Skincapedia.com – Momen Hari Raya Iduladha, termasuk hari-hari Tasyrik, selalu lekat dengan tradisi menyembelih hewan kurban dan berbagai hidangan lezat. Salah satu bagian favorit yang seringkali disantap adalah jeroan, seperti hati, babat, dan usus, karena cita rasanya yang khas.
Jeroan hewan, menurut publikasi dalam jurnal Nutrients, memang kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin, serta nutrisi penting lainnya. Kandungannya bahkan bisa setara atau melebihi daging merah biasa. Namun, di balik kelezatannya, jeroan juga menyimpan konsentrasi purin yang sangat tinggi.
Purin adalah zat alami yang di dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat. Konsumsi jeroan secara berlebihan dapat memicu kondisi hiperurisemia, yaitu tingginya kadar asam urat dalam darah. Hal ini berpotensi menyebabkan serangan penyakit gout atau radang sendi yang sangat menyakitkan.
Agar momen perayaan tidak ternoda oleh rasa nyeri sendi, penting untuk mengetahui cara-cara alami guna menurunkan kadar asam urat tanpa harus bergantung pada obat-obatan. Berikut adalah lima cara alami yang bisa Anda terapkan.
1. Minum Air Lemon

Salah satu cara menyegarkan untuk melakukan detoksifikasi setelah mengonsumsi hidangan jeroan adalah dengan memanfaatkan buah lemon. Anda dapat memeras setengah buah lemon ke dalam segelas air hangat dan meminumnya secara rutin.
Metode ini dipercaya membantu menetralkan kadar asam urat di dalam tubuh. Sebuah studi kohort yang diterbitkan dalam International Journal of Rheumatic Diseases menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan setelah partisipan mengonsumsi air lemon selama enam minggu.
Air lemon terbukti menjadi terapi pendamping alami yang sangat bermanfaat bagi penderita asam urat dan hiperurisemia.
2. Konsumsi Jus Seledri

Selain air lemon, segelas jus seledri murni dapat menjadi penyelamat ketika persendian mulai terasa kaku dan nyeri pasca menyantap hidangan kurban. Ramuan hijau ini bekerja sebagai diuretik alami.
Diuretik alami memiliki kemampuan untuk merangsang tubuh agar membuang sisa-sisa zat melalui urine. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pernah menyarankan masyarakat melalui akun Instagram resminya (@bgsadikin) untuk mengonsumsi jus seledri saat badan terasa nyeri setelah makan jeroan.
Menurut Menkes, seledri memiliki kemampuan alami untuk membantu ginjal dalam membersihkan dan menyaring kelebihan purin dalam tubuh. Jika Anda kurang menyukai rasa seledri murni, Anda bisa menambahkan bahan lain seperti jeruk nipis atau apel untuk variasi rasa.
3. Terapkan Pola Makan Gaya DASH

Untuk solusi jangka panjang yang bersifat pencegahan, mengubah pola makan sebelum dan sesudah Iduladha sangat penting. Tujuannya adalah mengistirahatkan tubuh dari asupan protein hewani yang berlebihan dan beralih ke sumber makanan yang lebih ramah bagi tubuh.
Baca juga: Olahan Telur Lezat dan Praktis untuk Sarapan
Riset yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa menerapkan pola makan gaya DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menekankan pada protein nabati, seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan, terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat.
Efektivitas diet DASH dalam mengontrol asam urat bahkan dilaporkan lebih baik dibandingkan pola makan yang tinggi karbohidrat atau lemak tak jenuh.
4. Tingkatkan Volume Minum Air Putih

Cara paling sederhana namun sering terabaikan adalah meningkatkan asupan air putih. Setelah mengonsumsi makanan tinggi purin, termasuk jeroan, tubuh memerlukan lebih banyak cairan.
Cairan yang cukup membantu mencegah zat pemicu asam urat mengendap di ginjal maupun persendian. Konsumsi air putih minimal 2-3 liter per hari sangat penting untuk mendukung fungsi ginjal dalam menyaring dan mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine.
Selain itu, hidrasi yang optimal mencegah dehidrasi, yang dapat memperburuk dan mempercepat munculnya gejala nyeri asam urat secara mendadak.
5. Manajemen Berat Badan

Upaya pencegahan dan penanganan asam urat juga melibatkan manajemen berat badan yang tepat. Kelebihan berat badan, baik overweight maupun obesitas, dapat menghambat proses alami pembuangan asam urat oleh ginjal.
Berdasarkan publikasi ilmiah dari American Journal of Lifestyle Medicine, risiko radang sendi dapat berkurang secara signifikan melalui penurunan berat badan. Hal ini dapat dicapai dengan kombinasi modifikasi diet dan olahraga rutin.
Penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap. Penurunan berat badan yang terlalu drastis atau ekstrem justru berisiko memicu kondisi ketosis. Kondisi ini dapat mendorong ginjal untuk menyerap kembali asam urat ke dalam darah, sehingga memperburuk keadaan.
Menikmati hidangan Iduladha bersama keluarga adalah momen yang sangat berharga. Namun, kesehatan tubuh jangka panjang juga patut menjadi prioritas. Agar tidak selalu bergantung pada obat-obatan kimia saat serangan nyeri datang, mulailah merancang pola hidup sehat yang berpusat pada kebutuhan tubuh.
Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi porsi jeroan atau makanan lain yang memicu asam urat, mencukupi kebutuhan hidrasi tubuh, serta mengimbanginya dengan aktivitas fisik yang teratur.
____
