Skincapedia.com – Khalisa Essential Lightening Day Cream SPF 25 hadir sebagai solusi perawatan kulit harian yang menawarkan klaim pencerah, pelembap, dan perlindungan dari sinar matahari. Produk ini diformulasikan dengan standar halal dan menggunakan bahan-bahan alami, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang peduli akan komposisi produk kecantikan mereka.
Produk ini secara spesifik dirancang untuk digunakan pada pagi hingga siang hari. Keunggulan utamanya terletak pada kandungan Double Whitening Active yang terdiri dari Ekstrak Bunga Waterlily (Nymphaea Alba) dan Alpha Arbutin. Selain itu, krim ini bebas dari paraben dan alkohol, serta dilengkapi dengan SPF 25 untuk memberikan perlindungan dasar terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar 30 ribuan untuk kemasan 30 gram, Khalisa Essential Lightening Day Cream menawarkan nilai yang cukup baik.
|
|
| Khalisa Essential Lightening Day Cream SPF 25. Sumber: shopee |
- Dengan kandungan Double Whitening Active: Waterlily Flower Extract & Alpha Arbutin
- Paraben & Alcohol Free
- SPF 25 untuk perlindungan dari sinar UV.
- Melembabkan, melindungi dan membuat kulit tampak lebih cerah.
Cek harga? 30 ribuan. 30gr
Penjelasan Ingredients Khalisa Essential Lightening Day Cream SPF 25
Ingredients:
Aqua (Water), Ethylexyl Methoxycinnamate, Glycerin, Caprylyl Methicone, Cethyl Alcohol, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Dipropylene Glycol, Diethylexyl Carbonate, Sodium Palmitoyl Proline, Allantoin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Decyl Glucoside, Phenoxyethanol, Butylene Glycol, Alpha-Arbutin, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Triethanolamine, Tocopheryl Acetate,Carbomer, Panthenol, hexylglycerin, Disodium EDTA, Fragrance, Propylene Glycol, Xanthan Gum, Nymphaea Alba (Water Lily) Flower Extract.
Bahan Aktif
Sodium Palmitoyl Proline (and) Nymphaea Alba (Water Lily) Flower Extract.
Kombinasi unik dari Sodium Palmitoyl Proline dan Ekstrak Bunga Waterlily ini memiliki nama dagang Aminovector™. Bahan ini dirancang untuk membantu mengurangi stres pada kulit, memiliki sifat anti-inflamasi, dan memberikan efek menenangkan (soothing). Keunggulannya sangat terasa bagi pemilik kulit sensitif. Selain itu, Aminovector™ juga berkontribusi pada efek mencerahkan kulit dengan cara mengurangi hiperpigmentasi, menjadikannya salah satu pilar utama dalam formulasi pencerah produk ini.
Allantoin.
Allantoin adalah senyawa alami yang diekstrak dari tanaman Comfrey. Dikenal luas dalam industri kosmetik karena kemampuannya yang luar biasa dalam menenangkan kulit (skin soothing) dan meredakan peradangan (anti-inflamasi). Lebih jauh lagi, Allantoin juga berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan kulit, termasuk membantu penyembuhan luka ringan.
Alpha-Arbutin.
Alpha-Arbutin menjadi alternatif yang semakin populer sebagai agen pencerah kulit yang lebih aman dibandingkan Hydroquinone. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat produksi melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit dan munculnya flek hitam. Kemampuannya dalam menghambat pembentukan pigmentasi inilah yang menjadikannya bahan pilihan utama dalam produk-produk pencerah. Selain itu, Alpha-Arbutin juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Tocopheryl Acetate.
Dikenal juga sebagai Vitamin E, Tocopheryl Acetate adalah antioksidan kuat yang sangat penting untuk kesehatan kulit. Ia tidak hanya melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, tetapi juga berfungsi sebagai pelembap (skin moisturizing). Peran penting lainnya adalah membantu melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar UVB matahari, melengkapi perlindungan yang diberikan oleh agen sunscreen.
Panthenol.
Panthenol, yang merupakan bentuk pro-vitamin B5, memiliki beragam manfaat untuk kulit. Ia bertindak sebagai agen pelembap (moisturizing) dan humektan, yang berarti mampu menarik dan mengunci kelembapan di dalam kulit. Selain itu, Panthenol juga memiliki sifat melindungi (protecting) dan menenangkan (soothing), serta bersifat anti-inflamasi. Keberadaannya sangat membantu mengurangi efek iritasi yang mungkin ditimbulkan oleh bahan-bahan lain dalam formulasi.
Agen Sunscreen
Ethylexyl Methoxycinnamate.
Bahan ini merupakan salah satu agen sunscreen kimiawi yang bekerja dengan cara menyerap sinar UVB. Keunggulannya adalah teksturnya yang ringan dan terasa nyaman di kulit (cosmetically elegant). Namun, perlu dicatat bahwa senyawa ini tidak terlalu stabil terhadap cahaya (photo-unstable), yang berarti efektivitas SPF-nya dapat berkurang jika terpapar sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu lama.
Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol.
Dikenal juga dengan nama Tinosorb M, bahan ini merupakan agen sunscreen generasi baru yang termasuk dalam kategori hybrid sunscreen. Artinya, ia memiliki kemampuan ganda, yaitu memantulkan sekaligus menyerap sinar UV. Kelebihannya adalah kemampuannya memberikan perlindungan spektrum luas (broad spectrum), melindungi kulit baik dari sinar UVB maupun UVA. Senyawa ini sangat stabil terhadap cahaya (photo-stable). Namun, salah satu kekurangan yang sering dikaitkan dengan Tinosorb M adalah potensinya menimbulkan efek white cast atau lapisan putih pada kulit.
Bahan pelengkap
Aqua (Water): Merupakan bahan dasar utama dalam formulasi kosmetik, berfungsi sebagai pelarut.- Glycerin: Berfungsi sebagai pelarut, bersifat skin identical (mirip dengan komponen alami kulit), dan merupakan humektan yang efektif menarik kelembapan.
- Caprylyl Methicone: Merupakan silikon volatil yang cepat menguap dan tidak terserap permanen ke dalam kulit. Fungsinya sebagai emolien dan slip agent, memberikan efek kulit yang halus dan lembut tanpa rasa lengket atau berminyak.
- Cethyl Alcohol: Termasuk dalam kategori alkohol lemak, berfungsi sebagai emolien. Bahan ini juga berkontribusi dalam menambah kekentalan formula dan menstabilkan emulsi.
- Dipropylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer (membantu penyerapan bahan aktif), dan juga humektan.
- Diethylexyl Carbonate: Berperan sebagai emolien dan slip agent. Bahan ini juga membantu melarutkan agen sunscreen dalam formulasi.
- Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer: Merupakan pengental sintetis yang membantu mengatur viskositas produk.
- Decyl Glucoside: Berfungsi sebagai pengemulsi, membantu mencampurkan fase minyak dan air dalam formula.
- Phenoxyethanol: Digunakan sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Butylene Glycol: Mirip dengan Dipropylene Glycol, berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
- Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Merupakan pengental sintetis lainnya yang digunakan untuk mencapai tekstur yang diinginkan.
- Triethanolamine: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) karena sifatnya yang basa.
- Carbomer: Digunakan sebagai agen pembentuk gel (gelling agent) untuk mengentalkan produk.
- ethylhexylglycerin: Berfungsi sebagai peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan juga sebagai humektan.
- Disodium EDTA: Merupakan agen pengkelat (chelating agent) yang menetralkan ion logam agar tidak bereaksi dengan formula dan mempengaruhi stabilitas produk.
- Fragrance: Memberikan aroma pada produk.
- Propylene Glycol: Juga berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
- Xanthan Gum: Merupakan pengental alami yang berasal dari fermentasi bakteri.
Kesimpulan
✔️Khalisa Essential Lightening Day Cream memiliki formulasi yang menarik dengan kombinasi 5 bahan aktif utama yang berfokus pada pencerahan kulit, efek menenangkan, dan melembapkan. Keberadaan bahan-bahan ini memberikan nilai tambah yang signifikan untuk perawatan kulit harian.
✔️ Produk ini secara spesifik menonjolkan dua bahan pencerah utamanya, yaitu kompleks Aminovector™ yang kaya akan ekstrak waterlily dan Sodium Palmitoyl Proline, serta Alpha Arbutin. Kombinasi ini bekerja sinergis untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi dan mencerahkan kulit secara efektif.
✔️ Perlindungan dari sinar matahari difasilitasi oleh dua agen sunscreen yang bekerja untuk mencapai SPF 25. Ini berarti kulit terlindungi dari sekitar 95-97% paparan sinar UVB. Namun, perlu diperhatikan bahwa informasi mengenai tingkat perlindungan terhadap sinar UVA (nilai PA) tidak disebutkan secara spesifik dalam daftar bahan.
✔️ Keunggulan lain dari produk ini adalah komitmennya terhadap formulasi yang lebih aman, terbukti dengan ketiadaan alkohol dan paraben. Ini menjadikannya pilihan yang baik bagi individu dengan kulit sensitif atau yang menghindari bahan-bahan tersebut.
✔️ Penggunaan silikon dalam produk ini tergolong minim, dengan hanya satu jenis silikon, yaitu Caprylyl Methicone. Penting untuk dicatat bahwa jenis silikon ini bersifat volatil, artinya cepat menguap dan hanya memberikan efek sementara di permukaan kulit, sehingga tidak menimbulkan rasa berat atau menyumbat pori.
✔️ Klaim Oil Free pada produk ini perlu dicermati lebih lanjut. Meskipun tidak mengandung minyak mineral, terdapat beberapa bahan dalam formulasi yang berpotensi menimbulkan komedogenik, antara lain Cetyl Alcohol, Butylene Glycol, dan Triethanolamine. Bagi individu yang rentan terhadap jerawat atau komedo, disarankan untuk mengimbangi penggunaan produk ini dengan rutinitas eksfoliasi 2-3 kali seminggu untuk mencegah penumpukan komedo.
- Cetyl alcohol (3),
- butylene Glycol (1),
- triethanolamine (2),
Bisa diimbangi dengan rutin exfo/scrub 2-3x seminggu untuk meminimalisir akumulasi komedo.
✔️ Produk ini dinyatakan aman untuk fungal acne, serta telah terdaftar di BPOM dan memiliki logo HALAL, yang menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanannya.

