Home » Hadalabo Tamagohada: Penjelasan Lengkap Ingredients Sabun Muka

Hadalabo Tamagohada: Penjelasan Lengkap Ingredients Sabun Muka

Hadalabo Tamagohada: Penjelasan Lengkap Ingredients Sabun Muka

Skincapedia.com – Hadalabo merupakan merek asal Jepang yang berhasil menarik perhatian para pencinta kecantikan di Indonesia. Meskipun belum semua orang berkesempatan mencoba langsung produknya, informasi mengenai ingredients seringkali menjadi acuan. Apabila dari daftar bahan-bahannya tidak ditemukan masalah, keinginan untuk mencoba biasanya muncul saat ada kesempatan.

Salah satu produk yang cukup populer adalah Hadalabo Tamagohada Mild Peeling Face Wash. Produk ini diperkaya dengan kandungan AHA sebesar 0,98% dan BHA. Nama “Tamagohada” sendiri berasal dari bahasa Jepang, di mana “tamago” berarti telur dan “hada” berarti kulit. Hal ini mengindikasikan harapan bahwa produk ini dapat memberikan hasil kulit yang kencang, putih, dan halus seperti kulit telur, atau mulus, putih, kenyal, dan lembut seperti putih telur matang.

Hadalabo Tamagohada AHA BHA Face Wash. Foto by ecye16 FD Member

Produk ini telah lama menjadi hype dan masih banyak dicari serta direkomendasikan oleh para beauty reviewer. Kemungkinan besar popularitasnya akan bertahan lama.


Ingredients

Aqua (water), Butylene Glycol, Potassium Myristoyl Glutamate, PEG-400, Lauramide DEA, Stearic Acid, Lauric Acid, Glycol Distearate, Polyquaternium-39, Lauramidopropyl Betaine, Glycolic Acid, Sodium Cocoamphoacetate, Potassium hydroxide, Methylparaben, Salicylic Acid.

Penjelasan Ingredients Hadalabo Tamagohada

Bahan aktif

Glycolic Acid (AHA) dan Salicylic Acid (BHA)

Kedua bahan ini berfungsi sebagai eksfolian yang bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati. Perbedaan utama di antara keduanya adalah cara kerjanya.

sumber: image beauty & skincare clinic

Perbedaan:

AHA: Merupakan bahan yang larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel kulit mati. AHA memiliki kemampuan hidrasi dan dapat menstimulasi produksi kolagen. Namun, AHA dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. AHA efektif untuk:

  • Mengembalikan kelembapan dan kekenyalan kulit.
  • Merevitalisasi kulit yang kusam.
  • Mengurangi tampilan garis halus.
  • Membantu menyamarkan hiperpigmentasi.
  • Meratakan tekstur dan tone kulit.

BHA: Merupakan bahan yang larut dalam minyak dan bekerja lebih dalam ke lapisan kulit. BHA tidak hanya mengangkat sel kulit mati, tetapi juga membuka pori-pori yang tersumbat, mengatasi komedo (blackhead dan whitehead), serta mengontrol produksi minyak berlebih. BHA tidak menyebabkan kulit menjadi fotosensitif. Selain itu, BHA memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, sehingga sangat cocok untuk:

  • Kulit berjerawat, berminyak, dan rentan komedo.
  • Menjaga kebersihan pori-pori agar tampak lebih kecil.
  • Membantu mengatasi milia dan rambut halus yang tidak diinginkan.

Bahan Pelengkap

Butylene Glycol:

Bahan pelarut dan pengencer yang diperoleh dari turunan minyak bumi.

Potassium Myristoyl Glutamate:

Merupakan surfaktan alami yang lembut, terbuat dari asam amino L-Glutamic acid dan asam lemak miristat. Bahan ini bersifat hypo-allergenic dan non-comedogenic, berasal dari sumber alami, dan biodegradable, sehingga ramah kulit dan lingkungan.

PEG-400:

Merupakan pelarut kuat yang dapat meningkatkan kelarutan bahan-bahan yang sulit larut dalam air.

Lauramide DEA:

Senyawa yang terbuat dari asam laurat dan diethanolamine (DEA). Berfungsi sebagai surfaktan, peningkat busa (foam-booster), dan agen anti-statis. Meskipun berpotensi menyebabkan iritasi ringan pada kulit, bahan ini tidak bersifat sensitizer atau menyebabkan fotosensitif. Panel CIRExpert menyatakan bahan ini aman digunakan dalam skincare.

Stearic Acid:

Asam lemak yang berfungsi sebagai emolien dan pengemulsi. Stearic acid dapat bersifat sintetis atau diperoleh dari lemak nabati/hewani.

Lauric Acid:

Asam lemak yang diperoleh dari santan atau minyak kelapa. Memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai surfaktan, pengemulsi, serta memiliki aktivitas antibakteri dan anti-jerawat.

Glycol Distearate:

Diester yang terbuat dari dua molekul asam stearat dan satu molekul etilen glikol. Fungsi utamanya adalah sebagai agen pengopak (opacifier) dan agen pemberi efek kilau (pearling agent) dalam produk pembersih, memberikan tampilan putih dan berkilau pada formula.

Polyquaternium-39:

Jenis polimer yang berfungsi sebagai agen antistatis. Konsentrasinya dalam produk pembersih biasanya sekitar 3%.

Lauramidopropyl Betaine:

Merupakan surfaktan yang lembut, sering digunakan sebagai pembersih sekunder atau bahan pemicu busa. Dapat diperoleh dari tanaman atau sintetis, dan tergolong bahan iritan dengan risiko rendah.

Sodium Cocoamphoacetate:

Jenis surfaktan yang lembut dengan daya bersih yang baik, cocok untuk kulit sensitif. Bahan ini sering digunakan dalam pembuatan sabun bayi.

Potassium hydroxide:

Dikenal juga sebagai soda api, merupakan surfaktan dengan sifat basa kuat. Bahan ini biasanya dikombinasikan dengan minyak untuk menghasilkan sabun melalui proses saponifikasi.

Methylparaben:

Pengawet yang pernah menjadi kontroversial. Namun, konsentrasi yang diizinkan hanya 0,4% dan dianggap tidak cukup membahayakan.

Kesimpulan

✔️ Produk ini adalah jenis sabun pembersih dengan spesifikasi chemical peeling, yang berarti dapat mengikis sel kulit mati secara kimiawi, tanpa menggunakan scrub fisik. Peeling kimiawi dinilai lebih lembut dibandingkan peeling fisik, sehingga masih aman digunakan meskipun sedang berjerawat. Kandungan BHA bahkan dapat membantu meredakan kemerahan dan inflamasi akibat jerawat. Selain itu, Tamagohada menggunakan surfaktan yang lembut dengan risiko iritasi rendah.

❗Meskipun demikian, terdapat peringatan pada kemasan bahwa sabun ini dapat menyebabkan kulit sensitif terhadap cahaya (fotosensitif), sehingga penggunaan sunscreen minimal SPF 15 sangat diwajibkan.

✔️Menurut klaimnya, Tamagohada cukup aman untuk digunakan setiap hari. Namun, bagi pemilik kulit sensitif dan tipis, disarankan untuk menggunakannya selang-seling, sekitar 2-3 kali seminggu, terutama saat komedo sedang banyak.

✔️Produk ini tidak mengandung pewangi (fragrance).

❗Mengandung paraben, yang perlu dihindari selama kehamilan. Namun, karena produk ini adalah sabun yang hanya bersentuhan dengan wajah dalam waktu singkat, status “perlu dihindari” mungkin masih bisa diperdebatkan. Jika ragu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

✔️Produk ini adalah bagian dari Rohto, sudah terdaftar BPOM, dan Halal.

✔️Harga sekitar Rp 35.000 untuk kemasan 100ml.

Artikel menarik Lainnya