Home » Sejarah dan Arti Hari Raya Waisak

Sejarah dan Arti Hari Raya Waisak

Skincapedia.com – Di tahun ini, Hari Raya Waisak 2570 BE jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026. Hari suci ini merupakan momen penting bagi umat beragama Buddha dan dirayakan di berbagai negara, terutama yang memiliki populasi Buddha yang signifikan seperti India, Sri Lanka, dan Thailand.

Perayaan Waisak, jika dilihat dari kalender Masehi, umumnya jatuh antara akhir April hingga awal Juni. Tanggal pastinya bergantung pada siklus bulan purnama. Untuk memahami lebih dalam mengenai sejarah dan makna Hari Raya Waisak, mari kita simak penjelasannya.

Sejarah Waisak

Hari Waisak, yang juga dikenal sebagai Tri Suci Waisak, adalah hari besar bagi umat Buddha. Menurut buku Mengenal Agama Manusia karya Jonar Situmorang (2021:410), kata “Waisak” berasal dari bahasa Pali “Vesakha” atau dalam bahasa Sansekerta disebut “Vaisakha”. Nama ini diambil dari salah satu bulan dalam Kalender Buddhis atau Buddhist Era (BE).

Disebut Tri Suci karena Waisak memperingati tiga peristiwa krusial dalam kehidupan Sang Buddha Gautama. Keputusan untuk merayakan Tri Suci ini diresmikan dalam World Fellowship of Buddhist yang diselenggarakan di Sri Lanka pada tahun 1950.

Ketiga peristiwa penting tersebut meliputi: kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan sempurna oleh Siddharta Gautama di Bodhi Gaya, dan wafatnya Sang Buddha (Parinibbana). Peristiwa-peristiwa inilah yang menjadikan Waisak sebagai hari yang kaya akan makna spiritual.

Perayaan Waisak selalu dilaksanakan pada saat bulan mencapai siklus purnama. Hal ini menjelaskan mengapa tanggal peringatannya bisa bervariasi setiap tahunnya, namun biasanya jatuh pada bulan Mei.

Makna dari Hari Raya Waisak

Makna Hari Raya Waisak sangat erat kaitannya dengan tiga peristiwa agung yang telah disebutkan sebelumnya. Perayaan ini bukan hanya sekadar penghormatan terhadap perjalanan hidup Sang Buddha, tetapi juga sebagai pengingat penting bagi para pengikutnya.

Selain memahami perjuangan dan kisah hidup Buddha Gautama, umat Buddha diharapkan dapat senantiasa meneladani nilai-nilai kebajikan yang diajarkan oleh Sang Buddha. Hal ini mencakup pelaksanaan Dhamma dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam peran sebagai warga negara.

Baca juga: Buah Segar dan Kering: Mana yang Lebih Sehat?

Indonesia, dengan enam agama yang diakui secara resmi, menunjukkan keberagaman keyakinan di tengah masyarakatnya. Dengan memahami sejarah singkat Hari Raya Waisak beserta maknanya bagi umat Buddha, diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai sejarah serta menumbuhkan rasa toleransi antarumat beragama.

Artikel menarik Lainnya