Skincapedia.com – Hari Iduladha merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Perayaan ini umumnya identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban yang dilakukan tak lama setelah salat Id. Namun, perayaan Iduladha tidak hanya terbatas pada kedua ritual tersebut.
Setiap negara dan daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut dan merayakan Iduladha, yang seringkali diwarnai dengan tradisi-tradisi unik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Mari kita telaah beberapa tradisi menarik yang mewarnai perayaan Iduladha di berbagai belahan dunia.
1. Uni Emirat Arab dan Asia Selatan

Di kawasan Negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, serta di negara-negara Asia Selatan, terdapat tradisi menghias tangan dan kaki dengan menggunakan pacar atau henna. Tradisi ini tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga menjadi cara untuk melestarikan warisan budaya setempat.
Para perempuan biasanya berkumpul untuk saling menghiasi diri dengan berbagai motif rumit, mulai dari pola bunga hingga simbol-simbol tradisional, sebagai persiapan menyambut Iduladha. Tidak jarang pula mereka menggunakan jasa seniman henna profesional untuk menciptakan karya seni yang memukau di kulit mereka.
2. Tiongkok

Komunitas Muslim di Tiongkok merayakan Iduladha dengan memadukan unsur-unsur budaya lokal. Berdasarkan informasi dari laman Condé Nast Traveller, salah satu kebiasaan unik yang dilakukan adalah membakar dupa.
Tradisi ini memiliki kaitan erat dengan penghargaan masyarakat Timur terhadap leluhur mereka. Asap yang mengepul dari dupa dipercaya membawa doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan di surga.
3. Maroko

Selain melaksanakan ibadah kurban, perayaan Iduladha di Maroko juga dikenal dengan tradisi yang khas. Menjelang hari raya, seluruh warga disibukkan dengan membersihkan dan mendekorasi rumah mereka secara indah. Tindakan ini melambangkan permulaan yang baru dan kesiapan menyambut berkah Iduladha di hunian masing-masing.
4. Nigeria

Di Nigeria, Iduladha dikenal dengan sebutan Ileya. Hari raya ini dirayakan layaknya sebuah festival yang meriah, di mana masyarakat berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan tradisional Nigeria. Namun, ada satu tradisi unik yang diwariskan dari masa lalu.
Dahulu, sebelum adanya penanda waktu yang akurat, para penjaga Emir (pemimpin di Kano) akan melepaskan tembakan dari senapan lontar mereka untuk menandai selesainya pelaksanaan salat Id. Perayaan dilanjutkan dengan parade kuda hias yang memeriahkan suasana dan menyambut datangnya hari raya.
5. Filipina

Filipina juga memiliki tradisi unik dalam memperingati Iduladha. Dilansir dari laman Daily Sabah, selain menjadi momen berkumpul dan bersantap bersama keluarga, tuan rumah seringkali melakukan sebuah kebiasaan menarik.
Sang tuan rumah akan menyelipkan sejumlah uang di bawah penutup kursi yang mengelilingi meja makan. Uang tersebut kemudian diberikan kepada siapa pun yang menduduki kursi tersebut sebagai bentuk kejutan dan apresiasi.
6. Singapura

Perayaan Iduladha di Singapura disambut dengan antusiasme yang tinggi. Umat Muslim di negara ini biasanya akan berbelanja berbagai bahan makanan dan bumbu yang diperlukan untuk mengolah daging kurban.
Keluarga-keluarga kemudian memasak daging tersebut dan berkumpul untuk menikmati hidangan bersama. Momen ini juga sering dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berbagi kebaikan dengan sesama dan lingkungan sekitar.
7. Indonesia

Indonesia, dengan kekayaan suku dan budayanya yang beragam, juga menampilkan keunikan dalam perayaan Iduladha di berbagai daerahnya. Salah satu contohnya adalah tradisi Gamelan Sekaten di Surakarta yang melambangkan keagungan Islam.
Di beberapa wilayah lain, seperti Semarang dan Yogyakarta, Iduladha turut dirayakan dengan adanya arak-arakan hasil bumi. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana berbagi kebahagiaan di tengah masyarakat.
Baca juga: Empat Kunci Kekuatan Pikiran untuk Transformasi Diri
Tradisi-tradisi unik ini menunjukkan betapa bervariasinya cara umat Muslim merayakan Iduladha di seluruh dunia. Kendati demikian, keragaman tersebut tidak sedikit pun mengurangi esensi utama dari hari raya ini, yaitu semangat berbagi dan merangkul sesama manusia.
