Home » Sayuran yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

Sayuran yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

Skincapedia.com – Banyak orang menganggap kulkas sebagai solusi utama untuk menjaga kesegaran sayuran dalam jangka waktu lama. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Beberapa jenis sayuran justru mengalami penurunan kualitas, perubahan tekstur, hingga kehilangan cita rasa ketika disimpan pada suhu dingin.

Setiap sayuran memiliki kebutuhan penyimpanan yang spesifik. Ada jenis yang lebih optimal disimpan di tempat sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik daripada di dalam lemari pendingin yang dingin dan lembap.

Memahami karakteristik ini penting agar sayuran tetap berkualitas dan aman dikonsumsi. Lantas, sayuran apa saja yang sebaiknya dihindari dari penyimpanan di kulkas?

1. Kentang dan Ubi

Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), kentang dan ubi paling ideal disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Penyimpanan di kulkas dapat mengubah pati dalam umbi-umbian ini menjadi gula lebih cepat.

Konversi gula ini tidak hanya membuat rasa kentang dan ubi menjadi lebih manis, tetapi juga mengubah teksturnya dan berpotensi memengaruhi hasil masakan. Lebih lanjut, peningkatan kadar gula pada kentang dapat memicu pembentukan akrilamida lebih tinggi saat diolah dengan panas tinggi seperti digoreng atau dipanggang.

Untuk menjaga kualitas dan keamanannya, simpan kentang dan ubi di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Bawang-bawangan

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay adalah beberapa contoh bawang-bawangan yang tidak cocok disimpan di lingkungan kulkas yang lembap. Suhu dingin dapat membuat mereka lebih cepat lembek, berjamur, bahkan memicu pertumbuhan tunas.

National Onion Association menyarankan agar bawang disimpan di tempat yang kering, memiliki ventilasi yang baik, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung untuk memperpanjang masa simpannya. Penting juga untuk tidak menyimpan bawang bersama kentang, karena keduanya dapat mempercepat proses pembusukan satu sama lain.

3. Tomat dan Timun

Tomat dan timun termasuk dalam kategori sayuran yang sensitif terhadap suhu dingin. University of California Agriculture and Natural Resources menjelaskan bahwa tomat akan mencapai rasa terbaiknya jika disimpan pada suhu ruang. Penyimpanan di kulkas justru dapat menurunkan kualitas rasa dan mengubah teksturnya.

Sementara itu, timun rentan mengalami kerusakan akibat suhu rendah yang ditandai dengan munculnya bercak pada kulit dan tekstur yang cepat layu. Keduanya lebih direkomendasikan disimpan pada suhu ruang dan dijauhkan dari sinar matahari langsung.

4. Labu

Labu utuh memiliki daya simpan yang cukup baik jika ditempatkan di area yang sejuk dan kering. Menyimpannya di dalam kulkas justru dapat meningkatkan kelembapan, yang berisiko mempercepat proses pembusukan.

Namun, jika labu sudah terlanjur dipotong, sangat disarankan untuk membungkus bagian yang tersisa dengan rapat atau menyimpannya dalam wadah tertutup sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

5. Terong

Terong sangat rentan terhadap chilling injury, atau kerusakan akibat suhu yang terlalu rendah. Jika disimpan terlalu lama di dalam kulkas, kulit terong bisa muncul bercak kecoklatan, teksturnya menjadi lembek, dan rasanya pun menurun.

Oleh karena itu, terong lebih baik disimpan pada suhu ruang dan segera diolah dalam beberapa hari setelah dibeli. University of California Davis Postharvest Technology Center mencatat bahwa terong sangat sensitif terhadap suhu di bawah 10 derajat Celsius.

6. Buah-buahan Tertentu

Tidak semua buah cocok disimpan di dalam kulkas. U.S. Department of Agriculture (USDA) menyarankan beberapa buah tropis seperti pisang dan alpukat mentah untuk disimpan pada suhu ruang hingga matang sempurna.

Proses pematangan alami pisang, alpukat mentah, nanas utuh, dan melon yang belum dipotong akan lebih baik berjalan pada suhu ruang. Apel dan jeruk memang dapat disimpan di kulkas untuk memperpanjang kesegarannya, namun keduanya juga masih aman disimpan di suhu ruang jika akan segera dikonsumsi. Setelah buah dipotong, barulah simpan di kulkas dalam wadah tertutup agar tetap segar.

7. Jamur

Menurut Mushroom Council, jamur segar sebaiknya tidak disimpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik rapat di dalam kulkas. Hal ini karena dapat memerangkap kelembapan dan mempercepat proses pembusukan.

Cara terbaik untuk menyimpan jamur adalah menggunakan kantong kertas atau kemasan aslinya di rak kulkas agar sirkulasi udara tetap terjaga. Meskipun demikian, menyimpan jamur di suhu ruang terlalu lama juga akan membuatnya cepat layu dan rusak.

Itu dia deretan sayuran dan buah-buahan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas. Apakah Anda masih sering melakukan kesalahan dalam penyimpanannya?

__
Tertarik untuk menjadi bagian dari komunitas yang aktif mengadakan berbagai acara daring dan luring yang seru? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan juga memiliki grup khusus bagi mahasiswa. Bergabunglah dengan komunitas kami. Daftarkan diri Anda sekarang!

Artikel menarik Lainnya