Skincapedia.com – Tren kuliner selalu berputar, dan belakangan ini, warna ungu pekat dari ube berhasil mencuri perhatian penikmat makanan di seluruh Indonesia.
Mulai dari sajian manis seperti es krim, latte, hingga kudapan gurih seperti croissant dan mochi, ube menjelma menjadi primadona yang hadir di berbagai kafe dan toko kue.
Popularitas ube yang meroket ini tentu bukan tanpa sebab. Selain tampilan visualnya yang sangat menarik dan *Instagrammable*, cita rasa uniknya juga berhasil membuat banyak orang jatuh cinta pada gigitan pertama.
Agar tidak sekadar ikut-ikutan tren, mari kita selami lebih dalam tentang apa sebenarnya ube dan mengapa ia begitu digemari, berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber terpercaya.
Apa Itu Ube? Lebih dari Sekadar Ubi Ungu Biasa

Dalam bahasa Tagalog, ube merujuk pada jenis ubi jalar ungu atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Dioscorea alata. Tumbuhan ini merupakan bagian dari keluarga umbi-umbian yang tumbuh di dalam tanah.
Secara fisik, kulit luarnya sering kali menyerupai batang pohon dengan warna keabu-abuan atau cokelat tua. Namun, kejutan sesungguhnya datang saat ube dibelah, memperlihatkan warna ungu pekat yang begitu memikat mata.
Meskipun Indonesia memiliki beragam varietas ubi ungu lokal yang telah lama dikonsumsi secara tradisional, ube yang viral saat ini merujuk pada varietas spesifik. Varietas ini memiliki tekstur yang jauh lebih lembut dan kadar air yang ideal, menjadikannya sangat cocok untuk diolah menjadi hidangan modern.
Asal-Usul Ube: Dari Asia Tenggara Menuju Panggung Dunia

Diperkirakan berasal dari kawasan Asia Tenggara, Filipina menjadi negara yang paling erat kaitannya dengan ube. Di negara kepulauan ini, ube bukan sekadar bahan makanan musiman, melainkan telah menjadi bagian integral dari warisan kuliner nasional yang diwariskan turun-temurun.
Masyarakat Filipina memiliki tradisi panjang dalam mengolah ube menjadi beragam hidangan lezat. Mulai dari ube halaya (selai ube), kue-kue tradisional, es krim, roti, hingga berbagai jenis pastri kontemporer.
Tak heran jika popularitas ube kini merambah pasar internasional. Laporan dari New York Times menyebutkan bahwa produksi ube tahunan di Filipina mencapai sekitar 14 juta kilogram dalam dua tahun terakhir. Departemen Perdagangan dan Industri Filipina juga mencatat angka ekspor ube yang signifikan, melampaui 1,7 juta kilogram pada tahun 2025.
Membedakan Ube dan Taro: Bukan Sekadar Kemiripan Visual

Seringkali ube dan taro disamakan karena keduanya kerap dijadikan bahan dasar minuman atau *dessert* berwarna ungu. Namun, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda dan memiliki karakteristik unik masing-masing.
Ube adalah jenis ubi yam ungu (Dioscorea alata), sementara taro berasal dari tanaman talas (Colocasia esculenta). Perbedaan paling mencolok terletak pada daging umbinya: ube memiliki warna ungu pekat alami, sedangkan taro umumnya berwarna putih atau krem dengan sedikit bintik-bintik ungu.
Dari segi rasa, ube menawarkan rasa manis yang lembut dengan nuansa vanila dan kacang. Sementara itu, taro memiliki rasa yang lebih gurih, sedikit *nutty*, dan terasa lebih ringan di lidah.
Penting untuk dicatat, warna ungu cerah yang sering terlihat pada hidangan berbahan taro terkadang merupakan hasil penambahan pewarna makanan. Ube, di sisi lain, memberikan warna ungu alami yang khas.
Profil Rasa Ube: Manis Alami yang Memikat dan Serbaguna

Berbeda dengan ubi ungu pada umumnya, ube memiliki karakteristik rasa yang lebih lembut dan manis alami yang tidak berlebihan.
Banyak yang menggambarkannya sebagai perpaduan rasa vanila yang halus, aroma kacang yang gurih, serta sentuhan *creamy* seperti susu. Keunikan rasa ini menjadikan ube sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai hidangan penutup tanpa perlu penambahan gula dalam jumlah besar.
Selain itu, cita rasa ube yang ringan membuatnya mudah berpadu dengan berbagai bahan lain, mulai dari krim, keju, kelapa, susu, hingga cokelat putih. Fleksibilitas inilah yang membuat para *pastry chef* dan pemilik *bakery* berlomba-lomba menciptakan kreasi ube yang memukau, baik dari segi rasa maupun tampilan.
Kaya Nutrisi dan Mengandung Antioksidan: Manfaat di Balik Warna Ungu

Di balik tampilannya yang mencolok, ube menyimpan nilai gizi yang cukup mengesankan. Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menunjukkan bahwa 100 gram ube utuh mengandung sekitar 120 kalori, 1 gram protein, 4 gram serat, dan tidak mengandung gula.
Selain itu, ube juga merupakan sumber kalsium, zat besi, vitamin C, dan vitamin A yang penting untuk menjaga fungsi tubuh.
Menurut *Cleveland Clinic*, warna ungu pekat pada ube berasal dari kandungan antosianin, sebuah senyawa antioksidan kuat yang juga ditemukan pada buah beri seperti bluberi. Antosianin diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensi membantu menurunkan tekanan darah dan bahkan memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat kesehatan optimal akan tercapai jika ube dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan dalam bentuk hidangan penutup yang tinggi gula.
Dijuluki “The Next Matcha”: Ube Mengukir Jalannya Sendiri

Beberapa tahun lalu, matcha sempat menjadi tren kuliner global yang merajai berbagai kafe. Kini, fenomena serupa tengah dialami oleh ube.
Kemampuannya menghasilkan hidangan dengan warna ungu alami yang memesona membuatnya cepat viral di media sosial. Dari minuman latte, kue kering, *soft serve*, hingga tiramisu, hampir semua jenis *dessert* kini memiliki varian ube.
Peningkatan popularitas ube juga didorong oleh rasa penasaran konsumen yang tinggi. Banyak orang tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru dengan tampilan unik namun tetap menawarkan rasa yang akrab di lidah.
Perpaduan antara estetika visual yang kuat, rasa yang lembut, serta sejarah kuliner yang kaya, membuat banyak pengamat tren makanan menjuluki ube sebagai “the next matcha”, sebuah indikasi kuat akan masa depan cerah di dunia kuliner.
Menjelajahi Kelezatan Ube: Rekomendasi Spot di Jakarta

Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kelezatan ube untuk pertama kalinya, Jakarta menawarkan beberapa destinasi kuliner menarik yang patut dicoba.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Ubeiro, berlokasi di Pujasera Blok M Square. Mengklaim diri sebagai *the first ube in Indonesia*, Tiramisu Ubee mereka menjadi menu andalan dengan lapisan krim yang lembut dan taburan bubuk ube ungu yang melimpah.
Pilihan lain yang tak kalah menarik adalah MadMILK Japanese Bakery, dengan salah satu cabangnya di Grand Indonesia. Ube Mini Hokkaido Rolls mereka menawarkan tekstur yang *fluffy*, tebal, dan rasa manis alami yang pas.
Bahkan restoran ternama seperti Sushi Hiro turut meramaikan tren ini. Pada tahun 2025, mereka meluncurkan rangkaian *dessert* serba ube bertajuk *Splash of Purple*, menampilkan *jiggly pudding* kelinci ungu, *ube mille crepes* berlimpah saus ube, dan *ube mochi eggtart* yang memadukan tekstur kenyal dan renyah dengan cita rasa khas ube.
Warna ungu yang memukau mungkin menjadi daya tarik awal ube, namun rasa dan keunikannya lah yang berhasil memikat hati banyak orang. Dari sekian banyak kreasi ube yang menggoda, mana yang paling ingin Anda coba terlebih dahulu?
