Home » Whitelab Retinol Treatment Serum: Ingredients Wajib Tahu!

Whitelab Retinol Treatment Serum: Ingredients Wajib Tahu!

Whitelab Retinol Treatment Serum: Ingredients Wajib Tahu!

Skincapedia.com – Whitelab Retinol Treatment Serum hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tanda penuaan kulit, berkat formulasi canggih yang menggabungkan bahan-bahan unggulan. Serum ini dirancang untuk menstimulasi regenerasi kulit, memberikan tampilan awet muda, serta meningkatkan kekenyalan dan kekencangan wajah. Tak hanya itu, serum ini juga efektif dalam menyamarkan flek hitam yang mengganggu.

Inti dari keunggulan Whitelab Retinol Treatment Serum terletak pada kandungan 1% Encapsulated Retinol. Teknologi enkapsulasi ini memungkinkan retinol dihantarkan ke dalam kulit secara lebih presisi, sekaligus meminimalkan risiko iritasi atau ‘retinol burn’ yang kerap dikhawatirkan pengguna retinol. Selain retinol, serum ini diperkaya dengan Ferulic Acid, Hyaglutamic 10000TM, dan Ceramide-4, yang bersama-sama membentuk formula ‘gold standard’ untuk perawatan anti-aging.

Whitelab Retinol Treatment Serum.

Manfaat utama yang ditawarkan oleh serum ini mencakup penyamaan tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan, penyamaran flek hitam dan bekas jerawat, perbaikan tekstur kulit, serta peningkatan kehalusan dan kekencangan wajah secara keseluruhan.

Untuk penggunaan yang optimal, tuangkan 2-4 tetes Whitelab Retinol Treatment Serum pada telapak tangan, lalu aplikasikan secara merata pada kulit wajah yang telah dibersihkan. Pada tahap awal pemakaian, disarankan untuk menggunakan serum ini 2-3 kali dalam seminggu. Setelah kulit terbiasa, frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan menjadi setiap malam.

Penting untuk diperhatikan bahwa produk ini harus dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung dan disimpan di tempat yang sejuk serta kering untuk menjaga stabilitas formula.

Whitelab Retinol Treatment Serum hadir dalam kemasan 15ml dengan harga sekitar Rp 99.000.

Penjelasan Rinci Ingredients Whitelab Retinol Treatment Serum

Daftar Lengkap Ingredients:

Aqua, cyclopentasiloxane, methylpropanediol, polysorbate 20, polyglutamic acid, retinol, ferulic acid, glyserine, sodium PCA, bisabolol, soluble collagen, dipotassium glycyrrhizate, allantoin, glucosyl ceramide, ceramide NP, ceramide AP, ceramide EOP, phospolipid, cholesterol, phytosphingosine, palmitoyl tetrapeptide 1, palmitoyl tetrapeptide 10, dipeptide 1, acetyl Tetrapeptide 9, hyaluronic acid, hydrolyzed hyaluronic acid, sodium hyaluronate crosspolymer, sodium hyaluronate, sodium acetylated hyaluronate, potassium hyaluronate, hydroxypropyl trimonium hyaluronate, dimethyl silanol hyaluronate, ascorbyl propyl hyaluronate, phenoxyethanol, c13-14 alkane, laureth-7, polyacrylamide, Trimethyl pentanediol/adipic acid Copolymer, BHT, DMDM Hydantoin, parfum, Iodopropynyl butylcarbamate, carbomer.

Bahan Aktif Unggulan:

Polyglutamic acid 1%

Berasal dari asam amino glutamic acid, Polyglutamic Acid (PGA) adalah bahan yang identik dengan kulit (skin identical). Kemampuannya dalam mengikat air jauh melampaui Hyaluronic Acid, yaitu 3-5 kali lebih baik, menjadikannya komponen penting untuk menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier.

Retinol

Retinol merupakan salah satu bahan aktif anti-aging yang paling terbukti secara ilmiah. Bahan ini perlu dikonversi oleh enzim di dalam kulit untuk bekerja optimal. Setelah dikonversi, efeknya setara dengan retinoic acid, meskipun secara umum 10-20 kali lebih ringan. Retinol efektif dalam menghaluskan kulit, mengurangi kerutan, mengencangkan, serta meratakan warna kulit. Bahan ini juga bermanfaat bagi kulit yang rentan berjerawat.

Meskipun retinol dapat menyebabkan efek samping dan iritasi, risikonya jauh lebih rendah dibandingkan retinoic acid. Namun, penggunaan retinol tidak disarankan bagi ibu hamil.

Ferulic Acid 0.5%

Senyawa alami yang ditemukan dalam dinding sel tanaman seperti padi, gandum, dan apel. Ferulic Acid adalah antioksidan kuat yang ketika dikombinasikan dengan Vitamin C dan E, dapat melipatgandakan kemampuan antioksidan dan perlindungan terhadap sinar UV. Selain itu, bahan ini juga memiliki efek anti-aging dan mencerahkan kulit.

Sodium PCA

Sebagai Natural Moisturizing Factor (NMF) yang identik dengan kulit, Sodium PCA berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit dan mendukung fungsi skin barrier.

Bisabolol

Diekstrak dari bunga Chamomile, Bisabolol memiliki sifat menenangkan kulit (skin soothing) dan anti-inflamasi. Sangat baik untuk merawat kulit yang mengalami iritasi dan sensitivitas.

Soluble Collagen

Berfungsi sebagai agen hidrator, Soluble Collagen memiliki kemampuan mengikat air yang mirip dengan Hyaluronic Acid. Ini membantu menjaga kelembapan lapisan kulit, menghasilkan kulit yang terasa kenyal, plump, dan elastis.

Dipotassium Glycyrrhizate

Diperoleh dari tanaman licorice, senyawa ini memiliki potensi anti-inflamasi yang kuat. Mampu menenangkan kulit iritasi, kemerahan, serta kondisi seperti eczema dan rosacea, sekaligus memiliki aktivitas antioksidan.

Allantoin

Diambil dari tanaman Comfrey, Allantoin memiliki sifat menenangkan kulit (skin soothing), anti-inflamasi, dan membantu mempercepat proses pemulihan luka pada kulit.

Mengandung 4 Jenis Ceramide

  • Glucosyl Ceramide: Berperan sebagai prekursor ceramide, yaitu bahan dasar pembentuk ceramide dalam kulit.
  • Ceramide NP (Ceramide 3): Membantu memperbaiki dan memperkuat skin barrier.
  • Ceramide AP (Ceramide 6-II): Berkontribusi dalam menyimpan asam lemak esensial di lapisan epidermis.
  • Ceramide EOP (Ceramide 1): Memiliki peran krusial dalam menyatukan lapisan lipid skin barrier.

Kombinasi keempat ceramide ini sangat penting untuk melengkapi komponen lipid kulit yang hilang, meningkatkan fungsi barrier, mencegah hilangnya air transepidermal (TEWL), mengurangi tanda-tanda sensitivitas, serta mempertahankan hidrasi kulit.

Phospholipid

Merupakan lipid yang secara alami menyusun sekitar 75% membran sel. Sebagai bahan yang identik dengan kulit, Phospholipid adalah humektan yang sangat kuat. Ia membantu mengunci kelembapan, merangsang produksi kelembapan alami kulit, dan meningkatkan fungsi skin barrier. Selain itu, ia juga berperan dalam menciptakan efek liposomal untuk membantu enkapsulasi bahan aktif.

Cholesterol

Sebagai bahan yang identik dengan kulit, Cholesterol berfungsi sebagai emollient yang penting untuk melindungi kulit dari ancaman eksternal.

Phytosphingosine

Merupakan jenis lipid yang ditemukan secara alami di lapisan kulit (skin identical) dan merupakan bagian dari ceramide. Phytosphingosine memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, yang dapat membantu mencegah infeksi dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Mengandung 4 Jenis Peptide

  • Palmitoyl Tetrapeptide-1: Terdiri dari tiga asam amino (glisin, histidin, lisin), fragmen dari kolagen tipe 1. Memicu sintesis kolagen baru dengan ‘mengelabui’ kulit agar mengira ada kerusakan kolagen.
  • Palmitoyl Tetrapeptide-10: Terdiri dari dua asam amino (alanin dan histidin). Meningkatkan kejernihan kulit (skin transparency) dengan memicu protein chaperone alpha crystallin, sehingga kulit tampak lebih halus dan bercahaya.
  • Dipeptide-1 (Eyeliss): Terdiri dari dua asam amino (valin, triptofan). Dikenal sebagai ‘Eyeliss’, peptide ini berfungsi mengurangi tampilan mata sembap (puffy eyes).
  • Acetyl Tetrapeptide-9: Membantu mensintesis kolagen tipe 1 di lapisan dermis dan lumican (protein matriks ekstraseluler). Berperan menjaga kestabilan kolagen serta meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit.

Mengandung 10 Jenis Hyaluronic Acid

  1. Hyaluronic Acid: High molecular weight.
  2. Hydrolyzed Hyaluronic Acid: Low molecular weight.
  3. Sodium Hyaluronate Crosspolymer: Medium molecular weight.
  4. Sodium Hyaluronate: High molecular weight.
  5. Sodium Acetylated Hyaluronate: Medium molecular weight.
  6. Potassium Hyaluronate: High molecular weight.
  7. Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate: Medium molecular weight.
  8. Dimethyl Silanol Hyaluronate: High molecular weight + organic silicon, memberikan efek menenangkan instan, hidrasi mendalam, dan anti-aging.
  9. Hydrolyzed Sodium Hyaluronate: Low molecular weight.
  10. Ascorbyl Propyl Hyaluronate (VCP-HA): Kombinasi Hyaluronic Acid dan Vitamin C yang sangat stabil. Memiliki kemampuan mencerahkan yang kuat (brightening), anti-aging, menyamarkan kerutan, dan antioksidan.

Dengan ukuran molekul yang bervariasi (high, medium, low), kesepuluh jenis Hyaluronic Acid ini bekerja sinergis untuk menghidrasi seluruh lapisan kulit dan memberikan kelembapan yang tahan lama.

Bahan Pelengkap:

  • Aqua: Air sebagai pelarut utama.
  • Cyclopentasiloxane: Silicone volatil yang berfungsi sebagai emollient dan slip agent, memberikan tekstur halus.
  • Methylpropanediol: Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
  • Polysorbate 20: Pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan-bahan yang tidak larut dalam air.
  • Glycerin: Pelarut, skin identical, dan humektan yang menarik kelembapan ke kulit.
  • Phenoxyethanol: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
  • C13-14 Alkane: Pengemulsi.
  • Laureth-7: Pengemulsi.
  • Polyacrylamide: Pengental sintetis untuk memberikan tekstur pada formula.
  • Trimethyl Pentanediol/Adipic Acid Copolymer: Meningkatkan kekentalan formula, memberikan efek pelepasan bahan aktif bertahap (time release) untuk mengurangi iritasi, dan membantu penetrasi bahan aktif.
  • BHT: Antioksidan sintetis untuk mencegah oksidasi formula.
  • DMDM Hydantoin: Pengawet yang melepaskan sedikit formalin.
  • Parfum: Memberikan aroma pada produk.
  • Iodopropynyl Butylcarbamate: Pengawet.
  • Carbomer: Agen pengental (gelling agent) untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.

Kesimpulan Mendalam

Whitelab Retinol Treatment Serum merupakan pilihan komprehensif untuk perawatan anti-aging, berkat formulasi yang kaya akan lebih dari 20 bahan aktif.

Kandungan utamanya adalah 1% Encapsulated Retinol yang menawarkan efektivitas lebih tinggi dengan risiko iritasi yang minimal. Teknologi enkapsulasi bekerja dengan membungkus retinol dalam lapisan pelindung (dalam kasus Whitelab, menggunakan molekul gula dextrin), yang menjaga stabilitas retinol dan melepaskannya secara bertahap (time release). Lapisan pembungkus ini juga membantu mengantarkan retinol lebih dalam ke kulit untuk penyerapan yang lebih optimal, sehingga meminimalkan efek samping.

Serum ini juga diperkaya dengan 0.5% Ferulic Acid, yang bersinergi dengan Retinol membentuk kompleks antioksidan kuat. Kombinasi ini tidak hanya melindungi kulit dari radikal bebas tetapi juga membantu menyamarkan flek hitam.

Kehadiran 4 jenis Ceramide sangat krusial untuk memperkuat skin barrier, sementara 4 jenis Peptide bekerja efektif dalam perawatan anti-aging. Hyaglutamic 10000™, gabungan 10 jenis Hyaluronic Acid dan Polyglutamic Acid 10000 ppm (1%), memastikan hidrasi mendalam dan menjaga elastisitas kulit.

Serum ini direkomendasikan untuk digunakan pada rutinitas malam hari (PM Routine). Untuk adaptasi kulit, mulailah dengan pemakaian 2-3 kali seminggu sebelum meningkatkannya secara bertahap.

Produk ini bebas alkohol, bebas paraben, dan oil-free non-comedogenic.

Namun, perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung Polysorbate 20. Selain itu, tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.

Artikel menarik Lainnya