Menemukan Ruang Tenang di Tengah Kesibukan – Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, menemukan ruang yang benar-benar bebas dari tekanan bisa terasa sulit bagi sebagian orang. Kita sering kali dituntut untuk selalu produktif, tampil estetik di media sosial, atau mengejar target yang tidak ada habisnya.
Nah, jika kamu sedang mencari pelarian yang tenang dan ramah di kantong, junk journaling bisa jadi pilihan yang sangat menyelamatkan kesehatan mentalmu. Hobi kreatif ini intinya adalah memanfaatkan benda-benda di sekitarmu—seperti struk belanja, pamflet, label baju, hingga potongan kertas bekas—untuk dijadikan sebuah jurnal. Tidak ada aturan yang mengikat, tidak ada standar estetika yang bikin pusing, dan kamu sama sekali tidak butuh bakat seni untuk memulainya.
Junk journaling bisa digambarkan sebagai versi yang jauh lebih santai dari jurnal tradisional atau scrapbooking. Di sini, prosesnya sangat bebas dan tidak menuntut kesempurnaan sama sekali.
Lebih lanjut, tren ini bahkan sedang sangat naik daun di berbagai platform media sosial karena semakin banyak orang yang menemukan efek terapi dari kegiatan ini di tengah kehidupan digital yang serba cepat dan intens. Daripada penasaran, yuk, cari tahu lima manfaatnya bagi kesehatan mental!
Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan
Alasan utama mengapa banyak orang jatuh cinta dengan hobi ini adalah karena efeknya yang sangat menenangkan bagi pikiran yang sedang semrawut. Lisa Anderson, LCSW, yang merupakan clinical director di Brooks Healing Center Tennessee, menjelaskan bahwa mengekspresikan perasaan melalui warna, tekstur, dan gambar terbukti secara klinis bisa mengurangi stres, meredakan kecemasan, serta memperbaiki suasana hati secara keseluruhan.
Seorang crafting blogger bernama Jennifer Perkins menggambarkan pengalamannya dengan sebuah analogi yang sangat terasa dekat dengan keseharian kita. Dia menyebutkan bahwa baginya, lem stik adalah penenang terbaik.
Saat dia butuh waktu untuk menenangkan diri sejenak, dia tinggal mengambil buku jurnalnya dan setumpuk barang acak, lalu merobek dan menempelkannya begitu saja. Di sini, kamu tidak punya beban untuk membuat karya seni yang sempurna untuk dipajang. Justru kebebasan dari ekspektasi itulah yang bikin jiwa kita merasa tenang.
Melatih Mindfulness

Pernah tidak, kamu mencoba meditasi tapi ujung-ujungnya malah memikirkan hal lain yang bikin makin pusing? Kalau iya, junk journaling adalah alternatif mindfulness yang jauh lebih menyenangkan. Proses fisiknya, mulai dari merobek kertas, memilah warna, hingga menata letak potongan gambar, secara otomatis memaksa pikiranmu untuk hadir sepenuhnya di momen sekarang.
Allison Barton, seorang terapis di San Diego, menyebutkan bahwa proses kreatif seperti ini secara alami bisa menarikmu keluar dari putaran pikiran negatif yang melelahkan, sehingga kamu bisa lebih terhubung dengan dirimu sendiri.
Efek fokus dari kegiatan menempel ini sangat ampuh mengalihkan perhatian dari pikiran-pikiran yang mengganggu. Menariknya lagi, kegiatan ini bahkan sering dianggap sebagai konten ASMR di dunia nyata. Suara gesekan kertas yang disobek dan dipotong ternyata punya efek rileksasi tersendiri yang sangat memanjakan indra kita. Benar-benar cara yang santai untuk tenang tanpa harus duduk diam berjam-jam, kan?
Menumbuhkan Rasa Syukur dari Hal-Hal Kecil
Tanpa disadari, hobi ini pelan-pelan akan mengubah cara pandangmu terhadap keseharian yang kamu jalani. Anderson memaparkan bahwa kebiasaan mengumpulkan benda-benda yang tampaknya tidak berharga, seperti struk dari kafe tempatmu work from cafe, bunga kering yang jatuh saat kamu jalan sore, atau stiker lucu dari buah yang kamu beli tadi pagi, secara bertahap melatih otak kita untuk lebih fokus menghargai percikan kebahagiaan kecil di sekitar, alih-alih terus-menerus memikirkan pemicu stres.
Seorang junk journaler bernama Tatyiana Gordon membagikan ceritanya bahwa hobi ini mengajarkannya untuk menemukan keindahan dalam hal-hal yang biasanya langsung dibuang ke tempat sampah. Kunjungan singkat ke kedai kopi bersama orang tersayang di hari Sabtu pun bisa menjadi momen yang sangat berharga untuk diabadikan melalui secarik kertas kartu nama kafe atau potongan pelindung gelas kopinya.
Memberikan Jeda yang Sangat Dibutuhkan dari Layar HP

Jujur saja, dalam sehari berapa jam waktu yang kamu habiskan untuk menatap layar ponsel atau laptop? Nah, junk journaling menawarkan sebuah kemewahan yang mulai langka di zaman sekarang, yaitu aktivitas yang sepenuhnya analog dan nyata. Generasi muda saat ini sebenarnya mulai merindukan kehadiran objek fisik yang bisa disentuh secara langsung, dan tren jurnal ini hadir sebagai jawaban yang sangat kreatif sekaligus bermakna.
Junk journaling dapat membantu kita benar-benar meletakkan ponsel dan komputer sejenak. Pikiran kita memang butuh istirahat dari dunia digital, dan menyibukkan tangan dengan gunting serta lem adalah cara terbaik untuk memulainya.
Menciptakan Kenangan Nyata yang Bisa Dipegang
Foto-foto di galeri ponsel kita sering kali menumpuk begitu saja, terlupakan, atau bahkan berisiko hilang saat memori penuh. Berbeda dengan itu, sebuah junk journal memberikanmu rekaman fisik dari perjalanan hidupmu yang bisa kamu sentuh, buka kembali lembarannya, dan kamu nikmati hingga bertahun-tahun ke depan.
Selain itu, rasa puas saat memegang sesuatu yang kamu ciptakan sendiri dari nol adalah salah satu pendongkrak suasana hati (mood booster) yang paling nyata. Ada rasa bangga yang hangat di dada saat kamu bisa melihat buku jurnalmu dan membatin, “Ini semua hasil karyaku, dari bahan-bahan yang tadinya mau dibuang.” Di dunia yang serba virtual ini, memiliki sebuah buku fisik yang merangkum ceritamu dengan cara yang paling jujur adalah penyembuh jiwa yang luar biasa.
Baca juga: Sulit Fokus? Ini 5 Cara yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengurangi Distraksi
Melalui junk journaling, kita diajak untuk melihat bahwa menyembuhkan pikiran tidak selalu harus lewat terapi yang mahal atau liburan yang mewah. Terkadang, kita hanya butuh waktu sejenak untuk duduk sendiri, mematikan notifikasi ponsel, dan membiarkan tangan kita sibuk merangkai serpihan kenangan sederhana yang ada di sekitar kita.
