Skincapedia.com – Memahami kandungan dalam produk perawatan kulit adalah langkah krusial bagi para pencinta skincare. Salah satu produk yang tengah menjadi sorotan adalah Skintific Niacinamide 10% Serum. Serum ini menjanjikan pencerahan kulit, penanganan bekas jerawat, hingga perlindungan skin barrier berkat formula unggulannya. Mari kita bedah tuntas setiap komponen di dalamnya.
Skintific Niacinamide 10% Serum hadir dengan klaim mampu mencerahkan kulit secara signifikan dalam waktu singkat, bahkan mengatasi bekas jerawat dan noda akibat paparan sinar matahari hanya dalam tujuh hari. Keunggulan utama serum ini terletak pada kandungan 10% Niacinamide, yang diklaim setara dengan kualitas niacinamide pada produk ternama seperti SK-II. Selain itu, formula ini diperkaya dengan Arbutin, Ceramide, dan Centella Asiatica untuk memberikan manfaat yang lebih holistik.
Niacinamide yang digunakan dalam serum ini adalah Royal DSM Niacinamide, yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Jenis niacinamide ini dikhususkan untuk melindungi skin barrier dan memberikan efek mencerahkan yang mendalam.
|
|
| Skintific 10 % Niacinamide Brightening Serum. Sumber: shopee |
Penjelasan Ingredients Skintific 10% Niacinamide Serum
Ingredients:
Aqua, Niacinamide, Butylene Glycol, Propylene Glycol, PEG/PPG-14/7 Dimethyl Ether, Centella asiatica extract, Avena sativa (Oat) kernel extract, Yeast Extract, Crocus Sativus Flower Extract, Alpha-Arbutin, Ceramide NP, Avena Sativa (Oat) Kernel Oil, Sphingolipids, Ceramide AS, Ceramide AP, Ceramide NS/ Ceramide NG, 1,2-Hexanediol, BIS-PEG-18 Methyl Ether Dimethyl Silane, Sodium Polyacryloyldimethyl Taurate, Allantoin, Hydrogenated Lecithin, Acrylates/ C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Pentylene Glycol, Isohexadecane, Tranexamic Acid, Fructose, Aminomethyl propanol, Propanediol, Sodium Hyaluronate, Disodium EDTA, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Phosphatidylcholine, Phytosterols, Sodium Stearoyl Glutamate, Hydroxyacetophenone, Fragrance, Caprylhydroxamic Acid, Soy Amino Acids, Phenoxyethanol, Chlorphenesin, Ethylexylglycerin.
Key Ingredients
Niacinamide 10%
Niacinamide, atau Vitamin B3, adalah bahan multifungsi yang sangat populer dalam dunia skincare. Dalam konsentrasi 10%, bahan ini bekerja efektif dalam mencerahkan kulit dengan cara menghambat transfer melanosom dari melanosit ke keratinosit, yang merupakan jalur utama pembentukan pigmentasi. Selain itu, niacinamide juga berperan penting dalam mensintesis ceramide, memperkuat lapisan pelindung kulit, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan regulator sebum yang sangat bermanfaat bagi kulit yang rentan berjerawat (acne-prone).
Centella asiatica extract
Dikenal juga sebagai ekstrak Cica atau Gotu Kola, Centella Asiatica kaya akan senyawa aktif yang bermanfaat untuk kulit. Ekstrak ini mampu merangsang produksi kelembapan alami kulit, seperti glycosaminoglycans dan hyaluronic acid. Kemampuannya dalam mempercepat penyembuhan luka, termasuk luka bakar, berasal dari peningkatan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Sifat anti-inflamasinya juga sangat baik untuk menenangkan kulit yang teriritasi.
Avena sativa (Oat) kernel extract
Ekstrak oat meal ini adalah pelembap alami yang kaya akan Beta Glucan, lipid, serta asam lemak omega 3 dan 6. Kandungan ini sangat efektif dalam memperbaiki skin barrier (Barrier repairing). Oat juga memiliki sifat antioksidan dan agen anti-inflamasi berkat senyawa avenanthramides. Secara keseluruhan, ekstrak oat berfungsi sebagai penenang kulit (skin-soothing), pelindung (skin-protecting), dan antioksidan, menjadikannya pilihan ideal untuk kulit sensitif, kering, gatal, dan iritasi.
Yeast Extract
Juga dikenal sebagai ekstrak Saccharomyces cerevisiae, ekstrak ragi ini merupakan sumber gula, vitamin, asam amino, antioksidan, dan Beta Glucan. Properti skin-soothing, moisturizing, dan skin-protecting yang dimilikinya sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kulit.
Crocus Sativus Flower Extract
Ekstrak bunga saffron ini mengandung komponen aktif seperti crocin, picrocrocin, dan safranal. Saffron juga kaya akan antioksidan, termasuk anthocyanin, flavonoid, vitamin, asam amino, dan karotenoid. Menariknya, ekstrak saffron memiliki kemampuan anti-UV yang lebih baik daripada beberapa filter UV kimia seperti homosalate. Ia juga efektif menghambat proses pigmentasi dan memberikan efek anti-aging.
Alpha-Arbutin 3%
Alpha-Arbutin adalah agen depigmentasi yang bekerja dengan cara menghambat produksi melanin. Senyawa ini berasal dari tanaman seperti bearberry, cranberry, atau tanaman lainnya, dan merupakan alternatif alami yang aman untuk hydroquinone. Keunggulan Alpha-Arbutin adalah efektivitasnya bahkan pada konsentrasi rendah, di mana 1% sudah cukup untuk penggunaan harian yang aman.
Avena Sativa (Oat) Kernel Oil
Minyak oat ini kaya akan omega 6-9, Vitamin E, Vitamin B, Beta-Glucan, dan avenanthramides. Kandungan nutrisi ini sangat penting untuk menutrisi kulit, memperkuat skin barrier, menjaga kelembapan, serta memiliki sifat anti-inflamasi, anti-alergi, dan anti-gatal.
Sphingolipids
Sphingolipids termasuk dalam golongan lipid, yang berarti mereka adalah bahan yang identik dengan kulit (skin-identical ingredients). Keberadaan sphingolipids membantu menjaga keseimbangan “ekosistem” kulit, sehingga kesehatan dan kekuatan kulit tetap terjaga.
Mengandung 4 Ceramide (2%)
Serum ini diperkaya dengan empat jenis ceramide: Ceramide NP, Ceramide AS, Ceramide AP, dan Ceramide NS/ Ceramide NG. Ceramide adalah lipid alami yang merupakan komponen vital dari skin barrier. Keempat jenis ceramide ini bekerja sinergis untuk mengunci kelembapan kulit dan mengisi kembali cadangan ceramide yang mungkin berkurang akibat faktor eksternal.
Allantoin
Allantoin adalah senyawa alami yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit (skin-soothing). Bahan ini juga membantu mempercepat proses pemulihan luka pada kulit.
Tranexamic Acid
Tranexamic Acid merupakan agen pencerah kulit generasi baru yang sangat efektif untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi, seperti melasma (flek yang sering muncul pada ibu hamil) dan noda bekas jerawat yang membandel (PIH – Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Cara kerjanya adalah menghambat aktivitas enzim tyrosinase dan memblokir transfer melanosom dari sel melanosit ke keratinosit.
Sodium Hyaluronate
Merupakan bentuk garam dari Hyaluronic Acid, Sodium Hyaluronate adalah humektan yang identik dengan kulit. Dalam bentuk high molecular weight, ia membentuk lapisan pelindung non-oklusif yang mencegah kehilangan air transepidermal (TEWL) dan membantu menjaga fungsi skin barrier.
Soy Amino Acids
Asam amino yang berasal dari protein kedelai ini memiliki kemampuan mengikat air yang sangat baik dan ukuran molekulnya yang kecil memungkinkannya meresap jauh ke dalam kulit. Hasilnya adalah kelembapan yang tahan lama, peningkatan elastisitas kulit, dan perbaikan skin barrier.
Bahan pelengkap
- Aqua: Air, pelarut utama dalam formulasi.
- Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
- Propylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
- PEG/PPG-14/7 Dimethyl Ether: Membantu meningkatkan tekstur produk, penyerapan formula, berfungsi sebagai emollient, dan penstabil emulsi.
- 1,2-Hexanediol: Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- BIS-PEG-18 Methyl Ether Dimethyl Silane: Sejenis silikon yang larut dalam air, berfungsi sebagai emollient dan pelembap. Memberikan sensasi kulit halus, licin, dan ringan tanpa rasa lengket.
- Sodium Polyacryloyldimethyl Taurate: Pengental sintetis untuk memberikan tekstur pada produk.
- Hydrogenated Lecithin: Pengemulsi yang membantu mencampurkan minyak dan air, serta sebagai emollient. Meningkatkan penyerapan bahan aktif.
- Acrylates/ C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Pengental sintetis.
- Pentylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
- Isohexadecane: Pelarut dan emollient yang memberikan rasa lembut pada kulit.
- Fructose: Gula alami yang berfungsi sebagai humektan untuk menarik dan menahan kelembapan.
- Aminomethyl propanol: Pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat basa.
- Propanediol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan yang berasal dari fermentasi gula jagung.
- Disodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam, menjaga stabilitas formula.
- PEG-7 Glyceryl Cocoate: Pengemulsi yang membantu menciptakan tekstur produk.
- Phosphatidylcholine: Komponen dari lesitin yang berfungsi sebagai peningkat penetrasi bahan aktif dan membantu menjaga fungsi skin barrier.
- Phytosterols: Pengemulsi alami, pengental, dan emollient dengan sifat anti-inflamasi yang membantu menjaga skin barrier.
- Sodium Stearoyl Glutamate: Pengemulsi berbahan dasar asam amino glutamic acid, juga bersifat humektan.
- Hydroxyacetophenone: Antioksidan sintetis yang melindungi formula dari oksidasi dan memiliki efek menenangkan kulit.
- Fragrance: Memberikan aroma pada produk.
- Caprylhydroxamic Acid: Pengawet untuk menjaga produk dari kontaminasi mikroba.
- Phenoxyethanol: Pengawet.
- Chlorphenesin: Pengawet.
- Ethylexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.
Kesimpulan
✔️Skintific Niacinamide 10% Serum diformulasikan dengan 16 bahan kunci yang dirancang untuk mencerahkan warna kulit, memudarkan noda hiperpigmentasi, serta secara bersamaan menjaga dan memperbaiki skin barrier.
✔️Serum ini menggunakan Royal DSM Niacinamide, yang diklaim memiliki ukuran molekul lebih kecil sehingga lebih mudah menembus kulit dan bekerja lebih efektif.
FYI: Royal DSM adalah perusahaan global terkemuka asal Belanda yang berfokus pada kesehatan, nutrisi, dan bahan-bahan inovatif, termasuk penyediaan bahan baku kosmetik berkualitas tinggi. Royal DSM Niacinamide dipastikan memiliki kandungan residual nicotinic acid yang sangat rendah (
✔️Meskipun Alpha Arbutin 3% dalam serum ini aman untuk penggunaan jangka panjang, disarankan untuk menggunakannya secara berselang-seling. Penggunaan rutin dua kali sehari sebaiknya dibatasi maksimal tiga bulan, kemudian dijedah sebelum dilanjutkan. Hal ini untuk berjaga-jaga, karena Alpha Arbutin, meski berasal dari sumber alami, dapat melepaskan sedikit hydroquinone.
✔️Bahan-bahan pencerah unggulan dalam serum ini meliputi: 10% Niacinamide, 3% Alpha Arbutin, Tranexamic Acid, dan ekstrak Saffron.
✔️Selain keempat bahan pencerah tersebut, sebagian besar bahan lainnya dalam formula ini bermanfaat untuk menjaga dan memperbaiki skin barrier kulit.
✔️Produk ini diklaim cocok untuk semua jenis kulit.
✔️Bebas alkohol.
✔️Bebas paraben.
✔️pH: 5-6. Tingkat pH ini cukup aman untuk stabilitas Alpha Arbutin. Perlu diketahui, Alpha Arbutin tetap stabil hingga pH 7. Jika pH formula terlalu basa, stabilitasnya bisa terganggu dan berpotensi berubah menjadi hydroquinone.
✔️PAO (Period After Opening): 24 bulan. Durasi ini cukup panjang, menunjukkan formulasi yang stabil.
✔️Produk ini tidak bebas minyak (oil-free), namun diklaim non-comedogenic, artinya tidak menyumbat pori-pori.
❗Perhatian: Produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung Oat oil dan PEG-7 Glyceryl Cocoate.
❗Mungkin kurang direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui karena kandungan Alpha Arbutin.

