Home » Kebiasaan Makan Malam Pemicu Stres Versi Ahli Gizi

Kebiasaan Makan Malam Pemicu Stres Versi Ahli Gizi

Skincapedia.com – Kebiasaan sehari-hari yang kita jalani memiliki dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan mental. Banyak orang mencari cara untuk meredakan stres melalui aktivitas positif seperti menulis jurnal, yoga, atau meditasi. Namun, tahukah Anda bahwa cara kita makan di malam hari juga dapat memengaruhi tingkat stres?

Para ahli gizi menyoroti bahwa pola makan, terutama saat makan malam, dapat memberikan pengaruh kuat terhadap kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Sebaliknya, pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi terbukti mampu meningkatkan suasana hati, kesejahteraan, serta efektif dalam mengurangi stres, kecemasan, dan bahkan depresi.

Lantas, kebiasaan makan malam seperti apa yang ternyata berpotensi memicu stres? Mari kita bedah lebih dalam.

1. Makan Terlalu Dekat Waktu Tidur

Kebiasaan makan malam yang berpengaruh pada stres adalah makan kurang dari tiga jam sebelum tidur.

Ahli gizi Patricia Kolesa, MS, RDN, memberikan peringatan bahwa mengonsumsi makanan dalam jarak kurang dari tiga jam sebelum tidur dapat memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan. Hal ini berpotensi memunculkan gejala tidak nyaman seperti refluks asam lambung atau nyeri ulu hati.

Intensitas gejala ini juga sangat dipengaruhi oleh porsi makanan dan jenis hidangan yang dipilih. Makanan pedas, berlemak, asam, atau minuman berkafein dapat memperparah kondisi tersebut. Ketika tubuh merasa tidak nyaman akibat gangguan pencernaan, kualitas tidur akan terganggu, yang pada akhirnya memicu peningkatan tingkat stres.

2. Melewatkan Makan Malam atau Makan Terlalu Sedikit

Kebiasaan makan malam yang berpengaruh pada stres adalah makan terlalu sedikit.

Banyak individu memilih untuk melewatkan makan malam atau mengonsumsi porsi yang sangat sedikit, seringkali karena alasan kemalasan atau kekhawatiran akan kenaikan berat badan. Padahal, tindakan ini justru dapat membuat tubuh kehilangan nutrisi penting yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.

Di sinilah pentingnya menerapkan pola makan malam yang seimbang untuk memastikan perut tetap terisi, sehat, dan terhindar dari stres yang tidak perlu.

“Makan malam yang seimbang, yang mencakup karbohidrat, protein, lemak tak jenuh, dan sayuran non-pati, memberikan sinyal kepada tubuh bahwa Anda telah menerima nutrisi yang cukup dan merasa kenyang. Ini secara efektif mengurangi kemungkinan munculnya keinginan makan yang kuat atau makan berlebihan di kemudian hari,” jelas Kolesa.

Lebih lanjut, melewatkan makan malam dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan merasa stres dan cemas. Hal ini menjadi sangat krusial untuk dihindari, terutama bagi penderita diabetes.

“Rasa lapar yang berlebihan akibat melewatkan makan malam dapat memperburuk tingkat stres seseorang,” tambah Amanda Sauceda, MS, RDN.

3. Ngemil Tanpa Sadar

Kebiasaan makan malam yang berpengaruh pada stres adalah ngemil tanpa sadar

Ngemil di malam hari sering kali menjadi kebiasaan yang dipicu oleh emosi, seperti stres atau rasa bosan. Namun, kebiasaan ngemil tanpa kesadaran ini kerap kali berakhir dengan perasaan bersalah akibat makan berlebihan, yang justru kembali memicu stres. Akibatnya, tingkat stres seseorang dapat semakin meningkat.

Tips Cerdas Menikmati Makan Malam Tanpa Memicu Stres

Menurut Patricia Kolesa, menyantap makanan yang seimbang di penghujung hari dapat memberikan dukungan optimal bagi sistem pencernaan. Selain itu, kebiasaan ini juga efektif dalam mengurangi keinginan makan di larut malam, memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang memadai, dan menciptakan rasa kenyang yang membahagiakan.

Amanda Sauceda merekomendasikan untuk menyusun menu makan malam yang seimbang dengan fokus utama pada asupan protein, lemak sehat, dan serat.

“Kombinasi nutrisi ini akan memberikan energi yang stabil bagi tubuh, sekaligus mendukung kadar gula darah dan metabolisme yang sehat,” ujar Sauceda.

Selain itu, menjaga konsistensi waktu makan dan camilan sepanjang hari dapat membantu memastikan tubuh mendapatkan nutrisi dan energi yang cukup secara merata. Hal ini mencegah penurunan energi yang drastis yang bisa berujung pada stres.

“Aturan umumnya adalah mengonsumsi makanan atau camilan setiap tiga hingga enam jam. Penting juga untuk memilih makanan dan camilan yang lebih ringan jika dikonsumsi menjelang tidur,” saran Kolesa.

Jadi, itulah beberapa kebiasaan makan malam yang berpotensi meningkatkan stres. Apakah Anda sering melakukan salah satunya?

Artikel menarik Lainnya