Skincapedia.com – Malam hari adalah waktu krusial bagi kulit untuk beregenerasi dan memperbaiki diri. Penggunaan night cream yang tepat dapat memaksimalkan proses ini. Bagi Anda yang tengah mencari night cream dengan harga terjangkau dan testimoni positif, Whitelab Brightening Night Cream patut dipertimbangkan.
Produk ini telah mendapatkan rating tinggi 4,5 bintang di Female Daily, dengan 92% dari 258 pengguna merekomendasikannya. Dibanderol dengan harga sekitar 50 ribuan untuk ukuran 20 gram, produk lokal ini menawarkan nilai yang sangat baik.
|
|
| Whitelab Brightening Night Cream. Foto by Deflianalantari FD Member |
Tiap malem gue pake night cream ini, dan udah gue amati kalo di kulit gue jadinya bagus banget lembap semaleman jadi pas pagi glowing2 gitu seneng deh wkwkwkwk dan harganya affordable gt good job lah buat produk lokal. _reviewed by Nettajanee FD Member
Penjelasan Whitelab Brightening Night Cream
Ingredients:
Aqua, glyserine, butylene glycol, isohexadecane, cetyl alcohol, niacinamide, tranexamic acid, licorice glycyrrhiza glabra extract, dimethicone, glyseryl stearate, stearic acid, polyacrylamide, carbomer, sodium hyaluronate, c13-14 isoparaffin, c9-11 pareth-6, titanium dioxide, peg-100 stearate, parfum, triethanolamine, collagen, allantoin, tetrasodium edta.
Bahan Aktif
Niacinamide.
Merupakan super star ingredients dan cell-communicator ingredients yang sangat multifungsi. Niacinamide dapat menjangkau semua tipe kulit dengan minim efek samping. Manfaatnya meliputi mencerahkan kulit, membantu sintesis ceramide, anti-inflamasi, mengatur sebum, mengatasi jerawat, serta anti-aging.
Tranexamic Acid.
Sebagai skin-lightening generasi baru, tranexamic acid efektif untuk mengatasi dark spot seperti melasma (flek akibat hormon kehamilan) dan noda bekas luka atau jerawat yang membandel (PIH – post-inflammatory hyperpigmentation).
Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim tyrosinase dalam memproduksi pigmen di melanosit, sekaligus memblokir transfer pigmen dari melanosit ke keratinosit di lapisan epidermis. Ia bekerja seperti agen FBI yang menutup pabrik dan mencegat distribusi pigmen.
Sifat-sifat tranexamic acid meliputi:
- Kemampuan anti-inflamasi dan efek calming pada kulit iritasi.
- Membantu mengembalikan kekuatan skin-barrier.
- Tidak menimbulkan fotosensitivitas, bahkan dapat mengurangi sensitivitas kulit terhadap UV, sehingga aman untuk kulit sensitif.
Licorice Glycyrrhiza Glabra Extract.
Mengandung senyawa glabridin yang efektif menghambat pigmentasi akibat UVB, bahkan diklaim lebih efektif dan aman dibandingkan hydroquinone. Ekstrak ini juga kaya antioksidan dan senyawa glycyrrhizin yang bersifat anti-inflamasi.
Sodium Hyaluronate.
Merupakan bentuk garam dari hyaluronic acid yang lebih mudah diformulasikan dan diserap kulit. Sebagai skin-identical, ia memiliki kemampuan tinggi dalam menahan kelembapan di lapisan kulit, sangat baik untuk merawat kulit kering dan dehidrasi.
Collagen.
Karena memiliki molekul besar, collagen tidak meresap jauh ke dalam kulit, melainkan bekerja di permukaan. Tugasnya adalah menciptakan lapisan water-rich, mencegah penguapan kelembapan dari kulit, serta menambah elastisitas, sangat bermanfaat untuk kulit kering dan dehidrasi.
Allantoin.
Senyawa ini memiliki sifat skin-soothing dan anti-inflamasi. Allantoin dapat meminimalisir efek iritasi dari bahan aktif lain dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
Bahan Pelengkap
- Aqua
- Glycerin: Pelarut, skin identical, dan humektan.
- Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan. Meskipun berasal dari turunan minyak bumi, ia lebih lembut dibandingkan propylene glycol.
- Isohexadecane: Emollient dan pelarut yang memberikan kesan velvety dan smooth pada kulit.
- Cetyl Alcohol: Alkohol lemak yang berfungsi sebagai emollient, penambah kekentalan formula, dan penstabil emulsi.
- Dimethicone: Jenis silikon yang berfungsi sebagai emollient, pelumas, dan moisture-lock tanpa menghalangi kulit bernapas. Memberikan efek filler sementara untuk kulit tampak halus.
- Glyceryl Stearate: Emollient dan pengemulsi.
- Stearic Acid: Emollient yang menambah kekentalan formula dengan menciptakan tekstur krim, serta berfungsi sebagai penstabil emulsi.
- Polyacrylamide: Agen pengental yang menciptakan tekstur gel.
- Carbomer: Agen pengental yang membantu menciptakan formula bertekstur gel.
- C13-14 Isoparaffin: Emollient yang menambah kekentalan formula.
- C9-11 Pareth-6: Pengemulsi.
- Titanium Dioxide: Opacifying agent yang memberikan warna pada tekstur agar tidak transparan, serta berfungsi sebagai agen penyerap minyak atau mattifier.
- PEG-100 Stearate: Pengemulsi.
- Parfum
- Triethanolamine: Pengatur pH (ph adjuster) yang bersifat basa.
- Tetrasodium EDTA: Menetralisir ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
Kesimpulan
Whitelab Brightening Night Cream memiliki keunggulan dalam kandungan bahan aktifnya yang lebih banyak dibandingkan day cream-nya, dengan jumlah bahan pelengkap yang lebih sedikit. Produk ini mengandung tiga agen pencerah, sementara day cream hanya satu. Teksturnya cenderung lebih ringan daripada day cream karena tidak adanya agen sunscreen dan zinc oxide, serta bebas alkohol.
Produk ini memiliki potensi komedogenik level rendah dari bahan seperti butylene glycol, cetyl alcohol, dimethicone, stearic acid, peg-100 stearate, dan triethanolamine.
Perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung glyceryl stearate, stearic acid, dan peg-100 stearate.
Kejutan utama adalah tidak adanya pengawet dalam formula ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan simbol PAO (Period After Opening) yang biasanya tertera di kemasan (misalnya 6M atau 12M), yang menunjukkan batas waktu penggunaan setelah produk dibuka. Pastikan tangan dalam keadaan steril saat mengambil krim untuk meminimalkan transfer mikroba, mengingat tanpa pengawet, mikroba dapat berkembang pesat.
Untungnya, isi produk hanya 20 gram, sehingga kemungkinan besar akan habis dalam waktu sekitar dua bulan.
Sumber referensi: Incidecoder, Paula’s Choice Cosmetic Dictionary, Holistic Health Herbalist.

