Skincapedia.com – Membersihkan kulit wajah dari jerawat dan minyak berlebih menjadi prioritas utama bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki kulit rentan berjerawat. Clean & Clear Acne Clearing Cleanser hadir sebagai salah satu solusi yang menawarkan pembersihan mendalam berkat kandungan bahan aktifnya. Artikel ini akan mengupas tuntas ingredients dalam pembersih wajah ini untuk memahami cara kerjanya dalam merawat kulit.
Clean & Clear Acne Clearing Cleanser diformulasikan khusus untuk membersihkan kulit yang berjerawat. Produk ini menggabungkan Active Botanical Extract dengan Salicylic Acid, sebuah kombinasi yang dirancang untuk menembus ke dalam pori-pori. Tujuannya adalah untuk memerangi bakteri penyebab jerawat dan mengontrol produksi minyak berlebih, sehingga menghasilkan kulit yang lebih bersih, halus, dan terasa lembut.
|
|
| Clean& clear acne clearing cleanser. Sumber: shopee |
Dengan harga yang terjangkau, sekitar 25 ribuan untuk kemasan 100 gram, produk ini menjadi pilihan ekonomis bagi banyak konsumen. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada formulasi dan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.
Penjelasan Ingredients Clean & Clear Acne Clearing Cleanser
Ingredients:
Water, sodium laureth sulfate, cocamidopropyl betaine, Propylene Glycol, glyserine, peg-80 sorbitan Laurate, peg-150 distearate, sodium Cocoyl isethionate, hydroxypropyl methylcellulose, peg-7 glyseryl Cocoate, phenoxyethanol, decyl glucoside, salicylic acid, menthyl lactate, Cocamidopropylamine oxide, fragrance, cocamidopropyl pg-dimonium chloride phosphate, citric acid, methylparaben, tetrasodium EDTA, propyl paraben, Benzalkonium chloride, c12-15 Alkyl lactate, ethylparaben, vanilla butyl ether, cetyl lactate, butylene Glycol, capryloyl glycine, sarcosine, cinnamomum zeylanicum bark extract, cedrus atlantica bark extract, portulaca oleracea.
Key Ingredients
Salicylic Acid.
Merupakan salah satu bahan utama dalam penanganan jerawat, Salicylic Acid adalah Beta Hydroxy Acid (BHA) yang memiliki sifat keratolitik. Ini berarti ia mampu memecah ikatan antar sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, sehingga mencegah penyumbatan pori-pori. Dengan membantu proses pengelupasan sel kulit mati, jerawat menjadi lebih mudah untuk keluar. Selain itu, Salicylic Acid juga memiliki sifat anti-inflamasi yang efektif meredakan kemerahan dan peradangan pada jerawat. Kemampuannya sebagai agen antibakteri juga membantu menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes, yang merupakan salah satu penyebab utama jerawat. Hasilnya, jerawat menjadi lebih cepat kempes.
Capryloyl Glycine.
Bahan ini merupakan kombinasi dari caprylic acid dan asam amino glycine. Capryloyl Glycine memainkan peran penting dalam metabolisme sel kulit. Kombinasi unik ini bekerja dengan menghambat perkembangan bakteri jerawat serta mengontrol produksi sebum atau minyak berlebih pada kulit. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai preservatives booster, yang membantu meningkatkan efektivitas pengawet dalam formulasi produk.
Sarcosine.
Sebagai turunan asam amino, Sarcosine memiliki fungsi penting dalam menormalkan produksi sebum. Dengan mengontrol produksi minyak, ia membantu meminimalkan tampilan pori-pori yang membesar. Lebih lanjut, Sarcosine juga berkontribusi pada penyerapan bahan-bahan aktif lainnya dalam produk, sehingga meningkatkan efektivitas perawatan kulit secara keseluruhan.
Cinnamomum Zeylanicum Bark Extract.
Dikenal sebagai ekstrak kayu manis, bahan alami ini memiliki berbagai manfaat. Sifat antibakteri dan antioksidannya membantu melawan bakteri penyebab jerawat dan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, ekstrak kayu manis juga bertindak sebagai emolien, humektan, dan astringen. Sebagai astringen, ia membantu mengontrol produksi sebum dan menyamarkan tampilan pori-pori.
Cedrus Atlantica Bark Extract.
Ekstrak dari kulit kayu cedar ini kaya akan polifenol dan polisakarida. Senyawa-senyawa ini memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi pada kulit, membantu melindungi kulit dari stres oksidatif dan meredakan peradangan. Menariknya, bahan ini juga sering ditemukan dalam produk perawatan mata karena diklaim dapat membantu mengurangi tampilan lingkaran hitam di bawah mata.
Portulaca Oleracea Extract.
Dikenal sebagai ekstrak krokot, bahan ini merupakan sumber yang kaya akan nutrisi untuk kulit. Mengandung Vitamin A, C, dan E, berbagai mineral, asam amino, serta antioksidan kuat seperti glutathione. Kandungan nutrisinya membantu menutrisi kulit, sementara sifat anti-inflamasi dan skin-soothing-nya sangat efektif untuk menenangkan kulit yang teriritasi dan meradang.
Agen Surfaktan
Sodium Laureth Sulfate.
Dikenal sebagai SLES, ini adalah jenis surfaktan anionik yang memiliki kemampuan membersihkan dan menghasilkan busa yang melimpah. Meskipun lebih lembut dibandingkan Sodium Lauryl Sulfate (SLS), SLES terkadang dapat menghilangkan minyak alami kulit secara berlebihan, yang dapat menyebabkan sensasi kering atau tertarik. Untuk meminimalkan efek ini, SLES sering dikombinasikan dengan surfaktan lain yang lebih lembut atau dilengkapi dengan bahan pelembap dan kondisioner kulit.
Cocamidopropyl Betaine.
Termasuk dalam kategori surfaktan amfoterik, bahan ini berfungsi sebagai peningkat busa (foam booster) dan agen pembersih ringan. Cocamidopropyl Betaine memiliki tingkat iritasi yang rendah, menjadikannya pilihan yang baik untuk formulasi yang lembut. Meskipun bersifat sintetis, ia dapat terurai secara hayati (biodegradable) dan ramah lingkungan.
Sodium Cocoyl Isethionate.
Surfaktan anionik yang berasal dari minyak kelapa ini dikenal menghasilkan busa yang kaya dan lembut. Ia menawarkan daya pembersihan yang baik namun tetap menjaga kelembutan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier). Sifatnya yang kompatibel membuatnya cocok untuk kulit sensitif.
PEG-7 Glyceryl Cocoate.
Merupakan surfaktan non-ionik yang juga umum digunakan sebagai pengemulsi dalam produk perawatan kulit seperti toner, pelembap, dan krim. Dalam pembersih wajah, ia membantu melarutkan minyak dan lemak yang menempel di kulit, sehingga kotoran dapat terangkat dengan mudah. Bahan ini juga termasuk agen pembersih ringan yang sering ditemukan dalam produk bayi atau formula untuk kulit sensitif.
Decyl Glucoside.
Dibuat dari minyak kelapa dan glukosa, decyl glucoside adalah agen pembersih yang menghasilkan busa yang cukup baik. Keunggulannya adalah sifatnya yang biodegradable, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan.
Cocamidopropylamine Oxide.
Bahan ini berperan sebagai agen pembersih sekunder dan juga sebagai foam booster, membantu meningkatkan kualitas busa dari formulasi pembersih.
Cocamidopropyl PG-Dimonium Chloride Phosphate.
Merupakan agen pembersih yang sangat ringan dan aman, bahkan cocok digunakan dalam produk perawatan bayi. Sifatnya yang lembut menjadikannya pilihan yang baik untuk formulasi yang ditujukan bagi kulit sensitif atau rentan iritasi.
Bahan Pelengkap
- Water: Basis utama formulasi.
- Propylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan (menjaga kelembapan).
- Glycerin: Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan yang efektif.
- PEG-80 Sorbitan Laurate: Berfungsi sebagai pengemulsi, membantu mencampurkan bahan yang tidak larut dalam air.
- PEG-150 Distearate: Pengemulsi lain yang membantu menstabilkan formulasi.
- Hydroxypropyl Methylcellulose: Pengental alami yang juga berfungsi menstabilkan emulsi dalam produk.
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Menthyl Lactate: Ester dari menthol dan asam laktat yang memberikan sensasi dingin pada kulit. Kadang-kadang dapat menyebabkan sensitivitas pada sebagian orang.
- Fragrance: Memberikan aroma pada produk.
- Citric Acid: Pengatur pH yang bersifat asam, membantu menyeimbangkan pH produk agar sesuai dengan pH kulit.
- Methylparaben: Pengawet.
- Tetrasodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam, mencegahnya mengganggu stabilitas formula.
- Propyl Paraben: Pengawet.
- Benzalkonium Chloride: Pengawet.
- C12-15 Alkyl Lactate: Emollient ester yang berfungsi sebagai pelumas kulit.
- Ethylparaben: Pengawet.
- Vanilla Butyl Ether: Agen penghangat.
- Cetyl Lactate: Emollient, kondisioner kulit, dan agen pelembap. Berasal dari cetyl alcohol dan asam laktat.
- Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
Kesimpulan
✔️ Clean & Clear Acne Clearing Cleanser memiliki formulasi yang kaya dengan tujuh agen surfaktan. Kombinasi satu surfaktan kuat dan enam surfaktan lembut serta ringan menghasilkan daya pembersihan yang baik namun tetap menjaga kelembutan pada kulit.
✔️ Produk ini diperkaya dengan enam bahan utama yang secara spesifik membantu merawat kulit yang rentan berjerawat dan berminyak.
✔️ Bahan-bahan yang bermanfaat untuk mengatasi jerawat meliputi Salicylic Acid dan Capryloyl Glycine.
✔️ Untuk mengatasi masalah kulit berminyak dan pori-pori besar, Sarcosine dan ekstrak kayu manis (Cinnamomum Zeylanicum Bark Extract) berperan penting.
✔️ Produk ini tidak mengandung alkohol.
✔️ Keseimbangan pH produk terjaga berkat adanya Citric Acid.
❗ Perlu diperhatikan bahwa produk ini mengandung SLES (sulfate). Bagi individu dengan kulit yang sensitif terhadap bahan ini, disarankan untuk melakukan tes tempel (patch test) terlebih dahulu. Penggunaan pelembap yang baik untuk memperkuat skin barrier juga direkomendasikan sebagai langkah lanjutan.

