Tekanan darah rendah atau hipotensi kerap dianggap sebagai kondisi yang tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan dengan tekanan darah tinggi. Namun, apabila tekanan darah turun terlalu drastis, organ tubuh dapat mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen. Hal ini dapat memicu berbagai keluhan yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Secara umum, tekanan darah dianggap rendah jika angkanya berada di bawah 90/60 mmHg. Penting untuk dicatat bahwa tidak semua individu dengan angka tersebut serta-merta mengalami masalah kesehatan. Sebagian orang mungkin tetap merasa bugar, sementara yang lain bisa saja mudah merasa lemas dan mengalami pusing. Berikut adalah lima tanda tekanan darah rendah yang seringkali dianggap remeh, namun patut untuk diperhatikan.
1. Pusing Terus Menerus

Salah satu gejala khas dari tekanan darah rendah adalah rasa pusing yang konstan sepanjang waktu. Ahli kesehatan, Angelica Neison, MD, seperti dikutip dari laman EatingWell, menjelaskan bahwa pusing yang disebabkan oleh hipotensi dapat terjadi akibat penurunan asupan garam dan karbohidrat. Kedua zat ini berperan dalam menahan air dalam tubuh, yang pada gilirannya mempengaruhi volume darah. Ketika volume darah berkurang, tekanan darah pun ikut menurun.
Baca juga: Makanan Alami untuk Kulit Awet Muda dan Bercahaya Tanpa Makeup
2. Pandangan Kabur

Kondisi hipotensi tidak hanya dapat memicu sakit kepala, tetapi juga menyebabkan pandangan menjadi kabur. Neison menambahkan bahwa gejala ini kerap muncul ketika seseorang mengubah posisi tubuhnya, misalnya dari posisi duduk ke berdiri. Hal ini terjadi karena pada beberapa individu, aliran darah yang kembali menuju otak dan organ tubuh lainnya bisa mengalami keterlambatan.
3. Keringat Berlebihan

Tekanan darah rendah dapat timbul ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Ketika seseorang banyak mengeluarkan keringat, misalnya akibat paparan suhu panas, tubuh bisa kehilangan natrium. Kekurangan natrium ini kemudian dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah.
4. Kulit Pucat

Perubahan warna kulit menjadi pucat seringkali menjadi indikasi adanya tekanan darah rendah. Mengutip dari Vinmec, kondisi ini dapat disertai dengan rasa dingin pada anggota tubuh atau mati rasa. Fenomena ini terjadi sebagai akibat dari penurunan suhu tubuh. Mengonsumsi air hangat dapat membantu mengembalikan suhu tubuh ke tingkat normal.
5. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menjadi salah satu konsekuensi dari tekanan darah rendah. Ketika tekanan darah mengalami penurunan, otak akan mengirimkan sinyal kepada tubuh untuk meningkatkan asupan cairan. Oleh karena itu, individu yang mengalami hipotensi kerap merasakan haus yang berlebihan. Meningkatkan konsumsi air dapat berkontribusi dalam menaikkan kembali tekanan darah.
Apakah Anda merasakan beberapa ciri di atas? Jika gejala-gejala ini sering muncul, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
