Home » Dampak Negatif Sering Tidur Larut yang Terabaikan

Dampak Negatif Sering Tidur Larut yang Terabaikan

Skincapedia.com – Tidur yang cukup merupakan kebutuhan vital bagi kesehatan tubuh. National Sleep Foundation menyarankan orang dewasa untuk tidur antara pukul 20.00 hingga tengah malam (0:00) guna memastikan durasi tidur yang ideal, yaitu 7-9 jam per hari.

Namun, banyak individu yang menghadapi kesulitan tidur akibat beragam faktor. Mulai dari beban pekerjaan yang menumpuk, keasyikan bermain media sosial, hingga masalah tidur kronis dan stres.

Untuk menjaga kesehatan jangka panjang, penting untuk mengatasi kendala tidur tersebut. Hal ini akan membantu Anda terhindar dari berbagai dampak negatif dari kebiasaan tidur larut malam, yang seringkali terabaikan. Mari kita simak lebih lanjut.

1. Sakit Kepala dan Migrain

Berdasarkan temuan GoodRx, penelitian mengindikasikan bahwa kurang tidur dapat memicu peningkatan frekuensi sakit kepala, termasuk sakit kepala tegang dan migrain. Intensitas migrain bahkan cenderung meningkat saat seseorang mengalami defisit tidur.

2. Gangguan Ritme Sirkadian

terbiasa tidur larut malam setiap harinya bisa mengganggu ritme sirkadian.

Mengutip Truworth Wellness, kebiasaan tidur larut malam secara konsisten dapat mengacaukan ritme sirkadian. Ritme ini bertanggung jawab mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti pelepasan hormon, metabolisme, dan pengaturan suhu tubuh. Jika kebiasaan ini berlanjut, maka akan semakin sulit bagi Anda untuk tertidur.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memperbaiki gangguan ritme sirkadian. Upayakan untuk memiliki jadwal tidur yang teratur, pastikan terpapar sinar matahari di siang hari, batasi penggunaan perangkat elektronik di malam hari, perhatikan pola makan, lakukan olahraga secara rutin, dan kelola stres dengan baik.

3. Meningkatkan Hormon Stres dan Berdampak pada Berat Badan

Saat kebiasaan begadang terus dilakukan, dapat membuat kadar kortisol jadi tidak terkendali. Kortisol yang tinggi bisa membuatmu merasa cemas, mudah murung, hingga kenaikan berat badan.

Apabila kebiasaan begadang terus berlanjut, kadar kortisol dalam tubuh dapat menjadi tidak terkendali. Tingkat kortisol yang tinggi dapat memicu perasaan cemas, mudah murung, bahkan menyebabkan kenaikan berat badan.

Menurut penjelasan Herman Sudjarwo, Kepala Badan Layanan Klinik UM Surabaya, kenaikan berat badan ini terjadi karena saat begadang, tubuh cenderung merasa lebih cepat lapar. Hal ini dapat mengganggu metabolisme tubuh.

“Efek begadang bisa mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lebih cepat lapar, sehingga pola makan pun sulit untuk dijaga,” ungkapnya, seperti dikutip dari UM Surabaya.

4. Menurunkan Fokus dan Konsentrasi

Kurang tidur dapat membuat tubuh menjadi mudah lelah, yang dapat mengganggu pada fokus dan konsentrasimu.

Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah, yang pada akhirnya mengganggu kemampuan fokus dan konsentrasi. Menurut informasi dari Siloam Hospitals, dampak lainnya juga dapat memengaruhi daya ingat seseorang.

Hal ini disebabkan oleh sel-sel saraf di otak yang tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk beregenerasi ketika seseorang terbiasa begadang.

5. Kulit yang Rusak

kebiasaan begadang juga tidak baik untuk kulitmu.

Bagi Anda yang menginginkan kulit sehat, kebiasaan begadang ternyata dapat memberikan dampak negatif. Kortisol yang diproduksi saat tubuh kurang tidur dapat merusak struktur kolagen pada kulit, sehingga menurunkan elastisitasnya.

Kondisi ini dapat menyebabkan kulit tampak kusam hingga timbul jerawat. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memperbaiki kualitas tidur Anda.

6. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

saat tidur sistem imun akan membuat protein yang disebut sitokin, yang sebagian membantumu tidur. Saat kurang tidur, dapat menurunkan jumlah sitokin yang diproduksi.

Mengutip Mayo Clinic, pada saat tidur, sistem imun memproduksi protein yang disebut sitokin, yang sebagian berperan dalam membantu proses tidur. Ketika seseorang kurang tidur, produksi sitokin dapat menurun.

Berkurangnya jumlah antibodi dan sitokin akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat bakteri dan virus lebih mudah menyerang, sehingga tubuh menjadi rentan sakit.

Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti obesitas, diabetes, depresi, tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung. Mari mulai memperbaiki jadwal tidur Anda demi kesehatan yang lebih baik.

Artikel menarik Lainnya