Skincapedia.com – Memiliki kulit wajah yang halus, bersih, dan bebas dari sel kulit mati adalah dambaan banyak orang. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui eksfoliasi. Emina Apricot Jam Face Scrub hadir sebagai pilihan eksfoliator fisik yang lembut dan terjangkau, menawarkan pengalaman membersihkan kulit yang menyegarkan.
Produk ini diklaim sebagai Face Exfoliator natural yang efektif mengangkat sel kulit mati tanpa menimbulkan iritasi berlebih. Kombinasi unik dari Apricot Seed dan Olive Oil dirancang untuk mengelupas kulit secara alami, memberikan kelembapan, serta membersihkan kotoran yang menumpuk. Hasilnya, kulit terasa lebih segar seketika.
Emina Apricot Jam Face Scrub memiliki keunggulan utama dalam formulanya. Ekstrak biji aprikot berperan sebagai agen eksfoliasi alami yang membantu mengangkat sel kulit mati. Sementara itu, perpaduan ekstrak aprikot dan minyak zaitun (olive oil) bekerja sama untuk memberikan hasil yang lembut, menjaga kelembapan kulit, dan secara efektif mengangkat sel kulit mati yang terperangkap di wajah.
|
|
| Emina Apricot Jam Face Scrub. Sumber: shopee |
Cara penggunaan produk ini sangatlah sederhana. Cukup aplikasikan scrub ke wajah dan leher Anda, lalu pijat dengan lembut. Bilas dengan air hingga bersih. Disarankan untuk menggunakan produk ini dua kali seminggu untuk hasil yang optimal.
Dengan harga sekitar Rp26.000 untuk kemasan 60ml, Emina Apricot Jam Face Scrub menawarkan solusi eksfoliasi yang ramah di kantong.
Penjelasan Ingredients Emina Apricot Jam Face Scrub
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Lanolin Anhydrous, hydrated silica, Apricot (Prunus Armeniaca) Seed Powder, Isopropyl Myristate, Lanolin Alcohol, Sodium Lauryl Sulfate, Olive (Olea Europaea) Oil, Fragrance, Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, Tocopheryl Acetate, Ethylexylglycerin.
Kandungan Utama (Key Ingredients)
Olive (Olea Europaea) Oil (Minyak Zaitun)
Minyak zaitun, atau Olive Oil, dikenal luas karena kemampuannya dalam melembapkan dan menutrisi kulit. Kandungan asam lemak seperti oleic acid, linoleic acid, dan palmitic acid menjadikannya pelembap alami yang efektif. Selain itu, minyak zaitun kaya akan antioksidan seperti polyphenol, tocopherol (Vitamin E), carotenoid, dan squalene yang membantu melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas. Minyak zaitun sangat direkomendasikan untuk pemilik kulit kering karena sifatnya yang menghidrasi.
Tocopheryl Acetate (Vitamin E)
Tocopheryl Acetate adalah bentuk Vitamin E yang stabil, berfungsi sebagai antioksidan kuat. Vitamin E berperan penting dalam melembapkan kulit dan membantu melindungi sel-sel kulit dari efek buruk paparan sinar UVB. Sifat antioksidannya membantu melawan stres oksidatif yang dapat mempercepat penuaan kulit.
Agen Surfaktan
Sodium Lauryl Sulfate (SLES)
Sodium Lauryl Sulfate (SLES) adalah jenis surfaktan anionik yang umum digunakan dalam produk perawatan pribadi. Meskipun lebih lembut dibandingkan Sodium Lauryl Sulfate (SLS), SLES tetap memiliki kemampuan membersihkan yang baik dan menghasilkan busa yang melimpah. Namun, karena daya bersihnya yang kuat, SLES terkadang dapat menghilangkan minyak alami dan kelembapan kulit, yang dapat menimbulkan rasa kering atau tertarik pada kulit. Untuk meminimalkan efek ini, SLES sering dikombinasikan dengan surfaktan lain yang lebih lembut atau dilengkapi dengan bahan pelembap.
Bahan Pelengkap
- Aqua: Air, sebagai pelarut utama dalam formulasi.
- Cetyl Alcohol: Merupakan fatty alcohol yang berfungsi sebagai emollient (pelembap), membantu mengentalkan formula, dan bertindak sebagai penstabil emulsi.
- Stearyl Alcohol: Juga fatty alcohol yang memiliki fungsi serupa dengan Cetyl Alcohol, yaitu mengentalkan formula dan menstabilkan emulsi.
- Glyceryl Stearate: Berfungsi sebagai pengemulsi dan emollient, membantu mencampurkan minyak dan air serta melembutkan kulit.
- Hydrated Silica: Butiran silika yang terhidrasi, berfungsi sebagai agen abrasif fisik (scrub) untuk mengangkat sel kulit mati.
- Apricot (Prunus Armeniaca) Seed Powder: Bubuk halus dari biji aprikot, yang juga berperan sebagai agen abrasif fisik untuk eksfoliasi.
- Lanolin Anhydrous: Minyak yang diekstrak dari bulu domba. Berfungsi sebagai emollient dan occlusive yang kuat, membantu melembapkan kulit kering, kasar, dan pecah-pecah, serta mengunci kelembapan agar tidak mudah menguap.
- Isopropyl Myristate: Minyak sintetis yang sangat mudah meresap ke dalam kulit. Berfungsi sebagai penetration enhancer, membantu bahan lain dalam formula menyerap lebih baik. Ia juga membantu mengurangi rasa lengket dan ‘meringankan’ tekstur formula yang berat.
- Lanolin Alcohol: Fatty alcohol yang berasal dari lanolin oil. Berfungsi sebagai emollient dan lubricant, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi.
- Fragrance: Pewangi untuk memberikan aroma pada produk.
- Phenoxyethanol: Pengawet yang umum digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Methylparaben: Salah satu jenis paraben yang berfungsi sebagai pengawet.
- Propylparaben: Jenis paraben lain yang juga berfungsi sebagai pengawet.
- Ethylexylglycerin: Bertindak sebagai peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan humektan yang membantu menarik kelembapan ke kulit.
Kesimpulan
✔️Emina Apricot Jam Face Scrub adalah eksfoliasi fisik yang efektif menggunakan hydrated silica dan bubuk biji aprikot sebagai butiran scrub. Produk ini membantu mengikis sel kulit mati yang menumpuk, menghaluskan tekstur kulit yang kasar atau gradakan, serta mencegah pembentukan komedo.
✔️Produk ini bisa menjadi alternatif yang baik bagi pemilik kulit yang tidak cocok dengan metode eksfoliasi kimiawi seperti AHA atau BHA.
✔️Dilengkapi dengan dua bahan utama (key ingredients) yang berfungsi menutrisi kulit, memberikan perlindungan antioksidan, dan menjaga kelembapan kulit.
✔️Mengandung satu agen surfaktan kuat (SLES) yang efektif mengangkat kotoran dan minyak dari permukaan kulit.
✔️Memiliki kandungan emollient yang cukup banyak, sehingga membuat kulit terasa halus dan lembut setelah pemakaian, sekaligus mencegah kekeringan kulit, terutama mengingat adanya agen surfaktan yang kuat.
✔️Produk ini bebas dari alkohol.
✔️Potensi bahan komedogenik dalam produk ini meliputi:
- Cetyl alcohol (peringkat 3)
- Stearyl alcohol (peringkat 2)
- Lanolin Alcohol (peringkat 0-2)
- Isopropyl Myristate (peringkat 5)
- Olive oil (peringkat 0-3)
Meskipun demikian, karena produk ini merupakan produk bilas (rinse-off), bahan-bahan yang berpotensi komedogenik tersebut cenderung tidak akan terlalu oklusif dan sangat kecil kemungkinannya untuk menyumbat pori-pori.
“Produk bilas (eksfolian, masker, cleansing balm atau minyak) yang diformulasikan dengan bahan komedogenik tidak terlalu oklusif dan tidak akan menyumbat pori.” Sumber referensi.
❗Produk ini mengandung bahan yang berpotensi menjadi fungal acne trigger. Namun, karena ini adalah produk bilas, potensinya untuk memicu jerawat jamur mungkin tidak terlalu signifikan.
❗Produk ini mengandung dua jenis paraben. Bagi yang memiliki kekhawatiran terhadap paraben, produk ini mungkin perlu dipertimbangkan kembali.
✔️Anjuran pemakaian adalah 2-3 kali seminggu untuk hasil eksfoliasi yang optimal tanpa mengiritasi kulit.
Sumber referensi:

