Skincapedia.com – Macaria Sunscreen Spray hadir sebagai solusi perlindungan kulit dari paparan sinar matahari, menawarkan formulasi yang kaya akan bahan-bahan alami yang bermanfaat.
Macaria Sunscreen Spray diformulasikan dengan ekstrak Aloe vera leaf yang dikenal mampu melembapkan kulit wajah dan mencegah penuaan dini. Kehadiran ekstrak Licorice turut berkontribusi sebagai agen anti-inflamasi dan antioksidan, sekaligus melindungi kulit dari efek buruk sinar UV serta membantu mengontrol produksi minyak berlebih. Tak ketinggalan, ekstrak Centella asiatica hadir untuk membantu mengurangi jerawat, meredakan peradangan, dan mengatasi iritasi kulit. Untuk menjaga keseimbangan minyak alami kulit, Jojoba oil digunakan sebagai tabir surya alami. Sementara itu, Titanium dioxide dan Zinc oxide berfungsi sebagai agen tabir surya fisik alami yang efektif.
Produk ini memiliki nomor registrasi BPOM NA: 18201700695.
Dengan kemasan 100ml, Macaria Sunscreen Spray dibanderol dengan harga Rp 119.000.
|
|
| Macaria Sunscreen Spray. Sumber: Shopee |
Penjelasan Lengkap Ingredients Macaria Sunscreen Spray
Daftar Lengkap Komposisi:
Aqua, Cyclopentasiloxane, Aloe Vera Leaf Extract, Octyl Methoxycinnamate, Licorice Extract, Peg-12 Dimethicone, Polysorbate 80, Centella Asiatica Extract, Jojoba Oil/Macadamia Seed Oil Esters, Dmdm hydantoin, Squalene, Sodium Chloride, Titanium Dioxide, Zinc Oxide, Phytosteryl Macadamiate, Phytosterols, Tocopherol.
Kandungan Utama dan Manfaatnya
Aloe Vera Leaf Extract.
Ekstrak lidah buaya ini memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melembapkan kulit (skin moisturizing), menenangkan (soothing), dan anti-inflamasi. Kaya akan antioksidan, enzim, serta vitamin A dan C, ekstrak ini efektif membantu mengobati iritasi, jerawat, dan kulit kering. Sifat anti-inflamasinya yang menenangkan juga membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.
Licorice Extract.
Akar manis ini mengandung dua senyawa utama yang bermanfaat. Glabridin dikenal luas karena kemampuannya dalam mencerahkan kulit (skin whitening), sementara Glycyrrhizin memiliki potensi anti-inflamasi yang kuat.
Centella Asiatica Extract.
Dikenal juga sebagai Cica, ekstrak ini mampu merangsang kulit untuk memproduksi kelembapan alaminya sendiri, seperti glycosaminoglycans dan hyaluronic acid. Cica juga membantu proses penyembuhan luka, termasuk luka bakar, dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Selain itu, ekstrak ini memiliki kemampuan anti-inflamasi yang sangat baik.
Mengandung L22®.
L22® adalah lipid kompleks yang telah dipatenkan, memiliki INCI Name: Jojoba Oil/Macadamia Seed Oil Esters (and) Squalene (and) Phytosteryl Macadamiate (and) Phytosterols (and) Tocopherol. Bahan ini memainkan peran krusial dalam mendukung fungsi skin barrier dengan cara mengkompensasi ketidakseimbangan komposisi lipid pada lapisan kulit. Kulit yang sehat secara alami menjaga keseimbangan komponen lipidnya, termasuk wax esters, sterol esters, triglycerides, squalene, dan sterols. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk menjaga keseimbangan ini menurun. L22® hadir untuk membantu menjaga komposisi lipid agar tetap seimbang.
Agen Pelindung Matahari (Sunscreen Agents)
Octyl Methoxycinnamate.
Ini adalah agen penyerap sinar UVB yang termasuk dalam kategori sunscreen kimiawi. Teksturnya ringan dan mudah diformulasikan. Namun, perlu dicatat bahwa agen ini tidak stabil secara foto (photo unstable), yang berarti nilai SPF-nya dapat berkurang sekitar 10% setelah terpapar sinar matahari langsung selama 35 menit.
Titanium Dioxide.
Merupakan agen sunscreen fisik yang menawarkan perlindungan spektrum luas (broad spectrum), melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Agen ini cukup stabil terhadap cahaya (photo stable) dan aman digunakan. Namun, formulasi yang kurang pas terkadang dapat meninggalkan efek white cast atau tampak putih pada kulit.
Zinc Oxide.
Berfungsi sebagai filter UVA dan UVB, memberikan perlindungan spektrum luas. Zinc oxide adalah agen sunscreen fisik yang paling populer, stabil terhadap cahaya, dan sangat aman. Seperti titanium dioxide, agen ini juga berpotensi meninggalkan white cast jika formulasinya tidak tepat. Selain sebagai pelindung matahari, zinc oxide juga memiliki fungsi sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) atau agen mattifier, serta memiliki aktivitas anti-inflamasi dan menenangkan kulit.
Bahan Pelengkap Lainnya
- Aqua: Air sebagai pelarut utama.
- Cyclopentasiloxane: Jenis silikon volatil yang mudah menguap. Bertahan sementara di kulit dan berfungsi sebagai emollient serta slip agent.
- Peg-12 Dimethicone: Silikon yang berfungsi ganda sebagai pengemulsi dan emollient.
- Polysorbate 80: Berfungsi sebagai pengemulsi untuk menyatukan bahan-bahan yang tidak larut dalam air.
- Dmdm hydantoin: Pengawet yang bekerja dengan cara melepaskan sejumlah kecil formalin untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
- Sodium Chloride: Garam yang berfungsi sebagai pengental ionik untuk menambah viskositas produk.
Kesimpulan Mengenai Macaria Sunscreen Spray
✔️ Macaria Sunscreen Spray dapat dikategorikan sebagai hybrid sunscreen, memadukan satu agen sunscreen kimiawi dengan dua agen sunscreen fisik.
✔️ Produk ini menawarkan perlindungan SPF 30, yang secara teknis mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVB hingga 97%. Meskipun terdapat dua agen sunscreen broad spectrum (melindungi dari UVA dan UVB), namun informasi mengenai nilai PA-nya tidak disebutkan secara gamblang.
✔️ Keunggulan lainnya adalah diperkaya dengan Aloe Vera, Licorice, dan Cica yang berfungsi sebagai antioksidan, agen penenang kulit (skin soothing), dan anti-inflamasi.
✔️ Kandungan L22® turut hadir untuk membantu menjaga kesehatan dan pertahanan alami kulit (self defense) dengan cara memperkuat skin barrier dan menyeimbangkan kadar lipid atau sebum pada kulit.
✔️ Formulasi produk ini tergolong sederhana, minim bahan tambahan yang berpotensi mengiritasi.
✔️ Diklaim tidak meninggalkan efek whitecast.
✔️ Bebas dari alkohol, pewangi (fragrance), dan paraben.
✔️ Penggunaan silikon tergolong minim, hanya mengandung cyclopentasiloxane yang bersifat volatil.
✔️ Produk ini tidak oil-free dan berpotensi komedogenik.
- Squalene (peringkat 2-3 dalam daftar komposisi) memiliki potensi komedogenik. Perlu dicatat bahwa Squalene (dengan ‘e’) berbeda dengan Squalane (dengan ‘a’). Squalene lebih mudah teroksidasi ketika terpapar oksigen, yang dapat menyebabkan pengerasan dan penyumbatan pori-pori. Sementara itu, Squalane lebih stabil, tidak mudah teroksidasi, dan bersifat non-comedogenic.
- Sodium Chloride (peringkat 5) juga berkontribusi pada potensi komedogenik.
|
|
| Perbedaan Squalene dan Squalane |
Untuk meminimalkan potensi penyumbatan pori-pori akibat bahan-bahan tersebut, disarankan untuk rutin melakukan eksfoliasi atau scrubbing.
❗ Produk ini tidak aman untuk penderita fungal acne, karena mengandung Jojoba Oil/Macadamia Seed Oil Esters, Squalene, Phytosteryl Macadamiate, dan Polysorbate 80 yang dapat memicu pertumbuhan jamur.
✔️ Sangat cocok digunakan sebagai secondary sunscreen atau untuk aplikasi ulang (reapply) tanpa merusak tatanan riasan wajah.
Namun, jika digunakan sebagai primary sunscreen (perlindungan utama), produk ini mungkin terasa kurang optimal karena fokus utamanya adalah perlindungan SPF, sementara detail perlindungan PA-nya tidak disebutkan secara jelas.


