Home » Tiga Faktor Pemicu Viral Grup RESCENE

Tiga Faktor Pemicu Viral Grup RESCENE

Skincapedia.com – Grup girl group RESCENE kini tengah menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan, dengan lagu-lagu mereka yang merajai tangga lagu dan bahkan dipercaya menjadi duta pariwisata sebuah kota. Pencapaian ini biasanya identik dengan grup K-pop papan atas, namun RESCENE justru datang dari agensi yang tidak terlalu besar dan baru dikenal setahun belakangan.

Keberhasilan RESCENE dalam menaklukkan algoritma media sosial Korea Selatan, termasuk melalui berbagai meme yang viral, menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya membuat grup ini begitu istimewa. Kebangkitan RESCENE dapat diibaratkan sebuah kisah bersambung, di mana setiap momen viral menciptakan efek domino yang mendorong mereka ke puncak popularitas.

Berbeda dengan strategi konten yang terpoles dan dirancang agensi untuk menciptakan citra tertentu, RESCENE justru memilih menampilkan video-video yang merefleksikan kehidupan sehari-hari mereka. Melalui pesona alami dan reaksi spontan yang terekam dalam kamera, RESCENE berhasil menampilkan kecerdasan, kepribadian unik, dan ikatan kuat antar anggota.

Interaksi yang otentik ini mampu mengubah penonton biasa menjadi penggemar setia. Artikel ini akan mengupas tuntas tiga momen kunci yang menjadi pendorong utama fenomena viral RESCENE.

1. Woni Belajar Mengemudi, dan Memenangkan Hati Netizen

Pada Agustus 2025, sebuah kanal YouTube bernama Studio Kok yang fokus pada konten otomotif, merilis episode perdana dari seri “My Driving School Uncle”. Konsepnya sederhana: komedian Lee Sun Min dan Yoo Young Woo akan mengajari Woni, salah satu anggota RESCENE, cara mengemudi dalam rangka persiapan mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Namun, proses belajar mengemudi Woni ternyata penuh dengan kejadian tak terduga yang sempat membuat para komedian panik. Dalam beberapa episode, Woni terlihat mengemudi di situasi yang menegangkan, seperti saat melewati jalur drive-through McDonald’s, bahkan nyaris menabrak tembok. Kejadian-kejadian ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Alih-alih menunjukkan rasa gugup, Woni senantiasa mempertahankan sikap cerianya. Sikap positif dan kerendahan hatinya berhasil memikat hati penonton, menjadikan serial ini sukses besar. Salah satu penonton bahkan berkomentar, “Kata-kata Woni tidak seperti seorang idol, dan dia memiliki aura yang jujur dan otentik, yang membuatnya menghibur,” seperti dilansir dari Channel News Asia.

Kesuksesan “My Driving School Uncle” membuka pintu kolaborasi dengan Solfa Studio, rumah produksi Korea Selatan yang dikenal dengan saluran YouTube populer ODG. Pada Februari 2026, mereka meluncurkan saluran YouTube pribadi Woni bertajuk “Hello I Am Woni Nice To Meet You”. Langkah ini menjadi titik awal yang memicu serangkaian peristiwa viral bagi RESCENE.

2. Minami Mengucapkan “Geojo Yaho” Saat Berpakaian Seperti Gyaru, dan Menjadi Meme Nasional

Meskipun video-video awal di saluran “Hello I Am Woni Nice To Meet You” mendapat respons positif, sebuah video berjudul “Learning Japanese From A Former Gyaru” yang diunggah pada Maret 2026 menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Video ini menandai debut Minami, anggota RESCENE asal Jepang, yang mengajarkan Woni bahasa Jepang.

Penonton terkejut dengan kefasihan Minami berbahasa Korea, bahkan banyak yang mengira ia adalah orang Korea yang mahir berbahasa Jepang. Minami juga dipuji karena kemampuan komedi dan aktingnya yang luwes dalam memerankan berbagai karakter sambil berbahasa Jepang.

Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika Minami mengadopsi gaya bicara dan tingkah laku yang identik dengan gyaru, sebuah subkultur mode dan anak muda Jepang yang dikenal dengan gaya berani dan kepercayaan diri yang ceria. Kesuksesan segmen gyaru ini berlanjut dengan sekuel berjudul “I Tried Learning The Gyaru Attitude”, di mana Minami mengajak Woni berjalan di jalanan Seoul dengan pakaian bergaya gyaru.

Puncak viralitas terjadi ketika Woni, yang berasal dari Pulau Geoje, bercanda bahwa warga Geoje akan memarahinya jika berpenampilan seperti itu. Minami kemudian membalas dengan ucapan riang yang tak terduga namun sangat mudah diingat: “Geoje yaho!”

Cuplikan respons Minami yang jenaka dan spontan ini meledak di internet, meraih jutaan tayangan di berbagai platform media sosial Korea Selatan. Para netizen memuji Minami karena berhasil menangkap esensi sikap gyaru yang ceria. Tak lama, “Geoje yaho!” dan variasi kalimatnya menjadi jargon nasional yang digunakan baik secara daring maupun dalam percakapan sehari-hari.

Frasa ini diadopsi oleh netizen dan bahkan digunakan oleh para selebriti ternama seperti BTS, BigBang, I.O.I, hingga NMIXX. Momen ini menempatkan Minami sebagai bintang yang bersinar, dan bersama dengan popularitas Woni yang sudah meroket, menaikkan pamor RESCENE ke level yang lebih tinggi.

Seperti yang diungkapkan salah satu penonton, momen “Geoje yaho!” menjadi titik balik bersejarah bagi individu, grup, dan perusahaan.

3. Zena Berbicara Menggunakan Dialek Lokal

Kebangkitan RESCENE tidak berhenti sampai di situ. Pada Mei 2026, Zena, anggota termuda RESCENE yang lahir di Gyeongju, tampil dalam kanal YouTube Woni. Dalam video tersebut, Zena menghabiskan sebagian besar durasinya berbicara menggunakan dialek daerahnya.

Cara bicara Zena yang lugas dan apa adanya sangat menonjol, terutama mengingat standar citra sempurna yang umumnya diharapkan dari idol K-pop. Sebagai penduduk asli dari daerah yang sering dianggap sebagai pedesaan, Zena berhasil menarik perhatian penonton yang mungkin tidak biasa mengonsumsi konten K-Pop.

Banyak penonton terpesona oleh kepribadian Zena yang hangat, mirip seorang kakak perempuan, dan cara bicaranya yang khas. Hal ini mengingatkan mereka pada percakapan dengan orang yang lebih tua dari daerah pedesaan Korea Selatan. Salah satu penonton bahkan menulis, “Jika kamu mendengarkan (video) dengan mata tertutup, kedengarannya seperti percakapan antara para bibi yang merupakan pekerja veteran di pabrik tekstil.”

Dampak Viralitas RESCENE

RESCENE memulai debutnya pada Maret 2024 di bawah naungan The Muse Entertainment. Grup ini beranggotakan lima personel: Woni, Liv, Minami, May, dan Zena. Meskipun berasal dari agensi kecil, viralitas mereka telah membawa dampak yang signifikan.

Lagu-lagu mereka meroket di tangga lagu, terutama “Love Attack” yang mendapat sambutan hangat dari penggemar baru. Konten non-musik di kanal YouTube resmi RESCENE, yang sebelumnya kesulitan mencapai ribuan penayangan, kini secara konsisten menarik ratusan ribu penonton.

Bahkan, berkat popularitas fenomenal “Geoje yaho!”, RESCENE dipercaya menjadi duta besar untuk Kota Geoje. Pada 16 Juni 2026, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama Badan Konten Kreatif Korea mengumumkan bahwa agensi RESCENE termasuk dalam 10 perusahaan hiburan kecil dan menengah yang terpilih untuk menerima pendanaan hingga 300 juta won guna mendukung pertumbuhan artis mereka.

Baru-baru ini, RESCENE merilis remake single “Pretty Girl” milik KARA pada 8 Juli 2026. Rilisan ini hadir sekitar tiga bulan setelah peluncuran single digital “Runaway” pada April lalu.

Memasuki tahun ketiganya sejak debut di bawah naungan agensi hiburan kecil pada tahun 2024, RESCENE tengah mengalami momen yang luar biasa. Kesuksesan RESCENE menjadi bukti nyata bahwa agensi K-Pop kecil masih memiliki peluang besar untuk bersinar. Mari terus berikan dukungan untuk RESCENE!

Artikel menarik Lainnya