Skincapedia.com – Selama menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh mengalami perubahan yang tidak stabil. Hal ini dapat mempengaruhi hormon pada kelenjar keringat, terutama kelenjar apokrin yang lebih aktif. Kelenjar ini cenderung menebal dan berlemak selama masa menstruasi, sehingga lebih mudah bercampur dengan bakteri dan menghasilkan bau.
Perubahan kondisi hormon selama masa menstruasi juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh dalam memproduksi keringat. Hal ini dapat menjadi pengganggu dan mengurangi rasa percaya diri bagi kebanyakan perempuan saat mengalami masa menstruasi.
Menjaga bau badan tetap segar selama masa menstruasi bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, ada beberapa tips yang dapat membantu menjaga aroma tubuh tetap wangi. Simak, yuk!
1. Menjaga Kebersihan Badan

Kebersihan badan selama masa menstruasi berlangsung sangat penting untuk diperhatikan. Menjaga badan agar tetap bersih dapat dilakukan dengan mandi secara teratur, minimal dua kali sehari. Hal ini bertujuan untuk menjaga kulit tetap lembab dan terhidrasi, sehingga mengurangi produksi keringat.
Selain itu, menjaga kebersihan badan saat menstruasi yang paling utama adalah pada area intim. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sabun khusus atau cukup dengan air hangat saja. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan pH kulit agar tidak iritasi dan menimbulkan bau kurang sedap.
2. Gunakan Deodoran Setelah Mandi

Penggunaan deodoran saat menstruasi adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh. Namun, hindari penggunaan produk deodoran yang aromanya terlalu kuat. Aroma yang terlalu kuat bisa bertentangan dengan aroma alami tubuh, sehingga malah menimbulkan bau badan dan menyebabkan iritasi.
Waktu penggunaan yang tepat adalah dengan mengoleskan deodoran setelah mandi, saat kulit dalam keadaan kering untuk hasil yang maksimal. Hal ini membantu produk menyerap dengan baik dan memberikan perlindungan sepanjang hari, serta menghindari bau badan yang berlebih selama masa menstruasi.
3. Ganti Pembalut Secara Teratur

Selama menstruasi, waktu terbaik untuk mengganti pembalut yang digunakan adalah setiap 4 hingga 6 jam sekali. Bahkan disarankan untuk menggantinya lebih sering apabila aliran darah menstruasi lebih banyak. Penggantian yang tepat mencegah bau tidak sedap yang dapat terserap oleh tubuh karena darah menstruasi yang lama mengendap di udara.
Selain itu, menggunakan pembalut yang bersih dan menggantinya secara rutin sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi jamur atau bakteri. Infeksi seperti infeksi jamur atau vaginosis bakterial dapat dipicu oleh kelembapan dan kebersihan yang buruk.
4. Menjaga Pola Makan

Saat menstruasi, sebaiknya hindari makanan yang berpotensi memperburuk bau badan seperti bawang putih, makanan pedas, dan kafein. Hal ini dapat mempengaruhi hormon tubuh. Perubahan hormon selama menstruasi dapat memengaruhi metabolisme dan produksi keringat, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi aroma tubuh.
Konsumsi makanan sehat yang kaya serat dan banyak minum air putih dapat membantu detoksifikasi tubuh. Hindari juga makanan olahan yang tinggi gula karena dapat memicu inflamasi serta memperburuk bau badan selama masa menstruasi.
5. Gunakan Parfum atau Body Mist

Penggunaan parfum selama masa menstruasi dapat membantu menjaga tubuh tetap wangi dan meningkatkan rasa percaya diri. Gunakan parfum dalam jumlah yang tepat. Semprotkan sedikit saja di area leher atau pergelangan tangan untuk menjaga kesegaran tanpa membuat aromanya terlalu mencolok.
Jika wangi parfum terasa terlalu kuat, bisa gunakan body mist yang memiliki aroma lebih ringan. Body mist dapat digunakan berkali-kali sepanjang hari untuk menyegarkan tubuh.
Karena selama menstruasi, tubuh cenderung lebih sensitif, jadi lebih baik pilih parfum dengan aroma ringan seperti floral, citrus, atau aroma segar lainnya yang tidak terlalu strong.
6. Gunakan Pakaian dengan Bahan Menyerap Keringat

Pilihlah pakaian dalam dan pakaian luar yang terbuat dari bahan yang sifatnya menyerap keringat, seperti katun. Bahan ini lebih mampu menyerap keringat dan membiarkan kulit bernapas, sehingga mengurangi risiko bau badan. Bahan katun sangat membantu dalam mengurangi bau badan.
Selama menstruasi, tubuh mungkin terasa lebih sensitif. Pakaian berbahan katun memberikan kenyamanan lebih dibandingkan bahan sintetis yang cenderung menahan panas dan kelembapan.
Bahan alami seperti katun memungkinkan udara untuk bersirkulasi di sekitar tubuh, sehingga membantu mendinginkan tubuh dan mengurangi produksi keringat berlebih.
7. Kurangi Kafein dan Hindari Minuman Beralkohol

Kafein dan alkohol dapat meningkatkan produksi keringat dan menyebabkan bau badan lebih menyengat. Kafein dapat mempengaruhi kadar hormon, yang berperan dalam perubahan bau tubuh, terutama selama masa menstruasi pada perempuan.
Selama menstruasi, tubuh mengalami perubahan hormonal yang bisa memperkuat efek-efek ini. Mengonsumsi kafein dan alkohol dapat membuat bau badan menjadi lebih mencolok. Mengurangi atau menghindari kedua zat ini selama menstruasi dapat membantu menjaga tubuh tetap segar.
Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan selama masa menstruasi agar badan terhindar dari bau badan. Selamat mencoba!
