Skincapedia.com – Concealer merupakan salah satu produk makeup esensial yang hampir selalu ada dalam koleksi kosmetik. Fungsinya yang serbaguna, mulai dari menutupi lingkaran hitam di bawah mata, menyamarkan noda bekas jerawat, hingga membentuk kontur wajah, membuatnya sangat digemari.
Namun, tanpa disadari, banyak orang masih melakukan kekeliruan saat mengaplikasikan concealer. Kesalahan ini justru berujung pada tampilan makeup yang terlihat cakey atau tidak natural.
1. Memilih Shade yang Tidak Sesuai Undertone Kulit
Penentuan warna concealer tidak sesederhana memilih yang lebih terang atau gelap. Menurut The Beauty Crop, langkah krusial pertama adalah mengidentifikasi undertone kulit Anda. Cara paling mudah adalah dengan mengamati warna pembuluh darah di pergelangan tangan.
Jika pembuluh darah tampak kebiruan, Anda memiliki undertonecool. Pembuluh darah yang terlihat kehijauan menandakan warm tone. Sementara itu, jika terlihat perpaduan keduanya, Anda memiliki undertone netral. Memilih concealer dengan label yang sesuai dengan kategori undertone ini akan memastikan hasil akhir yang menyatu sempurna dengan warna kulit asli Anda.
Untuk menutupi noda atau bekas jerawat, sebaiknya pilih shade yang paling mendekati warna foundation Anda. Namun, jika tujuan utamanya adalah mencerahkan area bawah mata, menggunakan shade satu hingga dua tingkat lebih terang dari foundation dapat memberikan efek segar dan berdimensi yang diinginkan.
2. Melewatkan Langkah Persiapan Kulit Sebelum Aplikasi

Baca juga: Kim Myung Soo Gelar Fan Con 'UNCHANGED' di Jakarta, Info Tiket Tersedia!
Aplikasi concealer yang mulus sangat bergantung pada kondisi kulit yang terhidrasi dengan baik. Subtl Beauty menekankan bahwa persiapan kulit sebelum makeup adalah kunci agar concealer dapat menempel dan berbaur sempurna. Melewatkan tahap ini dapat menyebabkan produk menggumpal, terutama di area kulit yang kering.
Pastikan kulit Anda telah terhidrasi secara memadai dengan pelembap sebelum memulai aplikasi makeup. Berikan jeda beberapa menit agar produk perawatan kulit meresap sepenuhnya sebelum mengaplikasikan concealer.
Kulit yang lembap akan memfasilitasi aplikasi concealer yang lebih halus, menghasilkan tampilan akhir yang jauh lebih natural. Sebaliknya, kulit yang kering atau kurang terhidrasi akan membuat concealer terlihat menumpuk dan tidak rata di permukaan wajah.
3. Mengaplikasikan Terlalu Banyak Produk Sekaligus
Kesalahpahaman umum adalah bahwa semakin banyak concealer yang diaplikasikan, semakin baik pula daya tutupnya. Namun, strategi ini justru bisa menjadi bumerang. The Beauty Crop menjelaskan bahwa aplikasi produk yang berlebihan dapat membuat concealer bekerja sebaliknya, menghasilkan tampilan cakey dan rentan retak sepanjang hari.
Teknik yang lebih efektif adalah memulai dengan lapisan tipis, kemudian membangun tingkat coverage secara bertahap hanya pada area yang benar-benar membutuhkan. Pendekatan ini menghasilkan tampilan yang lebih natural karena produk tidak menumpuk pada satu titik.
Concealer tidak perlu diaplikasikan ke seluruh wajah layaknya foundation. Cukup fokus pada area yang menjadi perhatian, seperti di bawah mata, sekitar hidung, dan bekas jerawat.
4. Menggunakan Teknik Aplikasi yang Salah untuk Jerawat Aktif

Meskipun concealer efektif menyamarkan jerawat, teknik aplikasinya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Subtl Beauty menyarankan penggunaan jari tangan untuk jerawat yang masih aktif atau meradang, dibandingkan menggunakan kuas atau sponge. Kehangatan jari tangan membantu produk menyatu lebih lembut dengan kulit.
Namun, untuk area bawah mata dan area wajah yang lebih luas, penggunaan sponge atau beauty blender yang sedikit lembap dapat memberikan hasil yang lebih halus dan merata. Pemilihan alat aplikasi yang tepat sangat memengaruhi hasil akhir riasan.
Oleh karena itu, tidak ada satu teknik universal yang cocok untuk semua area wajah. Penting untuk menyesuaikan alat dan cara aplikasi berdasarkan kondisi serta kebutuhan spesifik kulit di setiap area.
5. Membuat Segitiga Besar di Bawah Mata
Tren mengaplikasikan concealer dalam bentuk segitiga besar di bawah mata, yang sempat populer beberapa tahun lalu, kini banyak ditinggalkan. Teknik ini seringkali justru menghasilkan tampilan yang terlihat cakey dan tidak menyatu secara alami dengan kulit di sekitarnya.
Saat ini, cara yang lebih direkomendasikan adalah menggunakan concealer dengan shade yang mendekati warna kulit, atau bahkan sedikit lebih gelap, untuk area bawah mata. Jika Anda tetap ingin memberikan efek cerah, cukup aplikasikan shade yang lebih terang hanya di sudut dalam mata.
