Skincapedia.com – Saat merasa sedih, lelah, atau stres, banyak orang cenderung mencari makanan tertentu yang dapat membangkitkan suasana hati dan memberikan rasa nyaman. Fenomena ini melahirkan istilah populer, comfort food, sebuah sebutan yang kini mendunia. Namun, asal-usul dan alasan di balik popularitasnya seringkali luput dari perhatian.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai sejarah kemunculan istilah comfort food serta menelusuri faktor-faktor yang membuatnya tetap relevan dan digemari hingga saat ini.
Asal-Usul Istilah Comfort Food
Pada dasarnya, comfort food merujuk pada hidangan yang tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga memberikan kenyamanan emosional dan membangkitkan kenangan sensorik yang menyenangkan. Menurut MBRF Ingredients, karakteristik utama dari makanan yang dianggap ‘nyaman’ terletak pada rasa, tekstur, atau aroma yang akrab dan familiar bagi individu. Hal ini menjelaskan mengapa setiap orang memiliki definisi comfort food yang unik, mulai dari hidangan rumahan yang sederhana hingga camilan favorit masa kecil.

Meskipun istilah comfort food kini lazim digunakan, penelusuran sejarah menunjukkan bahwa konsep ini telah ada selama beberapa dekade. Berdasarkan laporan dari The Daily Meal, penggunaan pertama kali istilah comfort food tercatat dalam sebuah artikel surat kabar Palm Beach Post pada tahun 1966. Penggunaan ini mengindikasikan bahwa kebutuhan akan makanan yang memberikan rasa aman dan familiar telah dirasakan oleh masyarakat, terutama di tengah tekanan emosional dan sosial.
Orang dewasa yang menghadapi berbagai tantangan, baik secara emosional maupun sosial, seringkali mencari pelipur lara dalam makanan yang mengingatkan mereka pada masa lalu atau memberikan rasa kedekatan. Bagi masyarakat Indonesia, contohnya, nasi goreng atau masakan buatan ibu bisa menjadi representasi sempurna dari comfort food.
Popularitas istilah ini terus berlanjut hingga dekade berikutnya. Sejarawan kuliner mencatat bahwa aktris legendaris, Liza Minnelli, pernah menggunakan istilah comfort food dalam sebuah wawancara dengan kolumnis makanan Johna Blinn pada tahun 1970. Minnelli mendeskripsikan comfort food sebagai makanan yang memberikan rasa kepuasan mendalam dan keinginan untuk terus menikmatinya. Melalui pengaruhnya, aktris yang dikenal lewat film Cabaret ini turut berperan dalam memperkenalkan istilah tersebut kepada khalayak yang lebih luas.
Keterkaitan antara makanan, emosi, dan ingatan memang tak terpisahkan. Aroma, rasa, atau tekstur tertentu memiliki kekuatan untuk membangkitkan kembali momen-momen berharga, seperti kenangan masa kecil, kehangatan keluarga, atau pengalaman spesial lainnya. Makanan yang familiar bagi setiap individu mampu memberikan efek menenangkan, bahkan membantu melupakan sejenak tekanan hidup saat disantap.
Oleh karena itu, comfort food lebih dari sekadar tren kuliner; ia adalah bagian integral dari pengalaman emosional banyak orang. Walaupun jenis hidangan yang dianggap sebagai comfort food sangat bervariasi antarindividu, tujuan utamanya tetap sama: menghadirkan rasa nyaman dan ketenangan melalui makanan yang akrab dan menenangkan.
