Home » Mata Uang Terkuat di Dunia, Urutan Teratas Bukan Dolar

Mata Uang Terkuat di Dunia, Urutan Teratas Bukan Dolar

Banyak orang beranggapan dolar Amerika Serikat adalah mata uang terkuat di dunia karena frekuensinya yang tinggi dalam transaksi internasional. Namun, kekuatan mata uang tidak hanya diukur dari popularitasnya, melainkan juga nilai tukarnya terhadap mata uang lain, terutama dolar AS.

Yang menarik, daftar mata uang terkuat di dunia untuk tahun 2026 justru tidak didominasi oleh dolar AS, melainkan oleh negara-negara Timur Tengah yang memiliki kekayaan minyak melimpah dan cadangan devisa yang besar. Berdasarkan informasi dari Forbes, berikut adalah daftar mata uang terkuat di dunia hingga Mei 2026.

1. Dinar Kuwait (KWD)

Kuwait memimpin daftar ini dengan mata uang dinar Kuwait (KWD). Saat ini, nilai satu dinar Kuwait setara dengan sekitar USD3,24, yang berarti satu dolar AS hanya bernilai sekitar 0,30 dinar Kuwait.

Nilai tukar dinar Kuwait sangat dipengaruhi oleh kekayaan minyak bumi yang dimiliki negara tersebut. Kuwait dikenal sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia dengan cadangan energi yang sangat besar. Pendapatan negara yang tinggi dari sektor minyak ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan nilai mata uangnya.

Selain itu, penerapan kebijakan moneter yang ketat dan cadangan devisa yang kuat membantu dinar Kuwait tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, mata uang ini secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai mata uang paling bernilai di dunia.

2. Dinar Bahrain (BHD)

Bahrain menempati posisi kedua dengan mata uang dinar Bahrain (BHD). Saat ini, satu dinar Bahrain bernilai sekitar USD2,64, atau setara dengan 0,37 dinar Bahrain untuk satu dolar AS.

Sebagai negara kepulauan di Teluk Persia, Bahrain memiliki struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi dibandingkan beberapa negara tetangganya di kawasan Teluk. Sektor nonmigas bahkan menyumbang sebagian besar dari produk domestik bruto negara tersebut.

Dinar Bahrain juga dipatok terhadap dolar AS, yang turut menjaga kestabilan nilai tukarnya. Dengan sistem ekonomi yang cukup kuat dan stabil, mata uang Bahrain tetap menjadi salah satu yang paling kuat di dunia.

3. Rial Oman (OMR)

Oman menduduki peringkat ketiga dengan rial Oman (OMR). Saat ini, satu rial Oman bernilai sekitar USD2,60, sementara satu dolar AS setara dengan 0,38 rial Oman.

Oman yang terletak di Semenanjung Arab dikenal sebagai salah satu eksportir utama minyak dan gas alam. Pendapatan besar yang diperoleh dari sektor energi ini membantu menjaga kekuatan ekonomi negara tersebut.

Selain bergantung pada energi, Oman juga terus berupaya melakukan diversifikasi ekonomi untuk memperkuat sektor-sektor lain di luar minyak. Upaya ini turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas mata uangnya di tengah fluktuasi pasar global.

4. Dinar Yordania (JOD)

Yordania memiliki dinar Yordania (JOD) yang saat ini bernilai sekitar USD1,41. Ini berarti, satu dolar AS setara dengan kurang lebih 0,70 dinar Yordania.

Berbeda dengan banyak negara Timur Tengah lainnya, Yordania tidak terlalu bergantung pada ekspor minyak dan gas. Meskipun demikian, negara ini berhasil menjaga kestabilan nilai mata uangnya melalui penerapan kebijakan ekonomi dan moneter yang cukup disiplin.

Meskipun menghadapi tantangan seperti peningkatan utang dan pertumbuhan ekonomi yang cenderung lambat, dinar Yordania tetap masuk dalam kategori mata uang terkuat di dunia.

5. Poundsterling Inggris (GBP)

Britania Raya menggunakan poundsterling Inggris (GBP) sebagai mata uang resminya. Saat ini, satu pound sterling bernilai sekitar USD1,35, atau satu dolar AS setara dengan £0,73.

Poundsterling merupakan salah satu mata uang tertua yang masih digunakan hingga kini. Mata uang ini telah eksis sejak abad ke-15 dan terus menjadi simbol kekuatan ekonomi Inggris di kancah internasional.

Sebagai salah satu pusat keuangan global, London memainkan peran penting dalam menjaga kekuatan poundsterling. Mata uang ini juga menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan di pasar dunia.

6. Pound Gibraltar (GIP)

Gibraltar telah menggunakan pound Gibraltar (GIP) sebagai mata uang resmi sejak era 1920-an. Nilainya dipatok secara langsung terhadap pound Inggris dengan kurs yang tetap.

Karena memiliki hubungan yang erat dengan poundsterling Inggris, nilai pound Gibraltar ikut bergerak stabil dan tetap tinggi terhadap dolar AS. Gibraltar sendiri merupakan wilayah yang berada di bawah kekuasaan Britania Raya, terletak di bagian selatan Spanyol.

Meskipun wilayahnya terbilang kecil, Gibraltar dikenal memiliki sektor jasa keuangan yang cukup berkembang. Hal ini turut mendukung kestabilan ekonomi dan mata uangnya.

7. Franc Swiss (CHF)

Swiss dan Liechtenstein menggunakan franc Swiss (CHF) sebagai mata uang resmi. Saat ini, nilai satu franc Swiss berkisar sekitar USD1,27.

Franc Swiss kerap dijuluki sebagai safe haven currency atau mata uang perlindungan, berkat stabilitas ekonomi dan politik Swiss yang sangat kuat. Ketika terjadi ketidakpastian global, banyak investor memilih untuk menyimpan aset mereka dalam bentuk franc Swiss.

Sistem perbankan Swiss yang reputasinya sangat kuat, serta tingkat inflasi yang rendah, juga berkontribusi dalam menjaga nilai mata uang ini tetap stabil selama bertahun-tahun.

8. Dolar Kepulauan Cayman (KYD)

Kepulauan Cayman menggunakan dolar Kepulauan Cayman (KYD) sebagai mata uang resmi. Saat ini, satu dolar Cayman bernilai sekitar USD1,19.

Kepulauan Cayman dikenal luas sebagai pusat keuangan offshore yang menawarkan berbagai layanan investasi dan perbankan internasional. Stabilitas sektor keuangan ini secara signifikan membantu menjaga kekuatan mata uangnya.

Nilai tukar mata uang ini juga dipatok terhadap dolar AS, yang membuatnya relatif stabil di pasar global.

9. Euro (EUR)

Uni Eropa menggunakan euro (EUR) sebagai mata uang resmi di sebagian besar negara anggota Zona Euro. Saat ini, satu euro setara dengan sekitar USD1,16.

Euro mulai diperkenalkan secara fisik pada tahun 2002 dan kini telah menjadi salah satu mata uang terpenting dalam perdagangan internasional. Mata uang ini digunakan oleh jutaan orang di berbagai negara Eropa.

Kekuatan euro ditopang oleh gabungan kekuatan ekonomi negara-negara besar di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Italia. Oleh karena itu, euro tetap menjadi salah satu mata uang cadangan terbesar di dunia.

10. Dolar AS (USD)

Ilustrasi Dolar AS

Amerika Serikat menggunakan dolar AS (USD) sebagai mata uang resminya sejak abad ke-18. Meskipun hanya menempati posisi kesepuluh dalam daftar ini, dolar AS tetap menjadi mata uang paling berpengaruh di dunia.

Amerika Serikat merupakan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan produk domestik bruto. Selain itu, dolar AS adalah mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional dan cadangan devisa bank sentral berbagai negara.

Banyak komoditas utama dunia, seperti minyak, emas, dan tembaga, juga diperdagangkan menggunakan dolar AS. Faktor-faktor inilah yang membuat dolar tetap sangat dominan meskipun bukan mata uang dengan nilai tukar tertinggi.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, Jogja Financial Festival 2026 Sasar Anak Muda

Demikianlah daftar mata uang terkuat di dunia untuk tahun 2026. Berbeda nasib dengan mata uang tersebut, rupiah saat ini justru berada di posisi ke-5 mata uang terlemah di tengah dinamika global yang kompleks.

Artikel menarik Lainnya