Skincapedia.com – Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa menyusun daftar tugas atau to do list terasa tidak lengkap. Mulai dari daftar belanjaan, agenda harian, target pribadi, persiapan acara, hingga rencana menonton tayangan favorit, segala sesuatu yang bisa ditulis, kemungkinan besar akan mereka catat.
Fungsi utama membuat daftar bukan sekadar untuk membantu daya ingat. Lebih dari itu, bagi banyak individu, menuangkan berbagai ide dan rencana ke dalam bentuk tulisan memberikan sensasi kendali yang lebih besar atas hidup mereka. Ada ketenangan tersendiri saat melihat semua hal tertata rapi dalam satu tempat.
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan itu sendiri dapat meredakan kecemasan. Inilah yang membuat menyertakan tugas-tugas ke dalam daftar terasa sangat melegakan. Sebuah daftar berperan sebagai jaring pengaman, mengubah ide-ide yang tadinya terasa membingungkan menjadi sesuatu yang lebih terkelola.
Namun, kebiasaan membuat daftar ini lebih dari sekadar alat bantu. Orang-orang yang bergantung pada daftar untuk berbagai keperluan cenderung memiliki ciri kepribadian spesifik yang selaras dengan kebiasaan tersebut. Cara seseorang menggunakan daftar dapat mengungkapkan banyak hal tentang pola pikir dan cara mereka menghadapi stres dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa ciri kepribadian orang yang gemar membuat to do list atau daftar segala sesuatu, berdasarkan pandangan psikolog seperti yang dilansir dari Your Tango.
1. Mendambakan Kendali

Individu yang rutin membuat daftar sering kali merasakan ketenangan lebih besar ketika pikiran mereka tertuang dalam tulisan. Hal ini memberikan semacam struktur dalam situasi yang mungkin terasa kacau. Ketika segala sesuatu mulai terasa tidak beraturan, daftar menjadi pegangan yang kokoh.
“To do list dapat menciptakan rasa penguasaan batin, namun terkadang muncul rasa bersalah atau perasaan membuang waktu berharga saat menyusunnya. Dengan derasnya informasi yang masuk, mudah sekali bersikap reaktif ketimbang proaktif. Rasanya seperti tidak punya waktu untuk sekadar bernapas,” ujar psikiater Carrie (Grace Caroline) Barron, M.D.
Mengingat betapa cepatnya kehidupan bergerak, satu hal yang dapat mereka kendalikan adalah isi dari daftar mereka. Tindakan sederhana untuk menentukan prioritas hari ini membantu mereka merasa lebih stabil. Terkadang, daftar itu sendiri sudah cukup untuk menenangkan diri. Kecemasan mereka berkurang drastis ketika hal-hal tersebut berhasil dituliskan.
2. Memiliki Pikiran yang Sangat Aktif

Dalam satu menit, mereka bisa saja memikirkan menu makan malam, dan di menit berikutnya sudah memikirkan email yang perlu dikirim esok pagi. Otak mereka terus berputar. Sebuah daftar akhirnya menjadi semacam tombol jeda ketika pikiran mereka menolak untuk berhenti. Menuliskan hal-hal membantu memisahkan pikiran ke dalam kategori yang sesuai.
“Salah satu keuntungan dari pikiran yang aktif adalah kemampuan kita untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan dan mewujudkan sesuatu. Namun, kelemahannya adalah kita tidak pernah berhenti berpikir dan merencanakan. Akibatnya, kita bisa mengalami stres, kelelahan, dan kepenatan,” jelas pakar Seth Slater, M.F.A.
Daripada harus mengelola banyak hal sekaligus dalam benak, mereka memilih untuk menuliskannya di buku. Ini memberi mereka ruang bernapas yang cukup untuk benar-benar fokus pada tugas yang perlu diselesaikan. Orang-orang ini mungkin akan kesulitan tidur jika tidak terbantu oleh banyaknya daftar yang mereka buat.
3. Berpikir ke Depan

Individu yang bergantung pada daftar untuk segala hal cenderung tidak sepenuhnya hidup di masa kini. Pikiran mereka biasanya sudah melompat ke masa depan. Mereka merencanakan apa yang akan terjadi minggu depan. Ini bukan berarti mereka tidak bisa menikmati momen saat ini, hanya saja otak mereka secara alami memindai apa yang akan datang selanjutnya.
“Bersikap optimis tentang masa depan bukan hanya tentang merasa nyaman saat ini, tetapi juga tentang membangun kekuatan mental dan emosional jangka panjang,” terang psikoterapis Jennice Vilhauer, Ph.D.
Mereka menyukai kepastian mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, daftar menjadi cara mereka untuk melihat potensi kejadian di hari esok. Mereka hanya ingin selalu siap. Menuliskannya membuat masa depan tampak tidak terlalu menakutkan dan membingungkan.
Baca juga: Negara dengan Aturan Berpakaian Terketat di Dunia
4. Takut Melupakan Sesuatu yang Penting

Mereka memiliki kekhawatiran untuk tiba-tiba melupakan hal-hal penting. Mereka sadar betapa cepatnya kesalahan kecil dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Maka, daripada hanya mengandalkan ingatan, mereka memilih untuk menuliskannya. Ini bukan indikasi pelupa, melainkan keinginan untuk mendapatkan ketenangan pikiran.
“Daftar sangat berguna karena mendokumentasikan hal-hal yang biasanya kita lupakan. Ingatan sangat membutuhkan struktur internal, dan tanpa struktur ini, mengingat menjadi tugas yang sulit,” tegas pakar psikologi Robert N. Kraft, Ph.D.
Mereka juga tidak ingin memikul beban karena berpotensi mengecewakan orang lain. Sebuah daftar menjadi cara mereka menunjukkan bahwa mereka memperhatikan dan mampu memenuhi komitmen yang telah dibuat, baik yang besar maupun kecil.
5. Menyukai Ide dan Pikirannya dapat Tertulis

Ada kepuasan tersendiri ketika ide-ide dapat dilihat secara fisik di atas kertas. Setelah tertulis, ide-ide tersebut terasa lebih konkret dan mudah dipahami. Dalam benak banyak orang, pikiran bisa saling tumpang tindih dan terhubung. Ide bercampur dengan perenungan yang tiada henti, dan tak lama kemudian, semuanya terasa membingungkan.
Kemampuan untuk menuliskan hal-hal ini membantu mengurai kekusutan tersebut. Tiba-tiba, apa yang tadinya terasa membingungkan menjadi terorganisir. Jauh lebih tidak menakutkan bagi orang-orang ini ketika ide-ide tersebut tidak lagi hanya berputar-putar di dalam otak mereka.
6. Termotivasi untuk Tujuan yang Terlihat

Bagi orang yang menggunakan daftar untuk segala hal, ini bukan hanya tentang mencentang tugas yang selesai. Ini tentang mengubah sesuatu menjadi tindakan yang terlihat. Hal ini meyakinkan mereka bahwa mereka benar-benar telah berinvestasi untuk menghasilkan suatu hasil.
Melihat kemajuan membuat pekerjaan terasa nyata. Ini juga membantu mereka tetap termotivasi. Ketika mereka dapat melihat pergerakan, sekecil apa pun kemenangan dapat terasa seperti momentum terbaik. Item yang dicoret menjadi perayaan kecil yang mendorong mereka untuk mengambil langkah selanjutnya dan terus maju.
7. Menemukan Kenyamanan dalam Struktur

Ada sesuatu yang sangat menenangkan ketika dapat mengandalkan to do list untuk berbagai hal. Struktur memberikan mereka sesuatu untuk dipegang. Mengetahui apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya dapat terasa seperti kelegaan besar dibandingkan dengan energi kacau yang terkadang ditawarkan kehidupan. Ketika segala sesuatu memiliki tempat yang jelas, otak mereka dapat sedikit beristirahat.
“Sudah menjadi fakta umum bahwa manusia berkembang dengan tingkat struktur tertentu. Membangun ritme atau rutinitas membantu kita merasa aman, berprestasi, dan fokus. Ada individu yang sangat mengadopsi gaya hidup terstruktur, dan ketika hal itu terganggu, mereka bisa merasa kehilangan arah atau tidak produktif,” kata psikoterapis Leah Marone, LCSW.
Mereka tidak perlu mengingat setiap detail karena semuanya sudah tercatat di selembar kertas atau di aplikasi catatan ponsel mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk benar-benar fokus pada hal-hal yang penting daripada terus-menerus merasa berjuang mengendalikan hidup mereka.
Nah, dari beberapa ciri kepribadian di atas, apakah sesuai dengan dirimu yang menyukai atau memiliki hobi untuk membuat to do list?
