Home » Kisah Messi dan Lamine Yamal: Dari Bayi hingga Duel Final Piala Dunia

Kisah Messi dan Lamine Yamal: Dari Bayi hingga Duel Final Piala Dunia

Skincapedia.com – Final Piala Dunia 2026 diprediksi akan menyajikan duel akbar antara Argentina dan Spanyol, sebuah skenario yang memicu antusiasme luar biasa di kalangan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Di tengah euforia menjelang turnamen akbar tersebut, sebuah kisah menarik nan mengharukan kembali mencuat, menyoroti hubungan tak terduga antara dua bintang lapangan hijau: Lionel Messi, sang legenda Argentina, dan Lamine Yamal, permata muda Spanyol.

Siapa sangka, pertemuan pertama kedua pesepak bola fenomenal ini ternyata telah terjadi jauh sebelum Yamal menjejakkan kaki di panggung profesional, bahkan ketika ia masih seorang bayi mungil berusia lima bulan.

Sebuah foto lawas yang menampilkan Lionel Messi muda sedang tersenyum sembari memandikan seorang bayi mendadak viral di berbagai platform media sosial. Kehadiran bayi dalam foto tersebut ternyata adalah Lamine Yamal, yang saat itu masih berusia sangat belia.

Kebenaran di balik foto bersejarah ini kemudian dikonfirmasi oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF). Melalui unggahan di akun Instagramnya, UNICEF menjelaskan bahwa pertemuan Messi dan Yamal, bersama ibunya, terjadi pada tahun 2007 dalam sebuah sesi pemotretan yang bertujuan untuk penggalangan dana. Saat itu, Messi baru berusia 20 tahun.

“Ya, foto-foto yang Anda lihat itu nyata. Lebih dari 18 tahun yang lalu, seorang bayi bernama Lamine Yamal dan ibunya, Sheila, bertemu Lionel Messi di sebuah pemotretan penggalangan dana UNICEF,” demikian pernyataan UNICEF yang diunggah pada Jumat (17/7).

Lionel Messi, seorang penyerang profesional asal Argentina, saat ini menjabat sebagai kapten untuk klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, serta tim nasional Argentina. Dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa, Messi telah mengukir sejarah dengan delapan penghargaan Ballon d’Or, enam Sepatu Emas Eropa, dan memegang rekor pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Sementara itu, Lamine Yamal, yang lahir pada 13 Juli 2007, telah menjelma menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di kancah sepak bola global. Berposisi sebagai penyerang sayap kanan, ia kini membela klub raksasa FC Barcelona dan tim nasional Spanyol. Yamal telah mencetak berbagai rekor prestisius, termasuk menjadi pemain termuda yang mencetak gol dan tampil di kompetisi sepak bola besar.

Pertemuan Pertama Lionel Messi dan Lamine Yamal

Lionel Messi dan Lamine Yamal

Momen pertemuan pertama antara Messi dan Yamal berhasil diabadikan dalam serangkaian foto oleh fotografer Joan Monfort. Foto-foto ini sempat menjadi perbincangan hangat dua tahun lalu, tepatnya ketika Yamal turut mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan di Euro 2024. Ayah Yamal pun sempat mengunggah salah satu foto tersebut dengan narasi yang menyentuh, “Awal dari dua legenda.”

Dalam foto tersebut, Messi muda terlihat begitu hangat dan penuh kasih saat memandikan Yamal yang mungil dan menggemaskan. Siapa sangka, bayi yang kala itu sedang ia mandikan kelak akan mengikuti jejaknya dan menjadi bintang yang bersinar di dunia sepak bola.

“Ini adalah keajaiban takdir yang sesungguhnya. Ini adalah kebetulan yang menyenangkan, ketika Anda menemukan sesuatu yang sangat istimewa, jauh lebih besar dari yang pernah Anda bayangkan,” ujar Joan Monfort kepada BBC Sport, mengenang momen tersebut.

Sesi pemotretan yang tak terlupakan itu berlangsung di ruang ganti tim tamu Stadion Camp Nou, Barcelona. Keluarga Yamal berkesempatan hadir setelah memenangkan undian yang diselenggarakan oleh surat kabar Catalan Sport, bekerja sama dengan sponsor kaos Barcelona dan badan amal anak internasional, UNICEF.

Para pemenang undian secara acak dipasangkan untuk sesi foto profesional bersama pemain tim utama Barcelona. Dalam kesempatan tersebut, Yamal secara kebetulan dipertemukan dengan Lionel Messi.

“Saya tidak tahu bahwa itu Lamine di foto itu sampai salah satu teman saya menelepon saya pada tahun 2024 dan memberi tahu saya bahwa itu ayahnya. Dia mengunggahnya ke Instagram,” ungkap Monfort, yang baru menyadari identitas bayi dalam foto tersebut bertahun-tahun kemudian.

Messi Sempat Bingung saat Pemotretan dengan Yamal

Lionel Messi dan Lamine Yamal

Menurut penuturan Joan Monfort, Lionel Messi kala itu menunjukkan sikap yang sangat pemalu dan pendiam. Menghadapi, menggendong, dan memandikan bayi berusia lima bulan menjadi tantangan tersendiri baginya, hingga membuatnya sempat merasa kebingungan dan tidak yakin harus berbuat apa.

“Ini hal yang sulit bagi seorang pria muda, tetapi Lamine adalah bayi kecil yang sangat bahagia dan selalu tersenyum. Ibunya, Sheila, membantu kami, dia masih muda dan mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu, tetapi mereka sangat baik untuk diajak bekerja sama. Messi selalu profesional dalam hal-hal seperti ini dan dia beradaptasi dengan situasi dengan sangat cepat,” jelas Monfort mengenai interaksi Messi dengan sang bayi.

Kini, belasan tahun berselang, Messi telah menginjak usia 39 tahun dan Yamal berusia 19 tahun. Takdir kembali mempertemukan keduanya, namun kali ini di panggung paling bergengsi, sebagai rival di babak final Piala Dunia 2026.

Pertemuan tak terduga ini menjadi bukti nyata perjalanan luar biasa Messi sebagai pesepak bola legendaris yang tak pernah lelah berjuang, sekaligus mengukuhkan Lamine Yamal sebagai bintang muda bertalenta istimewa yang berhasil mencuri perhatian dunia.

“Saat ini, prestasi mereka di lapangan menginspirasi jutaan orang. Di luar lapangan, baik Messi maupun Lamine Yamal menggunakan suara dan platform mereka sebagai Duta Besar Kehormatan UNICEF untuk mendukung dan mengadvokasi anak-anak di seluruh dunia. Tujuannya? Agar setiap anak dapat bertahan hidup, tumbuh, dan mewujudkan potensi mereka. Kami bangga memiliki mereka di tim kami,” tutup UNICEF, menegaskan peran kedua bintang tersebut dalam misi kemanusiaan.

Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), East Rutherford, Amerika Serikat. Pertandingan akbar ini akan dimulai pukul 15:00 waktu setempat.

Bagi para penggemar di Indonesia, laga puncak antara Spanyol dan Argentina akan disiarkan secara langsung pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02:00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Artikel menarik Lainnya