Home » Mengenal Fibermaxxing, Tren Diet Terbaru yang Populer di Media Sosial

Mengenal Fibermaxxing, Tren Diet Terbaru yang Populer di Media Sosial

Skincapedia.com – Belakangan ini, istilah fibermaxxing semakin sering terdengar di berbagai platform media sosial. Banyak yang menyebutnya sebagai tren diet terbaru untuk tahun 2026, yang menarik perhatian karena fokusnya bukan pada pembatasan makanan, melainkan pada peningkatan asupan serat.

Konsepnya mungkin terdengar sederhana di permukaan, namun tak sedikit orang yang mulai penasaran mengenai apa sebenarnya fibermaxxing dan mengapa pola makan ini dianggap memberikan manfaat kesehatan.

Sebenarnya, fibermaxxing memiliki kaitan erat dengan kebiasaan yang telah lama direkomendasikan oleh para ahli gizi, yaitu menjalani diet tinggi serat. Mari kita telaah lebih dalam bagaimana cara kerjanya dan apa saja manfaatnya, berdasarkan rangkuman dari Good Housekeeping dan Psychology Today.

Apa Itu Fibermaxxing dan Mengapa Banyak Orang Mulai Mencobanya?

Fibermaxxing didefinisikan sebagai sebuah pola makan yang menekankan peningkatan konsumsi serat dari berbagai sumber makanan sehari-hari. Istilah ini kian populer di media sosial, memicu rasa ingin tahu banyak orang.

Jika Anda sering menjumpai konten seputar buah-buahan, sayuran, atau hidangan sehat lainnya yang kaya serat, kemungkinan besar itu adalah bagian dari tren fibermaxxing. Yang menarik dari tren ini adalah ia tidak mendorong orang untuk makan lebih sedikit, melainkan untuk memilih makanan yang lebih bernutrisi.

Serat dapat ditemukan dalam beragam jenis makanan, mulai dari buah-buahan segar, sayuran hijau, aneka kacang-kacangan, biji-bijian, hingga produk gandum utuh. Oleh karena itu, fibermaxxing lebih menitikberatkan pada penambahan jenis makanan ke dalam menu harian, bukan pada apa yang harus dihindari.

Pendekatan yang lebih inklusif ini mungkin menjadi alasan utama mengapa banyak orang tertarik untuk mencobanya. Dibandingkan dengan tren diet yang seringkali penuh dengan batasan ketat, metode ini terasa lebih sederhana dan mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian.

Meskipun kini sedang viral, konsep diet tinggi serat sebenarnya bukanlah hal yang baru. Para ahli kesehatan telah lama menganjurkan konsumsi serat yang memadai sebagai komponen penting dari pola makan yang sehat dan seimbang.

Manfaat Diet Tinggi Serat

Menurut Monica Kelly, seorang ahli gizi terdaftar (MS, RD, CDN, CNSC) dari Montefiore Einstein, serat merupakan jenis karbohidrat yang menawarkan berbagai manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah mendukung kesehatan sistem pencernaan dan usus.

Lebih lanjut, serat juga memiliki kemampuan untuk membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Sandra (Yujia) Zhang, MS, RDN, LDN dari Tufts Medical Center menjelaskan bahwa proses pencernaan serat oleh tubuh membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Oleh karena itu, konsumsi makanan yang kaya serat seringkali efektif dalam membantu mengontrol nafsu makan sepanjang hari. Selain itu, serat juga memainkan peran krusial dalam menjaga kadar gula darah agar tetap lebih stabil.

Manfaat lain yang juga terkait dengan asupan serat adalah pengendalian kadar kolesterol LDL, atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat, agar tetap dalam batas yang sehat. Inilah yang mendasari rekomendasi banyak ahli untuk meningkatkan konsumsi makanan kaya serat dalam menu harian.

Bahkan, sebuah tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Chiropractic Medicine pada tahun 2017 menemukan adanya korelasi antara peningkatan asupan serat dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Untuk dapat merasakan manfaat serat secara optimal, penting untuk memperhatikan kecukupan asupan serat harian. Berdasarkan rekomendasi USDA, asupan serat yang dianjurkan adalah sekitar 25 gram per hari bagi perempuan dan 38 gram per hari bagi pria.

Bagaimana Cara Mencoba Fibermaxxing dengan Aman?

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba fibermaxxing, disarankan untuk tidak langsung meningkatkan asupan serat secara drastis. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan tersebut.

Monica Kelly, MS, RD, CDN, CNSC, menyarankan agar peningkatan konsumsi makanan kaya serat dilakukan secara bertahap. Anda bisa memulai dengan menambahkan porsi buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang lebih banyak dari biasanya.

Selain fokus pada penambahan serat, sangat penting untuk tetap memperhatikan asupan cairan tubuh. Serat bekerja dengan lebih efektif ketika tubuh terhidrasi dengan baik setiap harinya.

Menurut Sandra (Yujia) Zhang, MS, RDN, LDN, mengonsumsi serat dalam jumlah berlebihan dalam waktu singkat justru dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti kembung, rasa begah, atau gangguan pencernaan lainnya.

Pendekatan yang lebih aman adalah dengan menambahkan satu jenis makanan tinggi serat ke dalam menu setiap minggunya. Dengan cara ini, tubuh dapat menyesuaikan diri secara perlahan tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.

Munculnya tren fibermaxxing ini telah meningkatkan kesadaran banyak orang terhadap pentingnya asupan serat harian. Menambahkan lebih banyak buah, sayuran, atau makanan kaya serat lainnya ke dalam pola makan sebenarnya dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Pertanyaannya, sudahkah menu makan Anda hari ini menyertakan sumber serat yang cukup?

Artikel menarik Lainnya