Skincapedia.com – Memahami kandungan produk perawatan kulit adalah langkah krusial sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Theraskin Gluco Cleanser, sebuah produk pembersih wajah yang diklaim lembut untuk kulit sensitif, patut dicermati lebih dalam dari sisi komposisinya. Produk ini menawarkan pembersihan yang efektif sekaligus perawatan kulit berkat formulasi bahan-bahannya yang dipilih secara cermat.
Theraskin Gluco Cleanser hadir sebagai sabun cair yang diformulasikan dengan mild surfactant dan gluconolactone. Kombinasi ini dirancang khusus untuk membersihkan kulit wajah, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Gluconolactone sendiri tidak hanya berfungsi sebagai agen pembersih, tetapi juga memberikan manfaat antioksidan yang penting untuk melindungi kulit dari kerusakan.
|
|
| Theraskin Gluco Cleanser. Sumber: shopee. |
Penggunaan Theraskin Gluco Cleanser cukup sederhana. Cukup tuangkan sedikit produk ke telapak tangan, busakan dengan air, lalu usapkan ke wajah sambil melakukan pijatan ringan. Bilas dengan air hingga bersih untuk mendapatkan hasil pembersihan yang optimal. Produk ini memiliki nomor registrasi POM NA 18191234078, menandakan bahwa produk ini telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Dengan kemasan 100ml, produk ini dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar Rp 22.000.
Mari kita bedah lebih dalam mengenai komposisi bahan yang terdapat dalam Theraskin Gluco Cleanser untuk memahami lebih lanjut klaim dan manfaatnya.
Penjelasan Ingredients Theraskin Gluco Cleanser
Ingredients:
Aqua, Lauryl glucoside, sodium lauroyl sarcosinate, cocamidopropyl betaine, acrylates/steareth 20, methacrylate crosspolymer, Glycol distearate, sodium laureth sulfate, cocamide MEA, benzoic Acid, laureth 10, panthenol, allantoin, DMDM Hydantoin, Propylene Glycol, chamomila recutita matricaria flower extract, triethanolamine, sodium lactate, citric acid, Gluconolactone, Chlorphenesin, phenoxyethanol, glyserine.
Key Ingredients yang Berperan Penting:
Panthenol
Juga dikenal sebagai Pro-vitamin B5, panthenol memiliki kemampuan luar biasa dalam melembapkan kulit. Ia bekerja dengan cara membantu kulit memproduksi lipid esensial yang krusial untuk menjaga kekuatan dan kesehatan skin barrier. Selain itu, panthenol juga berperan sebagai agen anti-inflamasi dan skin-protecting yang efektif mengurangi iritasi yang mungkin disebabkan oleh bahan aktif lain dalam formula. Kemampuannya dalam membantu proses pemulihan luka juga menjadikannya bahan yang sangat berharga.
Allantoin
Merupakan senyawa alami yang diekstraksi dari tanaman Comfrey. Allantoin dikenal luas karena kemampuannya menenangkan kulit, sifat anti-inflamasinya, serta dukungannya terhadap proses penyembuhan luka. Sifatnya yang lembut menjadikannya pilihan ideal untuk produk yang ditujukan bagi kulit sensitif atau yang sedang mengalami iritasi.
Chamomila Recutita Matricaria Flower Extract
Ekstrak dari bunga German Chamomile ini mengandung senyawa aktif bernama bisabolol. Bisabolol memiliki sifat anti-inflamasi dan skin-soothing yang sangat baik, menjadikannya bahan yang efektif untuk merawat kulit berjerawat, iritasi, dan sensitif. Kehadiran senyawa antioksidan dalam ekstrak ini juga turut berkontribusi dalam melindungi kulit.
Sodium Lactate
Bahan ini merupakan skin identical ingredient, artinya strukturnya mirip dengan komponen alami kulit. Sodium lactate termasuk dalam kategori Natural Moisturizing Factor (NMF). Fungsinya adalah sebagai humektan yang menarik dan mengikat air, sehingga membantu menjaga kelembapan kulit. Selain itu, ia juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma kulit dan memperkuat skin barrier.
Gluconolactone
Gluconolactone termasuk dalam golongan Polyhydroxy Acids (PHAs), yang merupakan versi lebih lembut dari Alpha Hydroxy Acids (AHAs). Bahan ini memiliki beberapa manfaat penting: memperbaiki tekstur kulit, menghidrasi, dan memberikan perlindungan antioksidan. Sifatnya yang lembut membuatnya cocok untuk penggunaan sehari-hari. Gluconolactone juga bekerja sinergis dengan bahan aktif lain seperti Vitamin C, retinol, AHA, dan BHA, terutama dalam formulasi anti-aging.
Peran Agen Surfaktan dalam Formula
Lauryl Glucoside
Merupakan agen pembersih yang berasal dari minyak kelapa. Lauryl glucoside menghasilkan busa yang cukup baik dan dikenal sangat lembut di kulit. Selain itu, bahan ini juga bersifat biodegradable, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan.
Sodium Lauroyl Sarcosinate
Dikenal sebagai alternatif yang lebih alami, lembut, dan biodegradable dibandingkan Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Bahan ini berfungsi sebagai foam booster yang meningkatkan kualitas busa dan menambah kelembutan formula sabun, sehingga membersihkan tanpa terasa kasar di kulit.
Cocamidopropyl Betaine
Termasuk dalam jenis surfaktan amfoterik. Fungsinya adalah sebagai foam booster dan agen pembersih yang lembut dengan tingkat iritasi yang rendah. Cocamidopropyl betaine juga membantu menciptakan formula pembersih dengan pH rendah yang lebih sesuai untuk kulit. Sifatnya yang biodegradable menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan.
Sodium Laureth Sulfate (SLES)
Meskipun termasuk dalam kategori surfaktan anionik, SLES dianggap lebih lembut dibandingkan SLS. SLES mampu menghasilkan busa yang melimpah dan memiliki daya bersih yang kuat. Namun, keefektifannya dalam membersihkan terkadang juga dapat mengangkat minyak dan kelembapan alami kulit, yang berpotensi menimbulkan rasa kering atau tertarik setelah pemakaian. Untuk mengatasi efek ini, SLES sering dikombinasikan dengan surfaktan lain yang lebih lembut atau dilengkapi dengan bahan-bahan yang bersifat melembapkan dan melindungi kulit.
Cocamide MEA
Berfungsi sebagai foam booster dan co-surfactant. Cocamide MEA sering dikombinasikan dengan surfaktan anionik untuk meningkatkan kualitas busa dan efektivitas pembersihan formula.
Bahan Pelengkap Lainnya:
- Aqua: Air, pelarut utama dalam formulasi.
- Acrylates/Steareth 20 Methacrylate Crosspolymer: Pengental sintetis yang berfungsi sebagai penstabil emulsi.
- Glycol Distearate: Berfungsi sebagai emollient, pengemulsi, dan penambah kekentalan formula.
- Benzoic Acid: Pengawet untuk menjaga stabilitas produk.
- Laureth 10: Pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan berbasis minyak dan air.
- DMDM Hydantoin: Pengawet yang membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
- Propylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer (membantu penyerapan bahan lain), dan humektan.
- Triethanolamine: Pengatur pH yang bersifat basa.
- Citric Acid: Pengatur pH yang bersifat asam, membantu menyeimbangkan pH formula.
- Chlorphenesin: Pengawet tambahan untuk mencegah kontaminasi.
- Phenoxyethanol: Pengawet yang umum digunakan dalam produk kosmetik.
- Glycerine: Pelarut, skin identical ingredient, dan humektan yang membantu menarik kelembapan ke kulit.
Kesimpulan Mengenai Theraskin Gluco Cleanser
✔️ Theraskin Gluco Cleanser menggunakan kombinasi lima agen pembersih, yang terdiri dari satu surfaktan kuat dan empat surfaktan lembut. Formulasi ini memastikan daya bersih yang efektif namun tetap aman dan tidak terlalu kasar untuk kulit.
✔️ Produk ini diperkaya dengan lima key ingredients yang berfokus pada perawatan kesehatan kulit, memberikan efek menenangkan, dan menjaga kelembapan kulit.
✔️ Keberadaan citric acid membantu menyeimbangkan pH formula agar sesuai dengan pH alami kulit.
✔️ Produk ini bebas dari alkohol dan pewangi (fragrance), serta paraben, menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang sensitif terhadap bahan-bahan tersebut.
❗ Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan Sodium Laureth Sulfate (SLES), yang pada beberapa individu dapat menimbulkan efek kering atau rasa tertarik pada kulit.
✔️ Meskipun demikian, produk ini diklaim aman untuk kulit sensitif, yang menunjukkan bahwa formulasi keseluruhannya telah dioptimalkan untuk meminimalkan potensi iritasi.
✔️ Sebagai produk lokal, Theraskin Gluco Cleanser telah terdaftar BPOM, memiliki harga yang sangat terjangkau, dan bahkan telah dilengkapi dengan logo HALAL, menjadikannya pilihan yang menarik bagi konsumen di Indonesia.

