Skincapedia.com – Mempersiapkan destinasi wisata, kuliner, dan rencana perjalanan adalah hal yang umum dilakukan saat merencanakan liburan ke luar negeri. Namun, ada satu aspek penting yang sering terlupakan, yaitu memahami aturan berpakaian di negara tujuan. Memahami norma berpakaian lokal dapat mencegah potensi masalah dan memastikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar.
Beberapa negara di dunia memiliki peraturan berpakaian yang sangat ketat, yang seringkali berakar pada tradisi budaya, nilai agama, atau kebijakan pemerintah. Pelanggaran terhadap aturan ini bahkan bisa berujung pada sanksi hukum. Penting bagi setiap pelancong untuk mengetahui batasan-batasan ini sebelum menginjakkan kaki di negara tersebut.
Berdasarkan rangkuman dari sumber terpercaya seperti World Atlas dan Solo Female Traveler, artikel ini akan mengulas delapan negara dengan aturan berpakaian paling ketat di dunia.
1. Iran

Di Iran, perempuan diwajibkan untuk mengenakan hijab serta pakaian yang longgar dan menutupi seluruh tubuh. Meskipun di beberapa kota besar seperti Teheran praktik sehari-hari terlihat lebih santai, aturan resmi negara tetap berlaku dan mengikat semua orang, termasuk wisatawan asing.
Bagi warga negara Iran, pelanggaran aturan berpakaian dapat berakibat pada penangkapan, mengikuti kelas pendidikan ulang, bahkan hukuman fisik oleh polisi moral. Wisatawan yang melanggar biasanya hanya akan mendapatkan teguran atau denda.
2. Arab Saudi

Dahulu, perempuan di Arab Saudi wajib mengenakan abaya hitam panjang saat berada di ruang publik. Namun, aturan ini kini telah mengalami fleksibilitas, terutama di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah yang memiliki nuansa lebih modern dan kosmopolitan.
Meskipun perempuan non-Muslim tidak lagi diwajibkan memakai jilbab, wisatawan tetap sangat dianjurkan untuk berpakaian sopan dan tertutup. Hal ini terutama penting saat mengunjungi tempat-tempat keagamaan atau daerah yang masih memegang teguh tradisi konservatif.
3. Afghanistan

Di bawah kekuasaan Taliban, aturan berpakaian bagi perempuan di Afghanistan menjadi semakin ketat. Perempuan diwajibkan mengenakan burqa atau pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah, ketika berada di ruang publik.
Selain pembatasan busana, berbagai larangan lain terhadap aktivitas perempuan juga diberlakukan, termasuk pembatasan akses ke ruang publik. Pelanggaran aturan ini dapat berujung pada hukuman berat seperti denda, hukuman fisik, hingga intimidasi di depan umum. Mengingat kondisi politik dan keamanan yang belum stabil, banyak organisasi internasional tidak menyarankan perjalanan non-esensial ke Afghanistan.
4. Korea Utara

Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia, termasuk dalam hal pengaturan penampilan warganya. Pemerintah bahkan menetapkan daftar gaya rambut yang dianggap sesuai dengan standar sosial negara.
Bagi pria, ada batasan panjang rambut yang tidak boleh dilampaui. Sementara itu, perempuan diwajibkan memakai rok yang panjangnya minimal sampai lutut, dan celana panjang umumnya tidak dianjurkan.
Mengenakan celana jeans dianggap sebagai tindakan tidak sopan, bahkan ilegal, karena diasosiasikan dengan pengaruh budaya Barat. Perempuan lokal yang melanggar norma berpakaian ini dapat menghadapi teguran, dipaksa mengikuti program pendidikan ulang ideologis, dipermalukan di depan umum, atau bahkan dipenjara.
5. Maladewa

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Maladewa memberlakukan standar berpakaian yang cukup ketat, bahkan di luar area resor wisata. Meskipun terkenal dengan keindahan pantai dan lautnya, penggunaan bikini atau pakaian terbuka lainnya hanya diperbolehkan di pantai-pantai khusus yang memang disediakan untuk wisatawan.
Di area publik, wisatawan sangat dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang lebih tertutup, terutama bagi perempuan. Bahkan, mengenakan gaun lilit atau pakaian tambahan di atas pakaian renang sering disarankan sebagai bentuk kesopanan dan untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan.
6. Yunani

Yunani sangat dikenal dengan bangunan kuno dan situs-situs bersejarahnya yang mendunia. Namun, tidak semua jenis pakaian atau alas kaki bebas digunakan, terutama di lokasi bersejarah seperti Akropolis.
Penggunaan sepatu hak tinggi dilarang di sejumlah situs kuno karena dikhawatirkan dapat merusak permukaan bangunan bersejarah. Selain itu, di kawasan biara Meteora, wisatawan diminta untuk mengenakan pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi setempat.
7. Uganda

Uganda termasuk negara yang sangat konservatif dalam hal penampilan. Pada tahun 2014, pemerintah setempat sempat mengesahkan Undang-Undang Anti-Pornografi, yang populer dikenal sebagai “Miniskirt Law” (Undang-Undang Rok Mini). Aturan ini melarang penggunaan pakaian yang dianggap provokatif atau memperlihatkan bagian tubuh di atas lutut di tempat umum.
Namun, undang-undang ini menimbulkan kontroversi besar dan protes dari kelompok hak asasi manusia karena sering disalahgunakan untuk melakukan pelecehan terhadap perempuan. Setelah melalui proses hukum yang panjang, pada tahun 2021 Mahkamah Konstitusi Uganda akhirnya membatalkan pasal-pasal tersebut.
Meskipun aturan hukumnya telah dicabut, wisatawan tetap diimbau untuk berpakaian sopan dan tertutup. Hal ini terutama penting saat berkunjung ke daerah pedesaan atau situs-situs keagamaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sosial masyarakat setempat yang masih sangat menjunjung tinggi kesantunan.
8. Sudan

Sudan pernah dikenal sebagai salah satu negara dengan aturan berpakaian paling ketat di dunia melalui “Undang-Undang Ketertiban Umum” yang didasarkan pada interpretasi hukum Syariah yang kaku. Di masa lalu, perempuan di Sudan menghadapi risiko penangkapan hingga hukuman cambuk hanya karena mengenakan celana panjang atau tidak berkerudung di tempat umum.
Namun, sejak perubahan pemerintahan pada tahun 2019, Sudan telah mencabut undang-undang tersebut sebagai bagian dari reformasi hak asasi manusia. Meskipun secara hukum hukuman cambuk terkait pakaian telah dihapuskan, wisatawan dan penduduk lokal tetap disarankan untuk berpakaian sangat sopan.
Di luar ibu kota Khartoum, nilai-nilai tradisional masih sangat kuat. Mengenakan pakaian yang menutup bahu serta kaki tetap menjadi standar keamanan dan bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.
Baca juga: Cara Ampuh Bikin Rumah Sejuk Tanpa AC Mahal
Demikianlah ulasan mengenai negara-negara dengan aturan berpakaian paling ketat di dunia. Memahami dan menghormati aturan ini akan sangat membantu kelancaran perjalanan Anda.
