Hormon Kebahagiaan – Hormon adalah pembawa pesan kimiawi dalam tubuh yang memiliki peran krusial dalam berbagai fungsi. Sejumlah hormon memiliki julukan “hormon bahagia” karena kemampuannya menghasilkan perasaan senang, bahkan euforia.
Hormon-hormon ini juga berfungsi sebagai neurotransmiter, yaitu zat yang membawa pesan antar sel saraf. Berdasarkan penjelasan dari Harvard Medical School, berikut adalah rincian mengenai hormon-hormon tersebut.
1. Serotonin

Perasaan bahagia yang kita alami seringkali merupakan efek dari hormon serotonin. Hormon ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan suasana hati, tetapi juga mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Menariknya, kadar serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan kondisi depresi pada seseorang.
Salah satu cara alami yang efektif untuk meningkatkan kadar serotonin adalah melalui aktivitas fisik atau berolahraga. Contohnya seperti bersepeda atau mengangkat beban. Peningkatan serotonin inilah yang menjelaskan fenomena “runner’s high”, perasaan euforia yang dirasakan banyak orang setelah melakukan olahraga intens.
2. Oksitosin

Serupa dengan serotonin, hormon oksitosin juga termasuk dalam kategori hormon yang berkontribusi pada perasaan positif dalam tubuh.
Oksitosin terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa oksitosin memberikan dampak positif pada interaksi sosial. Sebaliknya, kadar oksitosin yang rendah dapat berkontribusi pada gejala depresi, termasuk depresi pascapersalinan.
Meskipun berolahraga adalah cara ampuh meningkatkan serotonin, mendengarkan musik juga terbukti dapat meningkatkan kadar oksitosin. Efek ini terutama terasa ketika seseorang bernyanyi bersama dalam sebuah kelompok, yang turut menumbuhkan rasa kebersamaan.
Selain itu, tindakan sederhana seperti berpelukan dan tersenyum juga dapat meningkatkan kadar hormon ini, sehingga memicu perasaan bahagia yang lebih besar.
3. Endorfin

Endorfin dikenal sebagai pereda nyeri alami yang diproduksi oleh tubuh. Terdapat sekitar 20 jenis endorfin yang berbeda, dengan beta-endorfin menjadi yang paling banyak dipelajari. Beta-endorfin inilah yang sering dikaitkan dengan sensasi euforia saat berolahraga, atau yang dikenal sebagai “runner’s high”. Pelepasan endorfin juga terjadi saat kita tertawa, merasakan cinta, bahkan saat menikmati makanan favorit.
Beberapa aktivitas dapat memicu pelepasan hormon endorfin dalam tubuh. Di antaranya adalah melalui akupunktur, meditasi, bermain musik, tertawa terbahak-bahak, hingga menikmati hidangan yang lezat.
4. Dopamin

Dopamin memainkan peran penting dalam sistem penghargaan otak, membantu kita merasakan kesenangan.
Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan dopamin dapat berkontribusi pada suasana hati yang buruk. Individu yang mengalami depresi seringkali menunjukkan kurangnya motivasi dan kesulitan berkonsentrasi, yang juga dikaitkan dengan rendahnya kadar dopamin. Namun, perlu diwaspadai bahwa perasaan puas yang intens dari dopamin dapat berisiko menyebabkan kecanduan, terutama jika terkait dengan konsumsi obat-obatan terlarang.
Karena dopamin disintesis dari tirosin, salah satu cara untuk meningkatkan kadarnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan tirosin. Beberapa contoh makanan tersebut meliputi ayam, susu, keju, yogurt, alpukat, dan pisang.
Terdapat pula bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa otak melepaskan lebih banyak dopamin saat seseorang bermeditasi. Perubahan kesadaran yang dialami selama meditasi dapat memicu pelepasan dopamin ini.
Demikianlah penjelasan mengenai beberapa hormon bahagia yang perlu Anda ketahui. Kini, Anda dapat mempertimbangkan kegiatan apa saja yang paling efektif untuk mendatangkan rasa bahagia dalam diri Anda.
