Skincapedia.com – Rutinitas di pagi hari dapat mencerminkan banyak hal tentang diri kita, tidak hanya menentukan suasana hati sepanjang hari, tetapi juga menunjukkan ciri kepribadian seseorang.
Bagi sebagian orang, pagi hari bisa menimbulkan rasa gusar atau cemas karena harus kembali beraktivitas. Namun, bagi individu dengan emosi yang stabil, pagi hari justru menjadi momen tenang untuk mempersiapkan diri, yang kemudian membantu mereka menjaga kestabilan emosi sepanjang hari.
Kebiasaan mereka terbilang sederhana namun memiliki dampak yang signifikan. Dirangkum dari Your Tango, berikut adalah kebiasaan pagi hari yang dimiliki oleh orang-orang dengan emosi yang stabil.
Tersenyum saat Bangun Tidur

Hal pertama yang dilakukan oleh orang dengan emosi stabil saat membuka mata di pagi hari adalah tersenyum. Meskipun terdengar unik, ini adalah trik psikologis yang dipercaya efektif untuk meningkatkan suasana hati.
Penelitian berjudul “Morning and evening type: The cortisol awakening response in a sleep laboratory” yang dipublikasikan di PubMed menjelaskan bahwa otak mengalami respons lonjakan hormon stres kortisol saat kita terbangun di pagi hari, yang dikenal sebagai cortisol awakening response, untuk memberikan energi.
Namun, momen transisi bangun tidur ini juga sering kali memicu otak untuk langsung memikirkan beban hari itu. Akibatnya, banyak orang langsung memikirkan tumpukan pekerjaan atau masalah keluarga begitu mereka terbangun.
Orang yang emosinya stabil berusaha tersenyum saat bangun tidur untuk menghindari otak memikirkan masalah atau hal yang menimbulkan kecemasan. Senyuman dapat mengirimkan sinyal kepada otak bahwa kondisi sedang aman dan baik-baik saja.
Otak sebenarnya tidak dapat membedakan antara senyuman tulus karena kebahagiaan atau senyuman yang dipaksakan. Namun, tindakan ini dapat membantu mencegah otak memikirkan hal-hal negatif.
Sarapan Sehat

Sarapan merupakan bahan bakar utama untuk memulai hari. Sayangnya, banyak orang melewatkan sarapan karena kesibukan di pagi hari, atau jika sempat sarapan, pilihan menunya seringkali praktis namun kurang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Individu dengan emosi stabil selalu menyempatkan waktu untuk mengonsumsi sarapan sehat, betapapun sibuknya mereka. Mereka memahami bahwa hari mereka akan berjalan lebih baik jika mereka mendapatkan asupan energi yang cukup, yang pada gilirannya menjaga mood mereka sepanjang hari.
Mereka memastikan untuk memberikan diri mereka waktu yang cukup di pagi hari untuk menyiapkan sarapan yang sehat dan kaya nutrisi. Jika mereka mengetahui akan memiliki banyak tugas di pagi hari dan tidak sempat memasak, mereka akan menyiapkan makanan di malam sebelumnya.
Mendengarkan Kebutuhan Tubuh

Ada kalanya kita merasa sangat bersemangat, namun ada juga hari-hari ketika kita merasa lemas dan tidak bertenaga. Orang yang emosinya stabil selalu berusaha mendengarkan kebutuhan tubuh mereka.
Mereka akan mendengarkan tubuh mereka terlebih dahulu di pagi hari. Jika merasa energi sedang rendah, mereka akan menyesuaikan kegiatan pagi. Misalnya, tidur lebih lama sekitar 10 menit dari biasanya, menyeduh minuman hangat, atau melakukan hal lain yang dapat menenangkan jiwa mereka. Jika mereka membutuhkan waktu sendiri, mereka akan memberikan ruang untuk diri sendiri mengelola emosi.
Baca juga: Tanda Kepribadian Orang Pemakan Cepat Menurut Psikologi
Cara ini membantu menumbuhkan rasa welas asih pada diri sendiri. Mereka tidak terlalu khawatir tentang jadwal yang ketat dan kaku, melainkan memprioritaskan aliran yang menghubungkan mereka dengan diri sendiri dan membangun kepercayaan diri secara perlahan dengan tubuh dan pikiran mereka.
