Pernahkah Anda merasakan serangan panik? Mungkin saat Anda sedang santai menikmati waktu sendiri, tiba-tiba muncul keringat dingin dan rasa takut yang tidak jelas sebabnya.
Kondisi serupa bisa saja terjadi saat berada di dalam lift atau ketika terbang menggunakan pesawat. Serangan panik atau panic attack dapat muncul karena pemicu tertentu maupun secara tiba-tiba. Mari kita kenali berbagai fakta psikologis seputar panic attack, sebagaimana dikutip dari situs Verywellmind dan American Psychological Association (APA).
Apa Itu Panic Attack?
Banyak orang keliru mengartikan panic attack dan terburu-buru menganggapnya sebagai gangguan klinis. Padahal, panic attack sendiri ditandai dengan hadirnya ketakutan dan kecemasan yang disertai gejala fisik yang tidak nyaman. Hal ini tidak serta-merta mengklasifikasikan panic attack sebagai gangguan psikologis tersendiri, namun bisa jadi merupakan bagian dari gejala gangguan psikologis lainnya.
Tanda-tanda Panic Attack

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM-5), panic attack biasanya muncul dengan setidaknya empat gejala fisik, emosional, dan mental lainnya. Namun, ini tidak berarti setiap panic attack pasti menunjukkan adanya gangguan klinis.
Beberapa gejala fisik yang umum terjadi meliputi nyeri dada, keringat berlebihan, sensasi panas, pusing mendadak, mati rasa, jantung berdebar kencang, sakit perut, mual, rasa tercekik, hingga gemetar hebat bahkan pingsan. Gejala emosional dan psikologis sering kali berupa rasa takut yang tak terkendali, kesulitan mengendalikan kecemasan, serta munculnya skenario negatif dalam pikiran.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini secara berulang, luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri dan jangan langsung mendiagnosis diri sendiri melalui internet. Informasi dari berbagai situs web belum tentu sesuai dengan kondisi Anda. Sebaiknya, konsultasikan gejala tersebut dengan profesional kesehatan mental.
Jenis Panic Attack

Baca juga: Pola Pikir yang Mengaitkan Kekayaan dengan Nilai Diri Seseorang
Panic attack dapat muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu atau dipicu oleh faktor tertentu. Contoh pemicunya adalah berada di ruang tertutup dan sempit seperti lift, yang dapat menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan ekstrem. Situasi lain yang bisa memicu adalah sesaat sebelum pesawat lepas landas.
Di sisi lain, panic attack juga bisa terjadi tanpa pemicu yang jelas. Anda mungkin sedang bersantai, hendak tidur, atau baru saja selesai melakukan aktivitas pribadi, lalu tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan di seluruh tubuh, disertai rasa takut dan cemas yang datang mendadak tanpa Anda ketahui penyebabnya. Terkadang, ini bisa jadi berkaitan dengan fobia tertentu yang belum disadari.
Penyebab Panic Attack

Berbagai penelitian belum dapat menentukan satu penyebab tunggal dari panic attack. Faktor biologis, seperti riwayat keluarga yang mengalami panic attack, dapat meningkatkan risiko bagi anggota keluarga lainnya. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan faktor genetik.
Namun, faktor lingkungan juga berperan. Sering terpapar informasi yang menakutkan atau menimbulkan kecemasan dapat memicu kondisi fisik dan mental yang berujung pada rasa takut dan panik mendadak. Penelitian psikologi umumnya menyimpulkan bahwa panic attack merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.
Tips Cepat Atasi Panic Attack

Teknik grounding dapat membantu mengatasi panic attack saat Anda membutuhkan ketenangan untuk kembali produktif. Cobalah keluar ruangan sejenak jika memungkinkan, lalu fokus dan sebutkan dalam hati atau perlahan lima benda yang dapat Anda lihat. Perhatikan dua aroma yang tercium di sekitar Anda, atau dengarkan dua suara yang terdengar. Anda juga bisa menyentuh benda-benda di sekitar Anda dan mendeskripsikannya.
Jika panic attack terus mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental. Mereka dapat membantu Anda menemukan cara untuk merasa lebih tenang dan kembali produktif. Selamat mencoba!
