Home » Naavagreen Azeloacne Serum: Cek Kandungan & Manfaatnya!

Naavagreen Azeloacne Serum: Cek Kandungan & Manfaatnya!

Naavagreen Azeloacne Serum: Cek Kandungan & Manfaatnya!

Skincapedia.com – Navagreen Azeloacne Serum hadir sebagai solusi inovatif bagi pemilik kulit berjerawat, menawarkan formulasi kaya bahan aktif alami dan sintetis yang dirancang untuk melawan jerawat serta menjaga kesehatan kulit.

Diformulasikan dengan perpaduan bahan-bahan pilihan, Navagreen Azeloacne Serum diklaim mampu merawat kulit yang tengah berjuang melawan jerawat sekaligus menekan pertumbuhan bakteri penyebabnya. Kehadirannya menjadi angin segar bagi mereka yang mencari perawatan efektif namun tetap mengedepankan kandungan yang bermanfaat.

Navagreen Azeloacne Serum. Sumber: Shopee

Penggunaan serum ini terbilang praktis. Cukup oleskan secara merata pada wajah yang sudah dibersihkan, pastikan untuk menghindari area sensitif di sekitar mata. Dengan nomor registrasi BPOM NA18210103938, produk ini telah teruji keamanannya. Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 71.000 untuk kemasan 15 gram, menjadikannya pilihan yang terjangkau namun kaya manfaat.

Mengupas Tuntas Kandungan Navagreen Azeloacne Serum

Daftar Lengkap Bahan (Ingredients):


Aqua, Niacinamide, Potassium Azeloyl Diglycinate, Glycerin, Propanediol, Butylene Glycol, Cetyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Dimethicone, Glyceryl Behenate, Glycine Soja Oil, Cocamidopropyl Dimethylamine, Panthenol, Sodium PCA, PEG-75 Stearate, Phenoxyethanol, Salicylic Acid, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Ceteth-20, Steareth-20, Sodium Lauroyl Lactylate, Glycolic Acid, Hamamelis Virginiana Leaf Extract, Methylparaben, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Xanthan Gum, BHT, Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate, Sodium Metabisulfite, Disodium EDTA, Buteth-3, Arnica Montana Flower Extract, Polysorbate 80, Ethylparaben, Ethylhexylglycerin, Sodium Benzotriazolyl Butylphenol Sulfonate, Glyceryl Caprylate, Propylparaben, Lactobacillus/Pear Juice Ferment Filtrate, Ceramide NP, Ceramide AP, Phytosphingosine, Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil, Cholesterol, t-Butyl Citrate, Salix Alba Bark Extract, Rehmannia Sinensis Extract, Olive Oil, o-Cymen-5-ol, Carbomer, Phellodendron Amurense Bark Extract, Tocopherol, Melia Azadirachta Leaf Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Houttuynia Cordata Extract, Glycine Soja Protein, Ceramide EOP.


Bahan Utama (Key Ingredients) yang Berperan Penting:

Niacinamide.

Dikenal luas sebagai Vitamin B3, Niacinamide adalah bintang dalam dunia pencerah kulit (skin brightening). Senyawa ini berperan penting dalam menstimulasi produksi ceramide dan lipid esensial yang memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier). Lebih lanjut, Niacinamide efektif dalam mengontrol produksi minyak berlebih, memiliki sifat anti-inflamasi, serta memberikan perlindungan terhadap efek buruk sinar UV dan blue light.

Potassium Azeloyl Diglycinate.

Dikenal juga sebagai Azeclair, turunan dari azelaic acid ini menawarkan beragam manfaat. Azeclair memiliki kemampuan anti-inflamasi yang kuat, efek mencerahkan kulit dengan menghambat enzim tyrosinase, serta sifat antibakteri. Selain itu, ia efektif mengontrol produksi sebum, menjadikannya idola bagi kulit berminyak dan rentan berjerawat. Azeclair juga menghambat pembentukan keratin berlebih pada lapisan terluar kulit. Berkat kandungan asam amino glycine, senyawa ini juga berfungsi sebagai humektan atau pelembap. Keunggulannya dibandingkan azelaic acid murni adalah sifatnya yang lebih lembut, sehingga cocok bahkan untuk kulit kering dan sensitif.

Glycine Soja Oil.

Minyak kedelai ini kaya akan asam lemak esensial. Linoleic acid berperan krusial dalam menjaga integritas skin barrier, sementara oleic acid menutrisi kulit dan sangat baik untuk mengatasi kekeringan. Linolenic acid turut berkontribusi dengan sifat anti-inflamasinya.

Panthenol.

Merupakan prekursor Vitamin B5. Panthenol adalah agen pelembap yang handal, membantu kulit meningkatkan produksi lipid yang vital untuk kekuatan dan kesehatan mantel kulit. Ia juga bertindak sebagai agen anti-inflamasi dan pelindung kulit, meredakan iritasi yang mungkin disebabkan oleh bahan aktif lain. Lebih lanjut, panthenol mendukung proses penyembuhan luka pada kulit.

Sodium PCA.

Sebagai bagian dari Natural Moisturizing Factor (NMF) yang identik dengan kulit, Sodium PCA memiliki peran penting dalam menjaga hidrasi kulit serta mendukung fungsi optimal skin barrier.

Salicylic Acid.

Dikenal luas sebagai BHA (Beta Hydroxy Acid), Salicylic Acid memiliki kemampuan unik untuk menembus lapisan kulit hingga ke dalam pori-pori, membersihkannya dari sumbatan. Senyawa ini menjadi standar emas dalam mengatasi masalah kulit seperti komedo (blackhead), jerawat, peradangan, dan kulit berminyak.

Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil.

Tea Tree Oil (TTO) mengandung komponen aktif utama seperti terpineol-4 (40%), terpinene (23%), dan alpha terpinene (10%). Minyak ini memiliki properti antibakteri, antivirus, dan antijamur yang kuat. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa gel TTO 5% memiliki efikasi yang setara dengan losion benzoyl peroxide 5%, namun dengan tingkat iritasi yang lebih rendah dan efek yang lebih bertahap.

Glycolic Acid.

Merupakan salah satu jenis AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang paling banyak diteliti dan terbukti khasiatnya. Glycolic Acid dikenal sebagai AHA yang paling kuat di antara jenis lainnya karena ukuran molekulnya yang paling kecil, memungkinkannya penetrasi lebih mudah ke lapisan epidermis kulit.

Hamamelis Virginiana Leaf Extract.

Ekstrak daun Witch Hazel ini mengandung komponen bioaktif utama seperti hammamelitannins (astringent dan antioksidan), catechin (anti-inflamasi dan antioksidan), serta gallic acid (antibakteri).

Arnica Montana Flower Extract.

Ekstrak bunga Arnica memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan anti-inflamasi. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa individu, ekstrak ini dapat menyebabkan sensitivitas.

Lactobacillus/Pear Juice Ferment Filtrate.

Mengandung AHA alami yang membantu mempercepat regenerasi sel kulit, sekaligus memberikan hidrasi, serta menjaga keseimbangan acid mantle dan pH kulit.

Phytosphingosine.

Merupakan sejenis lipid yang secara alami terdapat pada lapisan kulit (skin identical) dan merupakan bagian dari ceramide. Phytosphingosine memiliki properti antimikroba dan anti-inflamasi, membantu mencegah infeksi dan menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat.

Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil.

Minyak biji Safflower kaya akan Vitamin E dan Omega-6 (Vitamin F). Kandungan ini sangat baik untuk menutrisi kulit, melindungi dari radikal bebas, memiliki efek anti-inflamasi, sekaligus melembapkan kulit.

Cholesterol.

Sebagai komponen skin identical, kolesterol berfungsi sebagai emollient yang vital dalam struktur skin barrier. Ia berperan melindungi kulit dari ancaman eksternal.

Salix Alba Bark Extract.

Ekstrak kulit kayu Willow Putih ini mengandung flavonoid dan asam fenolik yang memiliki kemampuan sebagai tonik, astringen, dan antiseptik. Dengan demikian, ekstrak ini sangat bermanfaat dalam perawatan kulit berminyak dan berjerawat.

Rehmannia Sinensis Extract.

Ekstrak ini kaya akan Vitamin A, B, C, asam amino, dan rehmaglitin. Memiliki sifat anti-inflamasi dan antijamur yang kuat. Selain itu, senyawa stachyose di dalamnya memberikan efek melembapkan kulit.

Olive Oil.

Minyak zaitun kaya akan asam lemak seperti oleic acid (55-83%), linoleic acid (3,5-20%), dan palmitic acid (7-20%). Juga mengandung antioksidan polifenol, Vitamin E, karotenoid, dan squalene. Kombinasi ini tidak hanya melembapkan dan menutrisi, tetapi juga melindungi kulit dari radikal bebas dan paparan sinar UV.

o-Cymen-5-ol.

Dikenal juga sebagai isopropyl methylphenol, senyawa ini adalah agen antimikroba yang efektif menghambat perkembangbiakan bakteri, termasuk P. acnes, bahkan pada konsentrasi rendah.

Phellodendron Amurense Bark Extract.

Ekstrak kulit kayu Phellodendron memiliki properti anti-inflamasi, antioksidan ringan, dan antibakteri kuat yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Tocopherol.

Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan, pelembap, dan pelindung kulit dari paparan UVB. Tocopherol juga membantu menjaga kestabilan formula agar tidak mudah teroksidasi.

Melia Azadirachta Leaf Extract.

Ekstrak daun Neem, yang populer dalam pengobatan Ayurveda, kaya akan antioksidan, antiseptik, anti-inflamasi, dan anti-acne. Senyawa ini juga membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Scutellaria Baicalensis Root Extract.

Ekstrak akar Skullcap, tanaman herbal tradisional Tiongkok, mengandung flavonoid seperti baicalin, baicalein, dan wogonin. Senyawa-senyawa ini memiliki potensi antioksidan dan anti-inflamasi yang signifikan.

Houttuynia Cordata Extract.

Ekstrak Heartleaf mengandung senyawa antioksidan seperti quercetin, quercitrin, hyperoside, dan rutin, yang memiliki properti anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Selain itu, polisakarida di dalamnya membantu menghidrasi dan menjaga elastisitas kulit.

Glycine Soja Protein.

Protein kacang kedelai memiliki khasiat anti-inflamasi, menstimulasi produksi kolagen, serta bertindak sebagai antioksidan potensial untuk menetralisir radikal bebas. Senyawa ini juga dapat membantu mencerahkan kulit dan mencegah pigmentasi akibat radiasi UV.

Mengandung 3 jenis Ceramide Esensial:

  • Ceramide NP (alias Ceramide 3): Berperan penting dalam memperbaiki skin barrier.
  • Ceramide AP (alias Ceramide 6-II): Membantu menyimpan asam lemak esensial di lapisan epidermis.
  • Ceramide EOP (alias Ceramide 1): Berfungsi menyatukan barrier lipid kulit.

Bahan Pelengkap dalam Formulasi:

  • Aqua, air sebagai pelarut utama.
  • Propanediol: Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • Butylene Glycol: Berperan sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • Cetyl Alcohol: Jenis lemak alkohol yang berfungsi sebagai emollient, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi.
  • Glyceryl Stearate: Pengemulsi dan emollient.
  • Dimethicone: Jenis silikon yang memberikan efek emollient semi-oklusif, melapisi kulit agar terasa halus dan licin, mengunci kelembapan tanpa rasa lengket, serta memberikan efek wrinkle-filler sementara.
  • Glyceryl Behenate: Kombinasi gliserin dan asam behenat yang berfungsi sebagai agen pembentuk gel, menghasilkan formula bertekstur sangat lembut tanpa rasa lengket, sekaligus menstabilkan emulsi.
  • Cocamidopropyl Dimethylamine: Agen pengemulsi.
  • PEG-75 Stearate: Agen pengemulsi dan emollient.
  • Phenoxyethanol: Pengawet.
  • Ceteth-20: Agen pengemulsi.
  • Steareth-20: Agen pengemulsi.
  • Sodium Lauroyl Lactylate: Agen pengemulsi.
  • Methylparaben: Pengawet.
  • PEG-60 Hydrogenated Castor Oil: Agen pengemulsi.
  • Xanthan Gum: Pengental alami.
  • BHT: Antioksidan sintetis untuk melindungi formula dari oksidasi.
  • Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate: Antioksidan yang menstabilkan dan melindungi formula dari degradasi akibat paparan cahaya, udara, atau suhu tinggi.
  • Sodium Metabisulfite: Pengawet.
  • Disodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam agar tidak bereaksi dengan formula.
  • Buteth-3: Agen pengemulsi.
  • Polysorbate 80: Agen pengemulsi.
  • Ethylparaben: Pengawet.
  • Ethylhexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet (preservative booster) dan humektan.
  • Sodium Benzotriazolyl Butylphenol Sulfonate: Melindungi formula dari degradasi akibat paparan cahaya.
  • Glyceryl Caprylate: Agen pengemulsi.
  • Propylparaben: Pengawet.
  • t-Butyl Citrate: Ester organik dari asam sitrat yang berfungsi sebagai buffer untuk mengatur pH formula.
  • Carbomer: Agen pembentuk gel untuk mengentalkan formula.

Kesimpulan Mengenai Navagreen Azeloacne Serum

✔️Navagreen Azeloacne Serum unggul dengan lebih dari 25 bahan utama (key ingredients) yang secara sinergis bekerja merawat kulit berjerawat dan mencegah perkembangbiakan bakteri penyebabnya.

✔️Untuk penanganan jerawat dan kontrol minyak, serum ini diperkuat oleh kombinasi efektif seperti Azeclair, salicylic acid, Tea Tree Oil, o-Cymen-5-ol, dan witch hazel.

✔️Bagi yang mendambakan kulit lebih cerah, kandungan Niacinamide, Azeclair, dan licorice hadir memberikan solusi.

✔️Produk ini kaya akan ekstrak botani yang memiliki manfaat anti-inflamasi, antibakteri, menenangkan kulit (skin soothing), dan sebagai antioksidan.

✔️Kandungan seperti Glycine Soja Oil, Panthenol, Sodium PCA, Safflower Oil, Olive Oil, serta beberapa emollient lainnya, turut berperan dalam menjaga kelembapan kulit.

✔️Formulasi diperkaya dengan 3 jenis ceramide, phytosphingosine, dan cholesterol yang sangat baik untuk memperkuat skin barrier.

✔️Keberagaman key ingredients menjadi salah satu keunggulan utama serum ini.

✔️Serum ini cocok digunakan baik pada rutinitas pagi (AM) maupun malam (PM).

✔️Bebas alkohol.
✔️Bebas pewangi (fragrance-free).

✔️Namun, produk ini tidak sepenuhnya bebas minyak (oil-free). Terdapat beberapa bahan yang berpotensi menimbulkan komedo (comedogenic):

  • Butylene Glycol (tingkat komedogenik 1)
  • Glycine Soja Oil (tingkat komedogenik 1-2)
  • Dimethicone (tingkat komedogenik 1)
  • Cetyl Alcohol (tingkat komedogenik 3)

Artikel menarik Lainnya