Skincapedia.com – Ungkapan “rezeki dipatok ayam” kerap terdengar sebagai pengingat untuk tidak bangun kesiangan. Namun, menjadi seorang ‘morning person’ atau individu yang terbiasa bangun pagi ternyata menawarkan lebih dari sekadar keuntungan waktu luang untuk menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan ini, menurut para ahli, menyimpan berbagai manfaat tak terduga bagi kesehatan fisik maupun mental.
Melansir dari laman *Eating Well*, para pakar kesehatan sepakat bahwa individu yang bangun lebih pagi cenderung memiliki ritme hidup yang lebih selaras dengan jam biologis alami tubuh. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung dan metabolisme, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan mental. Penting untuk dicatat, para ahli menekankan bahwa kualitas dan durasi tidur yang cukup tetap menjadi prioritas utama, bahkan melebihi sekadar kebiasaan bangun pagi itu sendiri.
1. Mendukung Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Penelitian secara konsisten menunjukkan korelasi positif antara kebiasaan tidur dan bangun pagi dengan penurunan risiko gangguan psikologis. Individu yang bangun lebih awal dilaporkan memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami depresi, kecemasan, dan berbagai kondisi mental lainnya. Salah satu alasannya adalah paparan cahaya matahari alami yang lebih optimal di pagi hari.
Cahaya matahari pagi berperan krusial dalam mengatur ritme sirkadian, jam biologis internal tubuh yang mempengaruhi pola tidur, suasana hati, dan fungsi kognitif. Dengan ritme yang lebih teratur, suasana hati cenderung lebih stabil dan terjaga. Selain itu, Dr. Hannah Holmes, PhD, menyoroti aspek sosial. Bangun pagi seringkali lebih sesuai dengan jadwal aktivitas sosial dan profesional yang umum, memfasilitasi interaksi yang lebih mudah dengan orang lain. Interaksi sosial yang positif merupakan pilar penting dalam menjaga kesehatan mental.
2. Menjaga Keseimbangan Metabolisme Tubuh

Dari sisi metabolisme, kebiasaan bangun pagi memberikan keuntungan yang nyata. Sejumlah studi mengindikasikan bahwa ‘morning person’ cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih sehat, kadar kolesterol yang terkontrol, dan regulasi gula darah yang lebih baik. Sebaliknya, individu dengan kecenderungan tidur larut malam atau ‘night owl’ seringkali dihadapkan pada peningkatan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Para ahli menjelaskan bahwa ritme jam biologis yang lebih teratur berkat kebiasaan bangun pagi memungkinkan tubuh memproses asupan makanan secara lebih efisien. Hal ini juga secara alami dapat mengurangi godaan untuk mengonsumsi makanan larut malam, sebuah kebiasaan yang seringkali berujung pada masalah metabolisme dan penambahan berat badan.
3. Konsistensi dalam Rutinitas Olahraga

Bagi banyak orang, mempertahankan rutinitas olahraga bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, menjadi seorang ‘morning person’ tampaknya memberikan keunggulan dalam hal ini. Berolahraga di pagi hari, sebelum kesibukan sehari-hari menyita waktu dan energi, secara signifikan mengurangi kemungkinan terlewatnya sesi latihan.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa individu yang rutin berolahraga di pagi hari cenderung memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi sepanjang hari. Karman Meyer, RDN, LDN, RYT, seorang ahli nutrisi dan yoga, berpendapat bahwa kebiasaan olahraga pagi dapat memperkuat jam biologis tubuh. Hal ini membantu tubuh untuk lebih waspada dan berenergi di pagi hari, serta mendorong relaksasi yang lebih baik menjelang malam, menciptakan siklus tidur-bangun yang lebih sehat.
4. Mengurangi Kebiasaan Ngemil di Malam Hari

Kebiasaan tidur lebih awal secara otomatis memperpendek jendela waktu untuk aktivitas begadang. Konsekuensinya, kesempatan untuk terlibat dalam kebiasaan ngemil di malam hari, terutama camilan tinggi gula, garam, dan lemak, menjadi lebih kecil.
Ngemil larut malam tidak hanya berkontribusi pada peningkatan berat badan, tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan metabolisme yang merugikan kesehatan jangka panjang. Dengan mengadopsi pola tidur yang lebih awal, individu berpeluang besar untuk memutus siklus ngemil malam, sehingga mempermudah upaya menjaga berat badan ideal dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
