Skincapedia.com – The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA++++ hadir sebagai solusi perlindungan kulit yang ringan dan efektif, khususnya bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat. Diformulasikan sebagai chemical sunscreen, produk ini menawarkan sensasi dingin saat diaplikasikan, tekstur yang cepat meresap, serta kemampuan untuk mengontrol minyak berlebih dan meredakan kemerahan.
Produk ini sangat direkomendasikan untuk kulit yang cenderung berminyak atau rentan berjerawat. Cara penggunaannya pun sangat sederhana: ambil produk secukupnya dengan takaran dua jari, lalu ratakan ke seluruh area wajah dan leher sebagai tahap akhir rutinitas perawatan kulit. Dengan harga sekitar Rp 92.000 untuk kemasan 30ml, The Aubree Artemisia Daily Sunscreen menawarkan perlindungan komprehensif dengan formula yang nyaman.
|
|
| The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA++++. Sumber: shopee |
Menelisik Komposisi The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA++++
Daftar Lengkap Bahan (Ingredients):
Aqua, Glycerin, Cyclopentasiloxane, Nylon-12, Butyl methoxydibenzoylmethane, Ethylhexyl methoxycinnamate, Silica, 1,3-Butylene Glycol, Octocrylene, Polysilicone-34, Artemisia Capillaris Flower Extract, Kaolin, Aloe Barbadensis Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Tocopheryl Acetate, Phenoxyethanol, Lecithin, Isononyl Isononanoate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Triethylene Glycol.
Kandungan Utama yang Berperan Penting (Key Ingredients)
Artemisia Capillaris Flower Extract (Ekstrak Mugwort)
Merupakan bintang utama dalam formula ini, ekstrak mugwort memiliki khasiat luar biasa untuk merawat kulit yang kering, iritasi, sensitif, dan rentan eczema. Kandungan ini bekerja efektif dalam melembapkan, menutrisi, serta memberikan perlindungan pada kulit. Lebih lanjut, ekstrak mugwort membantu menenangkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit, sekaligus efektif dalam mengurangi munculnya jerawat dan breakout. Tak hanya itu, senyawa ini juga kaya akan antioksidan, Vitamin A yang mendukung regenerasi sel kulit, serta Vitamin C yang berperan dalam mencerahkan dan melindungi kulit.
Aloe Barbadensis Extract (Ekstrak Lidah Buaya)
Dikenal luas akan kemampuannya melembapkan kulit (skin moisturizing) dan menenangkan (soothing), ekstrak lidah buaya juga memiliki sifat anti-inflamasi. Di dalamnya terkandung antioksidan, enzim, serta Vitamin A dan C yang sangat bermanfaat. Ekstrak ini mampu membantu mengatasi iritasi, jerawat, dan kulit yang kering. Efek anti-inflamasinya yang menenangkan juga efektif dalam meredakan iritasi dan mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.
Camellia Sinensis Leaf Extract (Ekstrak Teh Hijau)
Sebagai ekstrak teh hijau, kandungan ini kaya akan polifenol yang memiliki beragam manfaat, termasuk sebagai antioksidan, pelindung dari sinar UV (UV protectant), anti-karsinogenik, dan anti-inflamasi. Senyawa polifenol dalam teh hijau terbukti mampu menghambat kerusakan DNA pada kulit dan mengaktifkan enzim yang berperan dalam memperbaiki kerusakan DNA tersebut.
Tocopheryl Acetate (Vitamin E)
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan kuat yang juga berfungsi sebagai pelembap kulit. Kandungannya membantu melindungi kulit dari dampak negatif paparan sinar UVB, menjadikannya komponen penting dalam perlindungan kulit sehari-hari.
Agen Pelindung Matahari (Sunscreen Agents)
Butyl Methoxydibenzoylmethane (Avobenzone)
Avobenzone merupakan salah satu agen sunscreen kimiawi yang paling umum digunakan. Senyawa ini efektif menyerap radiasi UVA I dan UVA II. Namun, perlu dicatat bahwa Avobenzone tidak photostable, artinya efektivitasnya dapat berkurang signifikan (sekitar 36% dalam satu jam paparan sinar matahari).
Ethylhexyl Methoxycinnamate
Agen ini bekerja sebagai penyerap sinar UVB. Merupakan sunscreen generasi lama yang juga memiliki masalah photostability; efektivitasnya dapat berkurang sekitar 10% setelah 35 menit terpapar matahari. Meskipun demikian, senyawa ini populer karena formulanya yang ringan secara kosmetik dan mudah diterima oleh kulit.
Octocrylene
Sebagai sunscreen kimiawi, Octocrylene memberikan perlindungan terhadap sinar UVB dan UVA II. Senyawa ini tergolong cukup photostable, dengan penurunan efektivitas hanya sekitar 10% setelah 95 menit pemakaian. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menstabilkan agen sunscreen lain, seperti Avobenzone, serta meningkatkan ketahanan formula terhadap air (water-resistant), sehingga perlindungan tidak mudah luntur oleh keringat.
Bahan Pendukung Lainnya (Bahan Pelengkap)
- Aqua: Air, berfungsi sebagai pelarut utama dalam formula.
- Glycerin: Merupakan humektan yang identik dengan kulit, berfungsi menarik kelembapan ke dalam kulit.
- Cyclopentasiloxane: Silikon volatil yang mudah menguap dan tidak terserap ke dalam kulit, memberikan sensasi ringan.
- Nylon-12: Berfungsi untuk menambah kekentalan formula dan sebagai pengemulsi.
- Silica: Mineral thickener yang meningkatkan viskositas, sekaligus berfungsi sebagai penyerap minyak (oil absorbent) dan memberikan hasil akhir matte.
- 1,3-Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan.
- Polysilicone-34: Jenis silikon yang jika dikombinasikan dengan Isononyl Isononanoate, dapat meningkatkan efek sensori formula, membuatnya lebih lembut, mudah diratakan, tidak lengket, dan memberikan rasa halus pada kulit. Juga berfungsi sebagai pengemulsi.
- Kaolin: Sejenis tanah liat (clay) dengan kemampuan penyerapan air sebesar 65%, memiliki sifat purifikasi dan detoksifikasi. Berfungsi sebagai penyerap minyak dan memberikan hasil akhir matte. Dengan pH 6, ideal untuk kulit kering dan sensitif, serta menambah viskositas formula.
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk menjaga stabilitas produk.
- Lecithin: Berfungsi sebagai pengemulsi dan emolien.
- Isononyl Isononanoate: Emolien sintetis yang memberikan kelembutan pada kulit.
- Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer: Berupa bubuk silikon yang menambah kekentalan formula dan menciptakan efek kulit yang halus, kering, dan velvety.
- Triethylene Glycol: Pengencer, agen penyamar aroma (masking) yang tidak mengiritasi dan aman untuk kulit sensitif.
Kesimpulan Mendalam
The Aubree Artemisia Daily Sunscreen adalah pilihan sunscreen kimiawi yang patut dipertimbangkan. Dengan SPF 50 dan PA++++, produk ini menjanjikan perlindungan kuat terhadap sinar UVB (hingga 98%) dan UVA (lebih dari 16 kali lebih lama dibanding tanpa perlindungan). Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi empat bahan aktif yang tidak hanya melindungi, tetapi juga memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, dan menenangkan kulit, sangat membantu meredakan kemerahan pada jerawat.
Formulanya tergolong sederhana dan menghasilkan akhir yang matte, menjadikannya sangat ideal bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat. Kandungan kaolin dan silika secara efektif membantu menyerap kelebihan minyak. Produk ini juga bebas dari alkohol, pewangi, paraben, serta memiliki formula oil-free dan non-komedogenik. Meskipun secara teknis mengandung satu bahan yang berpotensi komedogenik (butylene glycol), kadarnya dianggap minimal dan dapat diabaikan.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah potensinya yang tidak fungal acne friendly karena adanya kandungan lecithin. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa sumber tidak mengategorikan lecithin sebagai pemicu jerawat jamur. Lecithin sendiri dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kedelai dan telur, dan terdiri dari komponen seperti fosfolipid dan asam lemak. Asam lemak ini merupakan sumber makanan bagi jamur Malassezia. Meskipun demikian, klaim fungal acne safe dari produk ini mungkin didasarkan pada kadar lecithin yang sangat rendah sehingga tidak menimbulkan reaksi.
Terlepas dari potensi tersebut, lecithin dalam konsumsi makanan (telur, daging, kedelai) diketahui sangat bermanfaat untuk kesehatan otak.

