Skincapedia.com – Metode micro-learning semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama masa pandemi. Metode ini dinilai efektif untuk pembelajaran daring, meskipun sebenarnya bukan merupakan konsep baru.
Popularitasnya meningkat dan banyak dibahas dalam artikel ilmiah karena efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman. Metode ini bahkan disarankan bagi individu yang ingin mempelajari keterampilan baru di tengah kesibukan sehari-hari.
Konsep di balik metode belajar ini dan bentuk pembelajarannya memang menarik untuk diketahui lebih dalam.
Berikut adalah rangkuman informasi lengkapnya.
Konsep Awal

Meskipun baru populer belakangan ini, konsep micro-learning telah dibahas sejak tahun 2005. Hal ini sejalan dengan artikel ilmiah yang ditulis oleh Theo Hug, seorang profesor pendidikan dari Universitas Innsbruck, Austria.
Dalam artikelnya yang terbit pada Mei 2005, seperti dikutip dari web.mit.edu, konsep micro-learning sangat terkait dengan pembelajaran jangka pendek yang memanfaatkan teknologi. Meskipun teknologi pada masa itu belum secanggih sekarang, konsep micro-learning sudah direncanakan dan menjadi topik penelitian utama.
Metode belajar ini memanfaatkan perangkat komunikasi untuk memecah materi menjadi unit-unit kecil. Tujuannya agar proses belajar dapat dilakukan berulang kali dalam rutinitas harian. Konsep awal micro-learning didasarkan pada masalah beban kognitif.
Artinya, metode belajar ini berupaya mengurangi beban kognitif bagi peserta didik. Dengan demikian, kelelahan kognitif dapat berkurang. Dampaknya adalah pemahaman yang lebih kuat terhadap materi yang dipelajari dan pengurangan risiko lupa.
Popularitas

Dilansir dari elearningindustry.com, metode ini terus berkembang dan semakin populer sejak masa pandemi, dengan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Secara sederhana, metode ini memanfaatkan konten pembelajaran seperti teks, gambar, video, audio, kuis, maupun game.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan dunia digital, semakin banyak situs web dan aplikasi belajar yang mengadopsi metode micro-learning. Salah satu media populer yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda adalah Youtube.
Ya, Youtube dapat menjadi salah satu media micro-learning yang praktis dan dapat dimanfaatkan. Dari contoh ini, Anda bisa membayangkan bagaimana metode belajar ini diterapkan.
Penerapannya

Secara singkat, micro-learning memiliki setidaknya tiga karakteristik utama: singkat, mudah diakses, dan materi belajar yang lebih spesifik.
Sebagaimana disebutkan dalam artikel ilmiah berjudul “Exploring Learner Satisfaction and Effectiveness of Microlearning in Higher Education”, micro-learning merujuk pada metode belajar yang berfokus pada keterampilan atau materi spesifik.
Pembelajaran dengan metode ini dapat dilakukan dalam waktu singkat, menggunakan media yang mudah diakses, dan dapat diulang-ulang. Contohnya termasuk kuis interaktif, permainan dengan materi pembelajaran tertentu, serta video pembelajaran atau infografis singkat.
Mungkin tanpa disadari, Anda sudah akrab dengan metode ini. Namun, efektivitas penerapannya dapat dimaksimalkan dengan menyusun jadwal belajar yang terencana. Saat ini, banyak komunitas belajar yang menawarkan program micro-learning secara lebih konsisten dan terjadwal.
Sebagai contoh, jika Anda mengikuti kelas daring untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, kegiatan belajar biasanya dibagi menggunakan metode micro-learning. Anda akan diberikan akses login ke web khusus untuk mengakses video pembelajaran yang berisi materi spesifik.
Kelas semacam ini umumnya tidak mengikat, sehingga Anda dapat belajar dengan lebih fleksibel. Selain bahasa, beberapa keterampilan lain yang dapat diasah dengan metode ini meliputi keterampilan menulis seperti copywriting, keterampilan desain, pembelajaran SEO dan literasi digital, hingga penguasaan perangkat lunak.
Demikian penjelasan singkat mengenai micro-learning, sebuah metode efektif yang dapat diterapkan bagi Anda yang ingin mempelajari keterampilan baru. Meskipun sedang sibuk bekerja atau sekolah, mengasah keterampilan dengan metode ini menawarkan fleksibilitas karena tidak memerlukan banyak waktu dan membantu Anda untuk lebih fokus.
Apakah ada yang tertarik untuk menerapkan metode ini? Atau mungkin Anda sudah lama menerapkannya dalam proses pengembangan diri Anda?
