit.

Produk ini telah melalui pengujian dermatologis, dibuktikan dengan label Dermatologically Tested.

Dengan harga sekitar 50 ribuan untuk kemasan 60ml, Whitelab Exfoliating Toner menawarkan nilai yang cukup kompetitif di pasaran.

Penjelasan Ingredients Whitelab Exfoliating Toner 6% AHA + 1% BHA + 0,10% PHA

Mari kita bedah lebih dalam kandungan bahan-bahan aktif dan pelengkap dalam Whitelab Exfoliating Toner:

Ingredients:

Aqua, ethyl alcohol, lactic acid 5%, propylene Glycol, niacinamide 2%, salicylic acid 1%, glycolic acid 1%, glycyrrhiza glabra root extract, glyserine, lactobionic acid 0,01%, allantoin, peg-40 hydrogenated Castor oil, parfum.

Bahan Aktif

lactic acid 5%.

Asam Laktat termasuk dalam golongan AHA dan dikenal lebih lembut dibandingkan asam glikolat. Penelitian menunjukkan bahwa asam laktat efektif dalam eksfoliasi pada konsentrasi 5-12%, dengan hasil yang terlihat nyata. Efektivitasnya juga dipengaruhi oleh pH formula; semakin rendah pH-nya, semakin efektif, namun juga meningkatkan risiko iritasi. Rekomendasi pH yang ideal berkisar antara 3-4 agar tetap efektif namun dapat ditoleransi oleh kulit.

niacinamide 2%.

Kandungan niacinamide sebesar 2% dalam produk ini sudah cukup untuk menstimulasi produksi ceramide, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan skin barrier. Niacinamide juga memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat dan efektif dalam menghambat pembentukan pigmentasi pada kulit.

salicylic acid 1%.

Sebagai BHA, asam salisilat sangat efektif dalam mengatasi jerawat dan komedo hitam (blackhead). Ia bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, sehingga membantu membersihkan pori. Selain itu, asam salisilat juga dapat mengurangi kemerahan, mengontrol produksi sebum, serta menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat. Konsentrasi penggunaan yang direkomendasikan dalam produk perawatan kulit adalah antara 0,5-2%.

glycolic acid 1%.

Asam glikolat adalah jenis AHA yang paling kuat di antara jenis AHA lainnya karena memiliki ukuran molekul terkecil. Hal ini memungkinkannya untuk berpenetrasi lebih dalam ke dalam kulit, memberikan eksfoliasi yang sangat efektif. Namun, karena kekuatannya, asam glikolat juga memiliki potensi risiko yang lebih tinggi. Meskipun demikian, konsentrasi tetap menjadi faktor penentu utama dalam efektivitas dan potensi iritasinya.

glycyrrhiza glabra root extract.

Dikenal sebagai ekstrak akar manis, bahan ini populer sebagai agen pencerah kulit atau depigmentasi berkat kandungan glabridinnya yang mampu menghambat proses pigmentasi akibat paparan sinar UVB. Selain itu, ekstrak akar manis juga memiliki manfaat sebagai agen anti-inflamasi yang cukup potensial.

lactobionic acid 0,01%.

Ini adalah jenis PHA (Polyhydroxy Acid) yang menawarkan eksfoliasi yang sangat lembut dan aman, bahkan untuk kulit sensitif. Namun, dengan konsentrasi 0,01%, fungsinya sebagai eksfoliator mungkin tidak terlalu signifikan. Meskipun demikian, PHA tetap memiliki peran penting sebagai antioksidan, humektan, serta membantu menjaga keseimbangan mikrobioma dan acid mantle kulit.

allantoin.

Komponen bioaktif yang berasal dari tanaman Comfrey ini dikenal luas sebagai agen anti-inflamasi dan skin soothing. Allantoin sangat baik dalam menenangkan kulit yang kemerahan, iritasi, sensitif, maupun sedang mengalami breakout. Selain itu, allantoin juga memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Bahan Pelengkap

  • Aqua: Air sebagai pelarut utama.
  • ethyl alcohol: Berfungsi sebagai pelarut yang sangat baik, peningkat penetrasi bahan aktif, membantu mengontrol minyak berlebih, serta memiliki sifat astringen dan antibakteri.
  • propylene Glycol: Bertindak sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • glyserine: Pelarut, komponen identik dengan kulit (skin identical), dan humektan yang membantu menarik kelembapan.
  • peg-40 hydrogenated Castor oil: Berfungsi sebagai pengemulsi, membantu mencampurkan minyak dan air dalam formula.
  • parfum: Memberikan aroma pada produk.

Kesimpulan

  • Produk ini mengandung total 6% AHA dan 1% BHA yang diklaim memberikan kemampuan eksfoliasi medium, sehingga ideal untuk berbagai kondisi kulit.
  • Dengan kandungan 2% Niacinamide, produk ini mendukung penguatan skin barrier, yang penting mengingat proses eksfoliasi dapat sedikit mengganggu lapisan pelindung kulit (meskipun bersifat sementara).
  • Karena Whitelab Exfoliating Toner bukan produk bilas (leave-on product), disarankan untuk tidak menggunakannya bersamaan dengan produk lain yang mengandung niacinamide, retinol, dan ascorbic acid dalam satu waktu. Produk-produk tersebut sebaiknya digunakan pada waktu yang berbeda.
  • Pilihlah salah satu produk eksfoliasi. Jika Anda sudah menggunakan Whitelab Serum Peeling, gunakan toner ini dengan jeda 2-3 hari.
  • Formula oil-free dan non-comedogenic.
  • Diklaim ideal untuk kulit sensitif dan acne-prone.
  • Boleh digunakan mulai usia 12 tahun.
  • Hanya untuk rutinitas malam hari (PM Routine).
  • Produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung Peg-40 hydrogenated Castor oil.
  • Tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.

Meskipun demikian, ada perdebatan mengenai keamanan AHA dan BHA untuk ibu hamil. AHA secara umum dianggap aman karena molekulnya tidak terserap jauh ke dalam kulit dan bekerja di permukaan (lapisan stratum korneum), sehingga tidak diharapkan mengganggu perkembangan janin. Paula’s Choice merekomendasikan konsentrasi maksimum AHA hingga 7% untuk ibu hamil. Untuk Asam Salisilat (BHA), keamanan pada penggunaan topikal dinilai lebih tinggi dibandingkan konsumsi oral, terutama pada konsentrasi di bawah 2%, ditambah lagi produk eksfoliasi umumnya hanya digunakan 2 kali seminggu pada area wajah.

Namun, pertimbangan utama adalah bahwa kulit ibu hamil cenderung lebih sensitif. Oleh karena itu, penggunaan produk AHA/BHA perlu dipertimbangkan ulang, terutama jika produk juga mengandung alkohol. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan konsumen, dan kehati-hatian selalu diutamakan. Konsultasi dengan dokter spesialis kulit sebelum penggunaan sangat dianjurkan.

Produk ini mengandung alkohol, yang mungkin kurang ramah bagi sebagian kulit sensitif. Meskipun demikian, karena diklaim aman untuk kulit sensitif dan dapat digunakan mulai usia 12 tahun, pertimbangannya mungkin adalah frekuensi penggunaan yang hanya 2 kali seminggu dan tingkat eksfoliasi medium yang ditawarkan. Keputusan penggunaan sepenuhnya kembali pada preferensi dan toleransi masing-masing individu.

Artikel menarik Lainnya