Home » Brigitta Gunawan: Inspirasi Muda Peduli Laut Versi Forbes

Brigitta Gunawan: Inspirasi Muda Peduli Laut Versi Forbes

Skincapedia.com – Brigitta Maria Andrea Gunawan, seorang aktivis kelautan muda asal Indonesia, telah menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026 pada kategori Social Impact. Lulusan Ecology and Conservation Biology dari Monash University ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk membawa perubahan signifikan bagi kelestarian bumi.

Perjalanan Brigitta dimulai dari kecintaannya pada laut, yang bersemi sejak kecil saat menginjakkan kaki di pantai Bali. Momen krusial terjadi ketika ia melakukan snorkeling di Nusa Penida. Kekaguman pada keindahan bawah laut berpadu dengan kekhawatiran mendalam atas prediksi kepunahan terumbu karang hingga 90 persen pada tahun 2050. Perasaan ini mendorong Brigitta untuk bertindak nyata.

Kisah inspiratif Brigitta, yang dirangkum dari berbagai sumber termasuk Forbes, UNDP, dan Samsung Mobile Press, menunjukkan dedikasinya yang luar biasa terhadap isu kelautan.

30×30 Indonesia: Dari Tagar Menjadi Aksi Nyata

Pada usia 17 tahun, di tengah tantangan pandemi COVID-19 pada tahun 2021, Brigitta meluncurkan kampanye digital bernama 30×30 Indonesia. Nama kampanye ini terinspirasi dari target global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan melindungi 30 persen lautan dunia pada tahun 2030 demi kelangsungan ekosistem laut. Berawal dari penggunaan tagar di media sosial untuk menggalang dukungan, kampanye ini disambut antusias oleh ratusan anak muda.

Gerakan yang awalnya digital ini kini telah bertransformasi menjadi organisasi nirlaba yang sukses. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah pembangunan 30×30 Coral Garden di Tulamben, Bali. Berkolaborasi dengan komunitas selam lokal dan warga desa, mereka berhasil menanam lebih dari 1400 fragmen terumbu karang, dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 86 persen.

Proyek ambisius ini tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga dukungan pendanaan dari lembaga internasional terkemuka seperti National Geographic Society dan The Nature Conservancy. Lebih lanjut, gerakan 30×30 Indonesia juga berhasil mengumpulkan lebih dari 16 ribu tanda tangan petisi. Petisi ini bertujuan mendorong pemerintah Indonesia untuk meratifikasi perjanjian internasional mengenai perlindungan laut lepas, yang dikenal sebagai High Seas Treaty.

Diverseas: Membawa Keajaiban Laut ke Ruang Kelas Melalui VR

Brigitta menyadari bahwa salah satu hambatan terbesar dalam upaya konservasi laut adalah minimnya kepedulian masyarakat yang tidak memiliki kesempatan untuk melihat keindahan bawah laut secara langsung. Berangkat dari keprihatinan ini, sebuah program edukasi gratis bernama Diverseas diluncurkan pada tahun 2024.

Sebagai bagian dari program Generation17 Young Leader, sebuah inisiatif kolaborasi antara UNDP dan Samsung, Brigitta memanfaatkan teknologi canggih. Ia menggunakan perangkat Samsung Galaxy dan teknik perekaman bawah air 360 derajat. Tujuannya adalah untuk membawa pengalaman ekosistem laut langsung ke dalam ruang kelas melalui teknologi Virtual Reality (VR).

Melalui teknologi VR, siswa yang tinggal di daerah perkotaan maupun pedalaman kini dapat merasakan sensasi “menyelam” secara virtual. Mereka dapat belajar tentang literasi kelautan (ocean literacy) dengan cara yang imersif dan menarik. Hingga saat ini, Diverseas telah berhasil menginspirasi lebih dari 20 ribu orang di 12 negara. Program ini juga telah memberikan beasiswa menyelam untuk melatih generasi baru penjaga laut.

Suara Lintas Generasi di Panggung PBB untuk Masa Depan Lautan

Perjalanan luar biasa Brigitta dalam menyuarakan isu kelautan telah membawanya ke panggung diplomasi internasional. Ia mendapatkan undangan untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80 serta New York Climate Week. Di forum-forum bergengsi ini, Brigitta berkesempatan untuk menyampaikan isu perlindungan laut langsung kepada para pemimpin dunia.

Dalam pidatonya, Brigitta menekankan pentingnya kolaborasi yang melibatkan berbagai generasi. Ia memiliki keyakinan kuat bahwa suara kaum muda harus mendapatkan porsi yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Selain itu, ia juga percaya bahwa edukasi yang tepat sejak dini akan membentuk generasi pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran dan komitmen kuat terhadap isu lingkungan.

“Bagi anak muda, menyerah bukanlah pilihan. Kita harus tetap optimis,” tegas Brigitta, menunjukkan semangat pantang menyerah yang menjadi inspirasinya.

Pencapaian Brigitta dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia ini menjadi bukti nyata bahwa aksi yang dimulai dari skala lokal dapat memberikan dampak yang signifikan di tingkat global. Kisahnya adalah pengingat yang berharga bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil untuk lingkungan, sekecil apapun itu, memiliki arti penting. Mari kita mulai menyuarakan kepedulian kita dan mewujudkan tindakan nyata untuk bumi mulai dari sekarang.

Artikel menarik Lainnya