Home » Dorskin Cera Sunscreen: Cek Ingredients Rahasia Kulit Glowing

Dorskin Cera Sunscreen: Cek Ingredients Rahasia Kulit Glowing

Dorskin Cera Sunscreen: Cek Ingredients Rahasia Kulit Glowing

Skincapedia.com – Dorskin Cera Sunscreen hadir sebagai solusi praktis untuk re-aplikasi tabir surya harian, menawarkan perlindungan optimal dengan sentuhan perawatan kulit berkat kandungan Ceramide yang diformulasikan untuk menjaga integritas skin barrier.

Produk ini diklaim mampu membuat kulit terasa lebih segar, lembut, dan terlindungi secara efektif dari ancaman sinar matahari.

Keunggulan utama Dorskin Cera Sunscreen terletak pada deretan hero ingredients yang dipilih secara cermat. Di antaranya adalah:

  • Ceramide: Komponen vital yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki lapisan pelindung kulit.
  • Niacinamide: Vitamin B3 yang dikenal multifungsi untuk mencerahkan, mengontrol minyak, serta memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Hyaluronic Acid: Bahan aktif yang sangat baik dalam menarik dan menahan kelembapan, menjaga kulit tetap terhidrasi.
  • Allantoin: Memiliki efek menenangkan kulit dan membantu proses regenerasi.
  • Aloe Vera: Dikenal luas karena khasiatnya dalam melembapkan dan menyejukkan kulit.

Dengan kombinasi bahan-bahan unggulan ini, Dorskin Cera Sunscreen menawarkan serangkaian manfaat:

  • Membantu melindungi kulit dari dampak buruk radiasi sinar matahari.
  • Berperan aktif dalam menjaga dan memperkuat skin barrier.
  • Memberikan kelembapan ekstra pada kulit.
  • Berpotensi membantu mencerahkan tampilan kulit wajah.

Produk ini hadir dalam kemasan praktis dengan berat 60ml dan telah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18221700183.

Dorskin Cera Sunscreen. Sumber: Shopee

Analisis Mendalam Komposisi Dorskin Cera Sunscreen

Daftar Lengkap Ingredients:

Aqua, Propylene Glycol, Phenyl Benzimidazole Sulfonic Acid, DMDM Hydantoin, Triethanolamine, Niacinamide, Allantoin, Tetrasodium EDTA, Sodium Hyaluronate, Pentylene Glycol, Ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Phospholipids, Sphingolipids, Centella Asiatica Extract, Potassium Sorbate, Zinc Oxide, Sodium Citrate, Butylene Glycol, Oryza Sativa Extract, Glycine Soja Oil, Polyglyceryl-3 Diisostearate, Oryza Sativa Germ Extract, Ceramide NP, Milk Lipids, Glycerin, Tocopheryl Acetate, BHT, Chlorhexidine Digluconate, Lecithin, Acetyl Glutamine, SH-Oligopeptide-1, SH-Oligopeptide-2, SH-Polypeptide-1, SH Polypeptide-9, SH-Polypeptide-11, Bacillus/Soybean/Folic Acid Ferment Extract, Caprylyl Glycol, 1,2 Hexanediol

Penjabaran Key Ingredients Unggulan:

Niacinamide

Dikenal luas sebagai Vitamin B3, Niacinamide menawarkan beragam manfaat bagi kulit. Senyawa ini berfungsi sebagai agen pencerah yang efektif, meningkatkan kecerahan kulit secara keseluruhan. Sifat antioksidannya membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Lebih lanjut, Niacinamide berperan penting dalam merangsang sintesis ceramide, komponen kunci untuk menjaga kesehatan skin barrier. Kemampuannya dalam mengatur produksi sebum menjadikannya solusi ampuh untuk kulit berminyak dan berjerawat, sekaligus memberikan efek anti-inflamasi yang menenangkan. Menariknya lagi, Niacinamide juga dapat memperkuat pertahanan alami kulit terhadap efek buruk radiasi UV dan bluelight.

Allantoin

Allantoin adalah senyawa alami yang diekstraksi dari tanaman Comfrey. Bahan ini memiliki khasiat menenangkan yang luar biasa, efektif meredakan kemerahan dan iritasi pada kulit. Selain itu, Allantoin juga dikenal dapat mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.

Sodium Hyaluronate

Sebagai bentuk garam dari Hyaluronic Acid, Sodium Hyaluronate memiliki berat molekul tinggi dan bekerja di permukaan kulit. Ia membentuk lapisan pelindung non-oklusif yang efektif mencegah Transepidermal Water Loss (TEWL) dan menjaga kelembapan serta fungsi skin barrier.

Aloe Barbadensis Leaf Extract

Ekstrak daun lidah buaya ini kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kulit. Ia memiliki kemampuan melembapkan, menenangkan, dan anti-inflamasi. Kandungan antioksidan, enzim, serta vitamin A dan C di dalamnya membantu mengatasi iritasi, jerawat, dan kulit kering. Efek anti-inflamasinya juga sangat baik dalam menenangkan kulit yang teriritasi dan mendukung proses pemulihan luka.

Sphingolipids

Merupakan lipid yang identik dengan kulit (skin-identical). Berfungsi sebagai bahan yang mengisi kembali komponen lipid kulit, memelihara kelembapan, mencegah TEWL, dan menjaga fungsi skin barrier secara optimal.

Centella Asiatica Extract

Dikenal sebagai Cica, ekstrak ini mampu merangsang produksi kelembapan alami kulit, seperti glycosaminoglycans dan hyaluronic acid. Cica juga mempercepat penyembuhan luka, termasuk luka bakar, dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Sifat anti-inflamasinya yang kuat sangat efektif menenangkan iritasi.

Oryza Sativa Extract

Ekstrak beras ini kaya akan 100 komponen antioksidan, termasuk Vitamin E, ferulic acid, dan oryzanol. Kandungan polisakaridanya berfungsi sebagai pelembap, sementara asam lemak omega 3 memberikan efek anti-inflamasi.

Glycine Soja Oil

Minyak kedelai ini kaya akan asam lemak esensial. Linoleic acid sangat baik untuk memperkuat skin barrier, oleic acid menutrisi kulit terutama kulit kering, dan linolenic acid memiliki sifat anti-inflamasi.

Oryza Sativa Germ Extract

Ekstrak biji beras ini bertindak sebagai agen anti-polutan. Kandungan antioksidannya yang tinggi mampu menetralisir radikal bebas dan melindungi kulit dari dampak buruk polusi.

Ceramide NP

Merupakan salah satu jenis ceramide yang terdapat secara alami di lapisan stratum corneum. Ceramide NP, bersama dengan ceramide-1, terbukti secara ilmiah dapat memperbaiki fungsi skin barrier dan mencegah kehilangan kelembapan.

Milk Lipids

Lipid yang berasal dari susu ini memiliki kemampuan melembapkan kulit, mencegah TEWL, dan berfungsi sebagai pelindung kulit. Ia juga melindungi dari radiasi UVB dan membantu pembentukan liposome, yang memfasilitasi penyerapan bahan aktif ke dalam kulit.

Tocopheryl Acetate

Dikenal sebagai Vitamin E, senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang kuat dan pelembap kulit. Vitamin E juga membantu melindungi kulit dari efek berbahaya sinar UVB.

Mengandung EGF (Epidermal Growth Factor)

Produk ini diperkaya dengan berbagai jenis EGF:

  • SH-Oligopeptide-1
  • SH-Oligopeptide-2
  • SH-Polypeptide-1
  • SH Polypeptide-9
  • SH-Polypeptide-11

Kombinasi EGF ini sangat efektif untuk anti-aging, membantu proses penyembuhan luka, mencegah pembentukan bekas luka, serta memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Dengan demikian, EGF dapat membantu menyamarkan bekas luka seperti bopeng, bekas operasi, keloid, bahkan stretch mark.

Cara kerja EGF adalah dengan menstimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel epidermal, itulah mengapa ia disebut faktor pertumbuhan. Namun, potensi ini sempat menimbulkan kontroversi terkait kemungkinan memicu pertumbuhan sel abnormal. Akan tetapi, para dermatolog telah membantah kekhawatiran tersebut. EGF bersifat mitogenic (memicu pembelahan sel normal), bukan mutagenic (memicu pertumbuhan abnormal). Sehingga, EGF sangat aman digunakan pada kulit normal. Kewaspadaan tetap diperlukan jika terdapat sel abnormal pada kulit, namun EGF tidak secara aktif memicu penyebarannya.

Bacillus/Soybean/Folic Acid Ferment Extract

Asam folat yang diperoleh dari fermentasi kedelai ini mudah diserap kulit dan membantu memperbaiki atau mencegah kerusakan akibat paparan UV. Asam folat berperan krusial dalam sintesis dan perbaikan DNA, yang penting untuk menjaga elastisitas kulit.

Agen Sunscreen yang Digunakan:

Phenyl Benzimidazole Sulfonic Acid

Dikenal juga sebagai Ensulizole, ini adalah agen sunscreen kimiawi yang sangat efektif menyerap sinar UVB. Sifatnya yang larut dalam air membuatnya ideal untuk formulasi ringan yang cocok untuk kulit berminyak. Ensulizole juga cukup stabil terhadap cahaya dan dapat membantu melindungi agen sunscreen lain yang kurang stabil terhadap paparan UV, seperti Avobenzone dan Octinoxate.

Zinc Oxide

Merupakan filter UVA dan UVB yang memberikan perlindungan spektrum luas (broad spectrum). Zinc Oxide adalah agen sunscreen fisik yang paling populer, dikenal aman, dan stabil terhadap cahaya. Meskipun dapat meninggalkan white cast (efek putih pada kulit), Zinc Oxide memiliki manfaat tambahan sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) atau agen mattifier, serta memiliki aktivitas anti-inflamasi dan menenangkan kulit.

Bahan Pelengkap Lainnya:

  • Aqua: Air sebagai pelarut utama.
  • Propylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • DMDM Hydantoin: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
  • Triethanolamine: Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Tetrasodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam untuk menjaga stabilitas formula.
  • Pentylene Glycol: Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
  • Ethylhexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.
  • Phenoxyethanol: Pengawet.
  • Phospholipids: Emolien dan bahan identik kulit. Berfungsi sebagai pengemulsi dan pembentuk liposome untuk membantu penetrasi bahan aktif.
  • Potassium Sorbate: Pengawet.
  • Sodium Citrate: Pengatur keasaman.
  • Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • Polyglyceryl-3 Diisostearate: Pengemulsi.
  • Glycerin: Pelarut, bahan identik kulit, dan humektan.
  • BHT: Antioksidan sintetis untuk mencegah oksidasi formula.
  • Chlorhexidine Digluconate: Pengawet.
  • Lecithin: Pengemulsi, emolien, dan humektan.
  • Acetyl Glutamine: Bahan identik kulit dan humektan, berasal dari asam amino glutamic acid, juga berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Caprylyl Glycol: Peningkat efektivitas pengawet dan emolien.
  • 1,2 Hexanediol: Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.

Kesimpulan Mengenai Dorskin Cera Sunscreen

Dorskin Cera Sunscreen dapat dikategorikan sebagai hybrid sunscreen, menggabungkan dua jenis agen pelindung matahari: satu kimiawi dan satu fisik. Kedua agen ini tergolong stabil terhadap paparan UV (foto stabil), artinya tidak mudah terdegradasi oleh sinar matahari.

Produk ini menawarkan perlindungan SPF 35, yang mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVB hingga sekitar 97-98%.

Keunggulan lainnya adalah kandungan 18 key ingredients yang tidak hanya melindungi, tetapi juga merawat kesehatan dan kecantikan kulit. Kombinasi bahan-bahan ini difokuskan pada pencerahan kulit, penguatan skin barrier, pelembapan, dan perawatan anti-aging.

Kehadiran EGF dalam formulasi patut diapresiasi, karena kemampuannya dalam memperbaiki jaringan kulit yang rusak, mencegah timbulnya bopeng akibat jerawat, serta memberikan efek anti-aging.

For Your Information: EGF memang sempat menjadi bahan perdebatan karena kemampuannya merangsang pertumbuhan sel. Namun, perlu diluruskan bahwa yang dimaksud adalah proliferasi sel normal untuk penyembuhan. Setelah jaringan pulih, proses ini akan berhenti. EGF tidak memicu pertumbuhan sel abnormal (mutagenik), melainkan mitogenic.

Perbedaan Proliferasi Sel Normal dan Abnormal

Pertumbuhan sel abnormal umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik atau DNA yang tidak mampu mengontrol pembelahan sel secara normal.

Back to topic…

Produk ini memiliki kelebihan lain yaitu:

  • Bebas Alkohol
  • Bebas Pewangi (Fragrance-free)
  • Bebas Paraben
  • Bebas Silikon

Namun, perlu dicatat bahwa produk ini tidak oil-free dan berpotensi komedogenik karena kandungan seperti:

  • Triethanolamine (skor 2)
  • Polyglyceryl-3 Diisostearate (skor 4)
  • Glycine Soja Oil (skor 3)

Potensi komedogenik ini dapat diatasi dengan rutinitas eksfoliasi (scrub) 2-3 kali seminggu atau melakukan double cleansing secara rutin.

Produk ini juga tidak Fungal Acne Safe karena mengandung bahan seperti Glycine Soja Oil, Polyglyceryl-3 Diisostearate, dan Lecithin.

Secara keseluruhan, Dorskin Cera Sunscreen menawarkan kepraktisan untuk re-aplikasi tabir surya.

Perkiraan Harga: Sekitar 80 ribuan rupiah.

Artikel menarik Lainnya